Ini bukan pertama kalinya ke Vietnam, tapi ini pertama kali gue liburan di kota DaNang Vietnam. Kenalan dulu kali ya sama kotanya. Yang gue tau dari google, DaNang adalah kota terbesar ke 3 di Vietnam. Menariknya, ada catatan sejarah yang mengatakan bahwa 3000 tahun yang lalu, daerah Danang merupakan wilayah dari Kerajaan Champa. Nah orang-orang di Kerajaan Champa ini katanya sebagian besar ialah para imigran yang berasal dari Indonesia! Hm, berarti… sodaraaan nih kita ama DaNang
.
Anyway, begitu mendarat, keluar airport, udah keliatan si suami yang ngejemput di pintu keluar. Mukanya basah keringetan banget! Dan ternyataaaa karena lagi panas banget nih di DaNang, 37 derajat celcius!!! Jakarta lagi gerah jam12 siang aja biasanya mentok di 34 derajat. Aduh!

The City.
Anyways, Da Nang bentukannya bener-bener kota wisata, sejenis Bali. Turis dimana-mana. Rata-rata turis di Da Nang ialah turis asal Korea – karena banyak penerbangan langsung dari Korea ke kota ini. Turis bule jumlahnya nggak sebanyak turis Asia. Orang Indonesia sendiri agak jarang plesir kesini ya… Gue juga kesini karena pas ada event Da Nang Marathon. Kalo gak, mungkin juga gak kepikiran kemari.
Kotanya sendiri sangat bagus menurut gue. Rasio perbandingan gedung tinggi dan bangunan biasa plus alam-nya kayaknya pas aja gituh.
Pusat kota Da Nang ialah sebuah sungai bernama Sungai Han. Dan sungai ini penyebab dibangunnya beberapa jembatan besar yang super keren di Da Nang. Swing-bridge, Dragon-shaped Bridge – jembatan berbentuk naga kuning besar, the Tran Thi Ly Bridge yang berbentuk tiang layar kapal, dan Thuan Phuoc Bridge – jembatan kabel terpanjang di Vietnam. Kalau malam, jembatan ini pada nyala terang semua, menghiasi kota. Belum lagi, ada kapal-kapal wisata yang lewat di tengah-tengah Sungai Han, bikin pemandangan malam jadi makin cantik.





The People
Orang-orangnya walau jarang yang bisa bahasa Inggris, sangat ramah dan jujur! Selama hampir seminggu kita tinggal disitu, nyaris gak ada yang ketangkep basah ada niat mau ngibulin atau ngejahatin kita. Mereka apa adanya banget. I like it.
The Beach
Pantainya cantiiikkkk deh di DaNang. Putih bersih resik. Sepanjang mata memandang, pantai nggak kelar-kelar karena memang garis pantainya panjang banget mirip sama Gold Coast di Australia.
Dan yang unik di DaNang ialah kapal nelayan nya yang berbentuk bulat kecil. Beda ama kapal nelayan biasa di belahan dunia lain. Pagi-pagi pas nongkrong di pinggir pantai untuk ngeliat matahari terbit, kita bisa ngamatin para nelayan mulai ke laut dengan kapal bulat mereka mencari ikan.






The Food
No need to worry bakal kelaparan disini. Resto berlimpah ruah dan gue perhatiin hampir selalu rame penuh orang semua, nggak pagi siang sore apalagi malem. Semacam lapar mulu manusianya hehehehe. Dari yang pinggir jalan sampe yang mewah, selalu rame aja gitu. Dari pinggir pantai sampai di tengah kota, semua orang kayaknya lagi ngerumun nongkrong ngunyah sesuatu atau nyeruput sesuatu.
Harganya juga murah-murah loh. Uang Rupiah kita aman disini kalao dibanding mata uang DONG Vietnam nya mereka. Contoh kalo uang satu juta nya mereka tuh kira2 sekitar 500 ribu nya kita. Jadi uang kita cukup bernilai disini. Bisa makan banyak. Hehehe
Resto yang recommended cukup banyak pastinya. Tapi salah satu yang ok ialah Madame Lan Resto karena setting an nya klasik dan makanannya enak plus variatif. Lokasi nya juga pas di pinggir jalan gede dengan pemandangan sungai di seberang. Cocoklah buat turis.
Sedangkan untuk KOPI, kedai kopi Vietnam asli yang sangat recommended ialah Long Coffee. Sumpah enak banget. Baca cerita kuliner lengkapnya disini.





