Liburan Cantik di Nusa Penida Bali- 2018

Selamat Tahun Baru 2018 dari Bali!

Walau sering ke Bali, ini adalah pertama kalinya gue dan suami tahun baruan di Bali. Karena kita bukan party-goers, jadi Bali nyaris nggak pernah menjadi pilihan untuk menghabiskan tahun baru buat kita. Tapi kali ini ada undangan teman baik untuk ngejadiin rumahnya sebagai base camp selama di Bali dan ada tawaran untuk malam taun baruan di sebuah hotel pinggir pantai milik temennya dia, yang terdengar sangat menarik. Kita pun terbang ke Bali.

Long story short, tanggal 31 kita rame-rame ke gereja di hari minggu terakhir di 2017 lalu lanjut ke acara taun baru an yang menurut gue sangat seru. Musiknya hore banget, temen-temen juga menyenangkan, deru ombak dan pantai persis di depan kita, makanan dan minumannya yummy, ribuan kembang api mewarnai langit dan it’s (almost) full moon. Totally memorable. We had so much FUN!!

 

my friend’s house in Bali’s backyard, our ‘basecamp’

after Church photo- my ultimate NEW YEAR CREW in Bali !

Besoknya, tepat tanggal 1 Januari 2018, gue dan suami walau masih kurang tidur karena semalam baru balik jam 3 pagi, berangkat ke Pantai Sanur untuk nyebrang ke NUSA PENIDA. Kita memang udah looking forward untuk perjalanan yang satu ini. Kita awalnya mau berangkat liburan cantik di Nusa Penida berdua tanpa bantuan tur & travel, lalu nyari sewaan motor, dan pake peta di hp nyari jalan ke lokasi wisata.

Tapi untung banget temen kita ngeliat postingan paket tour di Nusa Penida yang harganya terjangkau dan sudah all in (Tiket PP kapal cepat Sanur-Penida, anter jemput pelabuhan, transportasi mobil dan guide selama di pulau, air minum, makan siang dan biaya masuk lokasi wisata). Kita telfon orangnya untuk nanyain paket tur privat 2 orang, ternyata available. Deal!

Thank God kita memilih paket ini. Soalnya begitu sampai disana ternyata pulaunya cukup besar dan jalanannya sangat rusak dimana-mana, sehingga jauh lebih nyaman kalau pake mobil. Belum lagi kurangnya petunjuk jalan dan sinyal hp sering drop. Dijamin bakal abis waktu di jalan karena sering nyasar kalau berangkat sendiri.

Jauh hari sebelum berangkat ke Nusa Penida, gue memang sudah pengen banget kesini karena kayaknya keren kalo liat dari sosial media. Kemaren juga pas terbang ke Bali, pesawat kita muter persis di atas Pulau Nusa Penida dan gue yakin view – nya bakal cakep.

TAAPPIIII, begitu beneran gue hadir di pulau ini dan ngeliat didepan mata, jujur gue kaget banget. Aslinya jauh lebih keren dari foto-foto yang pernah gue liat. KEREN!

Okay, let’s break it down.

 

#ANGEL’S BILLABONG

Lokasinya ada di sebuah tebing di pinggir laut lepas di wilayah timur Nusa Penida. Nah di dalam tebing ini ada bongkahan batu yang terisi air yang cukup dalam sehingga bisa dipakai berenang ala-ala jacuzzi. Jika terkena sinar matahari kolam alami ini akan berwarna sangat cantik.

Turis (lokal) kebanyakan memang hanya mampir untuk numpang foto disini. Tapi suami gue nggak rela. Masak udah kesini cuma numpang mejeng doang? Harus berenang dong. Ngalamin the full experience of the place. Iya juga ya…hahaha…

< Side note: guys, berenang disini musti sangat hati-hati ya karena airnya cukup dalam, dan selalu perhatikan kalau ombak dari laut sedang besar – karena resiko terseret ombak cukup tinggi! >

hubby swimming

 

#BROKEN BEACH

Jalan sedikit ke atas dari Angel’s Billabong, kita ketemu sama Broken Beach atau Pasir Uug kalao sebutan warga setempat. Ini adalah sebuah bukit tebing tapi bolong dibawahnya.

Nah, menurut cerita guide kita, Pak Wayan, ada leganda dibalik bolongnya bukit tebing ini. Dulu konon, bukit ini tidak bolong dan merupakan sebuah dusun kecil tempat tinggal beberapa kepala keluarga. Pada suatu hari, salah seorang penduduknya menangkap seekor ular di halamannya lalu di masak dan di kirim ke dusun sebelah untuk dimakan. Begitu dia kembali pulang, dusunnya sudah tidak ada dan bukitnya sudah bolong. Yang tersisa hanya puing-puing saja. Warga percaya bahwa si ular yang dimasak tadi bukanlah ular biasa melainkan ular jelmaan yang murka karena dibunuh sehingga mengutuk dusun tersebut sehingga binasa.

