The Awesome Colosseum.

“The Romans were obsessed with blood. About 50 thousands people would come here and enjoy watching one man kill another man, or watching men vs animals in brutal bloody fights. Christians were also tortured and sentenced to terrible deaths like being stoned to death, crucified, fed to wild beasts, and burned alive in the Colosseum…..”

Tempat nomor satu yang harus didatangi turis di Roma ialah Colosseum. Teater pertunjukan raksasa kebanggan para arsitek Roma ini, terpilih menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia di tahun 2007. Dari kecil ngebaca cerita-cerita tentang sejarah Roma yang melibatkan gedung ini, rasanya seneng banget pas akhirnya bisa ngeliat dari deket.

When in Rome, I of course went to Colosseum, the ancient Rome’s most famous amphitheater in the world. It is also considered as one of the greatest works of Romans architecture. Oh, I was so prepared for it. I got there as early as 10am (they open at 9 usually) and saw only a short line of tourists in front of the ticket box. Yeay! Rumor has it that the queue usually takes forever. So we’re lucky.

Gue sengaja dateng pagi-pagi jam 10-an biar nggak terlalu ngantri-ngantri banget disana. Dan beneran deh, begitu sampai di Colosseum, antrinya paling hanya 20-an orang turis. Asik, sepi. Harga tiket untuk masuk ke Colosseum Rp.150.000 untuk satu orang dan berlaku untuk dua hari. Tiket yang sama juga berlaku untuk masuk ke Palatine Hill dan the Roman Forum. Jadi kalau dihitung-hitung, hemat banget soalnya cukup bayar 1 harga untuk pergi ke 3 tempat berbeda yang memang lokasinya bersebelahan.

In 2007, Colosseum was voted as one of the Seven Wonders of the World. I read about it since I was a kid and I know how cool the site is, so I was so excited to be able to witness it, up close and personal. The entrance fee is 12 Euros by the way. It’s valid for two days and that it also includes admission to the Palatine Hill and to the Roman Forum area. Great.

Kata orang-orang, biasanya kalau lagi musim liburan antri di loket untuk masuk ke Colosseum bisa keterlaluan panjangnya. Jadi banyak orang yang memilih untuk pergi ke Palatine Hill dulu, dan beli tiket 3in1 disana karena antriannya jauh lebih sedikit. Toh beli tiket dimanapun, sama aja bisa masuk ke tiga-tiganya.

Sebelum masuk ke gerbang Colosseum, banyak guide yang menawarkan jasa untuk menemani didalam dengan bayaran sekitar RP.125.000 (plus bayarin mereka tiket masuk). Tugas mereka ialah cerita dalam bahasa Inggris tentang detail sejarah Colosseum dan sekitarnya. Penting sih sebenarnya. Tapi gue memilih untuk masuk tanpa guide dengan bekal pengetahuan yang gue punya tentang Colosseum alias sok tau ajah 😀

There were tour guides standing out front the Colosseum hassling me to attend their tour, but I passed. I really thought with my knowledge of the place, no tour guide is necessary.

Begitu masuk kedalam, rasanya merinding yaaa… Bukan karena angker (pasti sih angker), tapi karena megahnya bangunan ini. Masih kokoh banget, padahal di tahun 2013 ini, Colosseum genap berusia 1941 tahun. Sebagian besar bangunannya masih utuh dan terjaga banget, sehingga jejak-jejak tentang apa yang pernah terjadi di sana seolah bisa tercium jelas. Ini tempat tuh tempat berdarah banget loh. Jaman romawi dulu, 50 ribu orang lebih bakal memenuhi tempat ini dengan sorak sorai sementara ada gladiator yang lagi saling membunuh, atau diadu sama hewan-hewan buas demi kepuasan hiburan penonton dan Kaisar yang memerintah. Pokoknya harus ada orang atau hewan yang mati dalam tiap pertarungan. Sadis! Hiburan mereka waktu itu sama dengan dengan adegan pembunuhan sadis jaman sekarang. Kalau kalian nonton “Ben Hur” atau “Gladiator”, pasti kebayang deh gimana keadaannya waktu itu.

Touring inside the Colosseum, I got chills from the very first second. To think of all of the things the place went through and the history behind it, WOW. Specially to be able to take a look at things up close, to see the spots where the emperors stood and the gladiators fought. It was just amazing. I imagined the real deal that happened here a thousand years ago when The Romans were obsessed with blood. About 50 thousands people would come and enjoy watching one man kill another man, or watching men vs animals in brutal fights. What the Romans called entertainment back then is what we call vicious murder today.

Gue naik keatas, turun kebawah, liat dari luar, liat dari dalam, dan pindah pindah terus dari satu sudut ke sudut lainnya untuk bisa ‘merasakan’ Colosseum dari segala penjuru. Hehehe. Udah sampai disini ya harus maksimal, ya nggak? 😀

Di salah satu sudut terdapat sebuah salib yang ukurannya cukup besar. Ternyata salib besar ini dipasang untuk mengenang orang-orang Kristen yang mati secara martir di arena Colosseum. Gue baru tau disana bahwa ternyata, salah satu adegan berdarah yang dilakukan disini pada jaman Romawi ialah menghukum mati orang-orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus (orang Kristen), karena mereka menolak mengkompromikan iman mereka. Cara hukuman matinya serem-serem loh.  Dilempar batu, dikasih makan ke singa, dibakar hidup-hidup, disalib terbalik atau gabungan dari semuanya. Gereja Katolik sempat meminta Colosseum untuk dijadikan bangunan suci karena darah para martir yang menempel di setiap temboknya. Wow.