The Stay
Selayaknya kota wisata, hotel ya tinggal pilih disini – segala kelas ada. In our case, dalam seminggu -karena satu dan lain hal- kita pindah hotel sampe 3 kali! Fiuh.
Kalau kalian ada duit lebihan dikit, sangat disarankan untuk pilih hotel yang berhadapan dengan pantai, soalnya bisa ngeliat laut dan sunrise yang cantik. Dan karena garis pantai yang super panjang dengan backdrop gunung di belakang, pemandangan dari hotel yang bertingkat tinggi didepan pantai is so so pretty. Nggak akan nyesel deh. Di beberapa hotel yang tinggi dengan rooftop, kita juga bisa nikmatin sunset ke arah kota yang cakep. Makin lama, makin sadar kalo liburan di kota Danang Vietnam ini beneran menyenangkan.




morning/sunrise photos :



sunset photos :






The Transport
Kemana-mana bisa sih naik taksi argo atau sewa. Tapi kalo dipikir-pikir mahal juga setelah beberapa hari kita naik taksi mulu kesana sini. Kayak horang kayahh… hahahaha. Jadi akhirnya kita nyobain sewa motor Rp.50 ribu perhari. Ahhh enak banget nyewa motor ternyata. Jalanan lengang, gak ada tukang palak jalanan dan bisa lebih fleksibel kemana mana.
Cuma ada satu kelemahan aja sih: mataharinya PANAS! Gosong tsay!!!!! Warga asli Da Nang mirip ama cewek-cewek Jakarta yang gak gitu suka kulitnya kena matahari. Jadi mereka naik motor berdandan ala ninja, ketutup semua dari kepala sampe jempol kaki.
Sementara gue, sok-sokan pake kaos oblong biasa dan kaca mata item naik motor. Walhasil, item dekil pas pulang Jakarta. Hahaha


Oya, ada satu cerita menarik waktu kita naik motor di Da Nang. Pas kira-kira udah cukup jauh cabut dari tempat sewa motor, kita baru ngeh kalo ban depan motor kita kempes – flat abis. Bingung deh karena udah nggak bisa dipaksa jalan. Kita tanya beberapa orang sekitar nggak ada yang bisa kasih jawaban dimana bisa pompa ban. Oh God, help!
2 meter di depan kita, ada satu motor lagi berenti di pinggir jalan. Kita tanya ke dia pake bahasa Tarzan nunjuk-nunjuk ban kempes. Eh tiba-tiba dia nunjuk balik tapi ke arah trotoar persis tempat kita berdiri. Dilantai trotoar ada nomor telepon tertulis disitu. Kita masih bingung maksudnya apa dia nunjuk ke nomor di trotoar itu?
Ngeh kalau kita kebingungan, dia ngeluarin hape-nya dan bantu nelfon (kayaknya) ke nomor tersebut.. And guess what? Dalam waktu kurang dari 5 menit, datanglah seorang bapak-bapak pake motor bawa peralatan pompa ban lengkap!
Ternyata belakangan kita baru tau kalau tukang tambal ban di DaNang itu sistem nya delivery on call berdasar nomor telepon di trotoar, bukan prakrek di pinggir jalan kayak di Jakarta. Mana kita bisa tau cobaaa. Puji Tuhan banget kita bisa nanya ke orang yang tepat sambil berdiri di tempat yang tepat pula. The day was saved! Thank God.



The Old City
Daya tarik Da Nang lainnya yang cukup ngetop ialah sebuah kota kecil sekitar 20 km dari DaNang bernama Hoi An. Ini kota kecil mirip Seminyak Bali gitu. Salah satu alasan kita beberapa kali pindah hotel juga ya karena kita sempet nginep di Hoi An.
Di Hoi An ini, selain ada pantai catik, ada Old City yang mirip kawasan pecinan. Lokasinya lengkap dengan kawasan khusus pejalan kaki, lampu lampion dimana-mana, tempat ngopi, tempat shopping, dan tempat tailor (tukang jahit) ! Yes, tukang jait disini terkenal banget. Banyak turis yang sengaja datang ke Hoi An – old City untuk ngejait baju. Bukan sembarang baju, mereka biasa lebih fokus ke gaun resmi dan jas resmi dengan berbagai motif klasik. Really cool, right ?
Pokoknya it’s really nice to spend some time here in Hoi An.