Mistis banget sih memang, tapi ya namanya juga legenda. Si Pak Wayan bilang waktu dia kecil, puing-puing sisa fondasi rumah itu masih bisa keliatan walau sekarang sudah hilang total. Well, entah benar atau tidak, yang penting sekarang lokasi ini sudah menjadi sangat cantik dan membawa keuntungan untuk warga sekitar karena mendatangkan banyak wisatawan.

can u see my husband waving from the distance?

me, sipping my young coconut water at Broken Beach, foto pertama posted di my instagram tahun 2018 —-  @SHININGLIV

Anyway, lagi-lagi, turis hanya numpang pose disini lalu pergi tanpa basa-basi. Hm, gitu banget yak. Maka kita pun memutuskan duduk lebih lama menikmati pemandangan sambil minum kelapa muda, makan pisang dan nangka goreng plus nyemil buah nenas. It’s all good.

 

#KLINGKING BEACH

Lanjut ke Klingking Beach. Nah yang satu ini sudah ditunggu-tunggu karena memang sudah bikin gue penasaran sejak pertama kali ngeliat fotonya di postingan seorang bule di instagram. Klingking Beach terletak jauh di bawah, sedangkan bagian atasnya ada bukit tebing yang kalau diliat dari tempat kita berdiri persis kayak kepala seekor Dinosaurus T-REX.

Lucu ih!

Begitu sampai disini, Pak Wayan langsung menyiapkan kotak makan siang kita. “Mau foto-foto dulu apa mau makan dulu?” Tanya si Bapak.

Suami langsung lantang menjawab : “TURUN KE PANTAI DI BAWAH DULU, makan siangnya dibawah aja nanti!”

What? Turun ke bawah? Itu bukannya jauh banget ya? Ada sih gue liat orang-orang di pantai di bawah sana. Tapi saking jauhnya mereka keliatan super kecil kayak semut!! Gimana caranya ke bawah coba?

titik-titik dibawah sana adalah orang-orang yang di pantai

Nah cerita tentang drama kita di Klingking Beach menyusul di postingan lain ya… soalnya panjang ceritanya! HA!

 

#POHON CINTA

Entah kenapa nama pohon ini ialah Pohon Cinta. ada nama lainnya pula, yaitu Kayu Cinta Mati. I will find out why tho. Orang-orang antri untuk naik dan foto di pohon satu cabang yang kering tanpa daun ini.

Gue sendiri lebih suka sama pohon yang gue temuin di dekat Angel’s Billabong. Kok kayaknya lebih fotogenik ketimbang pohon ini. But I took some photos at Pohon Cinta anyway. Untuk bisa naik ke pohon kita naik tangga bergantian sama pengunjung lain. Saling membantu juga naik turunnya. Mungkin itu juga sebabnya namanya ialah Pohon Cinta. Cinta sesama… mangkanya saling membantu… hahahhaa maksa!

 

the famous POHON CINTA

another cute pohon – bukan pohon cinta tapinya…

#PALUANG CLIFF

Ini adalah tebing persis bersebelahan dengan Klingking Beach. Intinya ialah melihat pemandangan skitar dari sudut pandang lain. Cantik. Seperti tempat-tempat sebelumnya, pemandangannya cukup spektakuler.

 

#CRYSTAL BAY

Dari situ, berangkatlah kita ke Crystal Bay, sebuah pantai dikelilingi pohon kelapa. Katanya tempat ini ditaro paling akhir karena memang adalah spot untuk ngeliat sunset. Tapi waktu kita sampai, sempat ada sedikit hujan rintik-rintik dan awan sudah menjadi sangat kelabu. But it’s okay. We still can enjoy the time. Mesen indomie goreng, dimakan sambil ngopi, duduk leyeh-leyeh di bean bag sewaan, mendengar simponi ombak sambil lumayanlah kecipratan dikit warna sunset di cakrawala diantara awan tebal. Melepas lelah hari itu…..

 

#FULL MOON BUNGALOW

Sebenernya paling nggak penting sih ngasih tau kita nginep dimana. Tapi gue norak aja. Soalnya nggak sengaja mesen hotel bernama Full Moon, sedangkan tanggal 1 ke 2 Januari pas kita nginep, pas banget ada full moon beneran di langit. Bundar sempurna dengan cahaya terang di sekelilingnya! AH, lucu aja that we stay in this place at the right moment tanpa sengaja. Di hotel ini ada live music pula. Jadi pas dinner bisa nikmatin Purnama sambil nikmatin musik bareng sama suami. VERY NICE.