At one corner there’s a Cross, erected to honor the Christians Martyrs in Colosseum. I just found out at the very spot that many of the early Christians were tortured and sentenced to terrible deaths like being stoned to death, crucified, fed to wild beasts, and burned alive in the Colosseum. Such a heart-breaking story. I heard that the Catholic Church once insisted that the Colosseum should be revered as a Holy place due to the Christian Martyrs who died within its walls. It was an incredible moment to tour this site.

Beberapa jam didalam, rasa merinding nggak pernah pergi. Apalagi pas duduk disalah satu undakan batu dan menghadap ke tengah arena, membayangkan diri sebagai salah satu penonton. Berdiri di bagian yang tadinya merupakan tempat para gladiator menunggu giliran dibantai juga membuat hati miris. Cukup ah, saatnya pindah ke lokasi lain.

A couple of hours inside, I decided to stop by at its small gift shop on the upper levels and then went out to walk for 10 mins to Palatine Hill and Roman Forum. On the way there, I found cheap souvenirs being sold on the streets and believe me, they are quite recommendable! I bought some t-shirts which was way cheaper compare to the normal souvenir shops in the city. I also can found some modern day Roman soldiers offering to have their photographs taken with me for some money. Almost did that for fun. Almost.

the postcard-y Colosseum photo of mine

Palatine Hill dan the Roman Forum hanya berjarak 10 menit jalan kaki saja dari Colosseum. Dijalan, pasti ketemu banyak pendatang yang dagang oleh-oleh khas Roma pakai mobil pick up. Gue beli kaos-kaos khas Roma yang ternyata harganya jauh lebih murah daripada beli di tempat oleh-oleh biasa. Lumayaaannnn. Palatine Hill sendiri adalah bukit utama dari 7 bukit yang ada di kota Roma. Di belakang bukit ini ada bekas perumahan para pejabat Roma yang lokasinya paling tinggi. Berdiri di sana sambil memandang Roma dari ketinggian ditemani burung-burung dara. Widih, cakep deh!

The Palatine Hill is the centermost of the Seven Hills of Rome and it brought me up to higher ground where I enjoyed some nice views looking out over Rome. It’s pretty there. From the hill I climbed down to the Roman Forum which was  the ancient Rome’s political court, administrative and religious center. Basically it’s the birthplace of Roman’s culture. I wandered through the ruins of the Forum, and they told me the story of the rise of Rome to become the great ancient power. Even in their crumbled state, the buildings remain impressive. I really believe that Roman Forum is one of the most important archeology sites in our world today. Gorgeous.

masuk ke colosseum

view from Palatine Hill

Kalau Roman Forum adalah lokasi pusat perdagangan dan pemerintahan jaman Romawi kuno. Jaman Julius Cesar deh. Di tahun 2013, yang tersisa dari Roman Forum pastilah hanya berupa puing dan reruntuhan. Tapi jangan salah. Puing dan reruntuhannya besar-besar dan masih memperlihatkan dengan jelas tampak aslinya ribuan tahun yang lalu. Ada kuil-kuil raksasa tempat menyembah dewa-dewa orang Romawi kuno. Kuil untuk dewa Saturnus, dewa Yupiter, dan lain-lain. Saking keren dan terjaganya Roman Forum, tempat ini menjadi situs arkeologi paling penting di dunia.

Overall, it was surely a wonderful experience for me. Felt like I was walking in to a time machine or something. Tracing the ancient Rome was absolutely an unforgettable part of being in Rome.

Gue sih suka sejarah, tapi mungkin bukan pecinta sejarah. Seharian untuk 3 lokasi ini sepertinya cukup buat gue, dan nggak perlu balik lagi besokannya. Semua sudah terekam di otak, bahkan sampai ke sanubari! HA! Siap diceritakan untuk siapapun yang bertanya:

“Olive udah pernah masuk ke Colosseum belom?”.

you can leave your comments below guys:)

and if you like what you read, FOLLOW me NOW!

write your email and you will get ALOT of traveling info! It's super easy and it's FREE

 

History isn’t about dates and places. It’s about the people who fill the spaces between them
― Jodi.P

olivelatuputty.com – @shiningliv

4 comments to The Awesome Colosseum.

  • Vania  says:

    Love the photos smoga bisa ke sini suatu hari nanti amin

    • Olive  says:

      aminnnnn….. thank u:)

  • Kambuna  says:

    You have an awesome website.. 😀

    Sayang kalo nggak dipromosiin blog nya, and sharing pengalaman ke lebih banyak orang via televisi, misalnya 😀

    • Olive  says:

      thank u so much, moga moga bisa lebih niat promo blog hehe, btw thank for reading dan pls subscribe ya:) thank u!

Post Your Comment