Okay that’s a little story about my liburan di kota Danang Vietnam.
Waktu kita mau balik ke Jakarta, kita ngeh kalau banyak banget objek wisata di Danang yang belum sempet kita datengin. Semoga berjodoh deh untuk balik lagi ke Danang. So far sih kita suka banget ama tempat ini. Nggak keberatan kalau kapan-kapan liburan lagi kesini.
Nyawa kota nya and KOPI nya, sangat ngangenin!
Temen-temen yang udah baca silahkan TINGGALIN COMMENT DIBAWAH ya guys..Thank u!
wake up, smell the coffee and walk the city
– olivelatuputty.com/blog @shiningliv

This blog shares a lovely glimpse of exploring Danang, Vietnam, highlighting travel experiences, local culture, and memorable moments. The writing feels personal and inspiring, making readers excited to discover the beauty, food, and unique atmosphere of this wonderful destination. It’s a great read for travel lovers.
I never really looked into Da Nang from the airport side before. The part about getting around after landing made me think its probably better to plan transport first instead of figuring it out there. I also wonder if local buses are worth trying or if they take too much time for visitors. One thing i was still curious about was the best time to avoid heavy traffic around the city.
This article captures not only the beauty of Da Nang but also the little experiences that make a trip memorable.Vietnam, shows why this destination is becoming popular among travellers.Above guide is helpful for anyone planning a Vietnam holiday.
I never really looked into Da Nang before, but one thing that got me thinking from this post was how the city seems to balance beaches and daily local life. Most travel blogs only focus on famous spots, so I was wondering if visiting during the rainy season changes the experiance a lot? Also, is local transport still easy for first time visitors? I think that part could help people planning there trip, because weather can really affect travel more than people expect sometimes.
I always end up spending most of my trip looking at the famous places, but this kinda reminds me to notice the small everyday things too. I never really thought about how moving around Da Nang can change the whole experience. Maybe staying a bit longer in one area is better than rushing everywhere. Did you found any local food spots that tourists usually miss? Would be nice to know for my next visit, cause i like exploring slow.
This travel systems gives a wonderful glimpse of Da Nang, Vietnam, through the author’s personal experience. I enjoyed reading about the city’s beautiful beaches, delicious food, unique bridges, and relaxing atmosphere. The descriptions make Da Nang feel like an exciting destination worth visiting.
sdri Olive yth- tk utk tulisan anda ttg DaNang – begitu informatif dan atraktif – apa adalagi tulisan anda ttg wisata ke BanaHill- Hue ? ditunggu komen-nya. bravo Olive – salam Eddy Setiadi 0818 600 996- eddysetiadi@gmail,com
Ngebantu banget kak catetannya
halo.. thanks for reading and leave a comment! have fun in Danang!
Hi mba Olive, salam kenal. Im Chaycya.
Saya lagi butuh referensi mengenai wisata di Da Nang. Dalam hitungan hari bakal ke sana. hehe
Selain wisata pantai, apa saja tempat yang recommended di Da Nang mba? Oh ya, saya berencana nginap di pusat kota Da Nang, meskipun tujuan utama sebenarnya ke Hoi An dan May Son. is it worth it? or malah ngabis2in waktu?
Thanks before mba Olive.. cheers
Halo Chaycya..salam kenal juga.. pasti udah telat nih balasnya.. maaf ya… semoga u had fun di Da Nang! Basically semua referensi wisata sudah aku tulis di blog:) thanks for reading!
Hai olive. Mau tanya dong waktu ke hoi an naik apa? Thanks
halo Martha thanks for reading my blog… kemaren kita pake taksi dari Da Nang ke Hoi An-nya… kita nyewa motor hanya untuk didalam kota Da Nang nya aja:) hope it helps! happy traveling!
Oliv kasih rekomen kota lain di vietnam seperti ho chinmin dan lainnya juga thanks ya
halo Rama.. ada kok di blog aku… tinggal di search aja ya pasti ketemu:) thanks for reading
Mba Olive kalau misalny mau ke sana transit dimana?
halo Rama Abdi thank u udah baca ya.. bisa lewat Singapore atau kota lain di Vietnam, such as Saigon. Happy traveling!
Love it!
thanks so much Putri!! I appreciate it 🙂