(Ps: there was a cute fluffy grey cat lives here, and we get to play with her there! )

me and the grey cat

 

#PANTAI ATUH

Kata orang, kalau mau liat sunrise, pergilah ke arah barat Nusa Penida, ke sebuah pantai bernama Pantai Atuh. Sunda banget namanya ya… hehehehe… Jadi kita niaaaattt banget bangun jam 4 pagi dan berangkat jam setengah 5 pagi menuju Pantai Atuh. Jalanannya rusak banget ya ampunnnnn gradak gruduk sampe susah tidur di mobil. Menurut supir yang mengantar kita, memang Bupati Penida yang dulu adalah seorang koruptor, mangkanya jalanan pada ancur nggak dipikirin. Tapi tenang, dia udah ditangkep KPK dan asetnya udah di sita semua. Bupati baru katanya adalah orang Penida asli sehingga dalam waktu dekat pasti jalan-jalan rusak ini akan dibenerin. Amin.

Setelah 50 menit di jalan, kita pun sampai di lokasi Pantai Atuh. Sepi, masih gelap nggak ada orang. Yang jaga tiket aja belom dateng. Baguslah, gue bisa pecicilan bebas, nyanyi-nyanyi kenceng sambil nunggu matahari terbit. Sebenernya agak beresiko sih pagi ini berburu sunrise. Secara langit masih abu-abu dan awan tebal dimana-mana. Eh tapi Tuhan baik loh. Kurang lebih jam setengah 6, keluarlah matahari bulet oranye yang gue tunggu diantara awan. Walau nggak spektakuler, tapi tetep so pretty – terlihat kayak mata elang dari kejauhan. Sunrise always excites me. Thank God for a brand new day.

Di samping spot sunrise, ada tebing dengan pantai dibawahnya yang dihuni puluhan monyet. Kita bisa lihat monyet-monyetnya mulai keluar pagi-pagi. Sayang gue cuma bawa kamera hp, jadi nggak bisa zoom in ke arah mereka. It’s so interesting to watch actually. Mereka makan apa ya tinggal dibawa sana?

gak tau nama pantai/tebingnya yang asli – tapi kita panggil pantai monyet ajaaa….

mencoba fotoin monyet dibawah sana tapi nggak keliatan jelas.. huhu

matahari sudah tinggi di Pantai Monyet

Anyway, lanjut cerita… di kejauhan, kita bisa lihat ada sebuah warung yang udah siap-siap mau buka. Langsung deh buru-buru kita samperin. Pesen nasi goreng dan teh panas buat sarapan, lalu kita pun ngaso di dua buah HAMMOCKS yang kebetulan ada di warung ini sambil memandang Pantai Atuh yang letaknya persis dibawah tebing tempat kita berada. Ahhh, a good morning indeed. Ada kali 2 jam kita nimatin hidup disini, sampe ketiduran segala. Life is good.

My husband kept saying in repeat… “enjoy the moment Babe… enjoy the moment”.

Puas males-malesan, kitapun menuruni tangga beton menuju Pantai Atuh dibawah sana. Warung-warung sudah ada yang buka di pantai, tapi belum ada satu turispun yang hadir pagi ini. Ahai, serasa pantai pribadi.

 

#PULAU SERIBU

Hanya lima menit naik mobil dari Pantai Atuh, kita sampai di Pulau Seribu versi Nusa Penida. Intinya ialah sebuah tebing dengan pemandangan pulau atau bukit-bukit sekitar yang tersebar disana sini – sehingga cocok dikasih nama Pulau Seribu. Dari situ kita bisa turun kebawah, dan ketemu dengan beberapa Rumah Pohon yang kayaknya cukup ngetop di sosial media. Emang indah banget sih pemandangan dari sini.

 

#RUMAH POHON

Rumah-rumah pohon ini disewain untuk umum (Rumah Pohon Molenteng namanya) – tapi waktu kita disana lagi nggak ada penyewa jadi lebih bebas untuk foto-foto. Apalagi waktu kita sampe masih sepi, cuma kita berdua doang. Puas banget ngeliatin tampilan spektakuler di depan kita. BENERAN BAGUS banget loh nggak becanda. Almost like a painting.

Ini dari Bali cuma setengah jam naik kapal doang nih, bisa ketemu yang beginian…. Kenapa nggak dari dulu ya kita kemari? Telat banget rasanya.

liburan cantik di nusa penida

liburan cantik di nusa penida

Jalan naik kembali ke parkiran dari Rumah Pohonnya cukup membuat keringetan parah, apalagi matahari udah tinggi waktu kita balik. Tapi believe me, it’s worth every drop of sweat. Kalau kalian mau kesini, pastiin dalam kondisi fit ya, supaya bisa menikmati naik turun tebing tanpa mengeluh.

Nah, masih banyak lokasi wisata di Nusa Penida yang belom kita datengin. Snorkeling dan diving yang adalah kegiatan ngetop di Penida juga belom sempat dilakuin.

Jadi, pasti ada liburan cantik di Nusa Penida lainnya. Harus balik lagi.

Btw kita bersyukur banget di musim hujan ini kita bisa dapetin 2 hari langit biru dan hanya hujan super sedikit selama plesiran. Thank You Jesus.

Well for now, kisses to you Nusa Penida, and hope to see you soon for more adventure. Cup Muah.

Temen-temen yang udah baca silahkan TINGGALIN COMMENT DIBAWAH ya guys..Thank u!

dan yang mau baca tulisan jalan-jalan gue yang lain via email, di follow aja blog nya sekarang

write your email NOW. It's super easy and it's FREE

 

Enter the new year with the password “Thank You”, cause only with a grateful heart that we can see, hear and feel clearly – olivelatuputty.com/blog @shiningliv

 

 

 

 

20 comments to Liburan Cantik di Nusa Penida Bali- 2018

  • evamayyanti  says:

    Suka deh bacanya 🙂

    Kebetulan besok mau ke Nusa Penida, semingguan lebih ngubek2 info kok kyknya kurang lengkap aja ya, yg bahas Nusa Penida masih blm terlalu detail.

    Kalau kesana tanpa tour akan repot banget kah?
    Aku bawa 2 anak, lebih baik sewa mobil atau motor ya?
    Kondisi jalanan masih di dominasi jln rusak?

    Makasih sebelumnya ya…

    • Olive  says:

      thank u Evamayyanti to stop by my page… kesana tanpa tour gapapa kalau punya waktu lebih, karena pasti akan lebih santai plus mungkin sekali-sekali nyasar. Kalau waktunya mepet atau terbatas mending pake tour. Lebih baik sewa mobil kalau bawa anak-anak, dan yes, jalanan cukup banyak yang rusak! Have Fun di Nusa Penida… it’s so beautiful there!

  • Nurul Sufitri  says:

    Wow, Bali memang selalu menjadi destinasi wisata yang ga akan pernah bosan didatangi. Aku belum pernah nih ke Nusa Penida. Keren2 bingits foto2nya mbak… Cantik juga orangnya hehee… 🙂

    • Olive  says:

      halo Mb Nurul.. thanks udah mampir yaa.. iya selalu ada aja di Bali yang kita belum pernah datengin yaaa… makasih pujiannya Mb Nurul:)

  • Jalan-Jalan KeNai  says:

    Kereeen. Destinasi wajib kalau legi ke Bali, nih 🙂

    • Olive  says:

      yes bener mba:) thank u udah berkunjung… will visit your blog as well:)

  • Fillyawie  says:

    Photonya kece banget Mba , Instagrammable banget. Bali memang selalu cantik yaa.

    • Olive  says:

      Hallo Fillyawie, makasi udah read my blog.. ah thank u for the compliment.. iya Bali selalu cantik.. banget!!

  • Sari  says:

    Kak aku mau kesiniiiii

    • Olive  says:

      Hi Sari.. iya memang tempatnya bikin mupeng yaaa.. heheheh… hope bisa segera kesini ya…

  • Anonymous  says:

    Langsung mupengg sejadi jadinyaaaa abis baca iniiii

    • Olive  says:

      halo… thanks for reading, who ever u are (karena ga ada nama/emailnya) hehehehe but thank God my post makes u wanna travel more hehehe

  • Bara  says:

    Foto nya bagus bagus ya live

    • Olive  says:

      thank u so much for chechking out my blog, Bara! and thanks for the compliment:)

  • Anonymous  says:

    Nagih ke Nusa Penida, apalagi ke kelingking. Pertama kali gue Bugil di pantai, bodo amat. Hahaha

    • Olive  says:

      yes nagih!! hahahaha you’re crazy!!!!

  • mara  says:

    saya sudah beberapa kali ke NP keren memang

    • Olive  says:

      hallow Mara.. thanks for reading:) lucky you udah beberapa kali… i will be back too tho:)

  • Fant  says:

    Bagus ya di bali bagian yang ini oliv

    • Olive  says:

      thanks for reading Fant! iya cantik banget Nusa Penida… u should go here!

Post Your Comment