Snorkeling di Raja Ampat… Oh, INDAHNYAAAA~

Karena gue belom punya diving lisence, jadi harus puas untuk bisa snorkeling saja di Raja Ampat, Papua. Menurut beberapa teman divers sih, gue wajib balik lagi kesana ketika sudah bisa menyelam soalnya pemandangan bawah air di lautan dalamnya AJAIB banget.  Salah satu teman bule berkomentar waktu habis nyelam : “This is world class, man”…

Percaya sih… soalnya bayangin aja, Raja Ampat memiliki 600 jenis koral dan lebih dari 1500 jenis ikan yang berbeda. Ini jauh melebihi lautan di Kepulauan Karibia bahkan the Great Barrier Reef Australia yang jauh lebih luas sekalipun. Hmm.

Ada banyak spot snorkeling keren di perairan Raja Ampat. Didepan tempat nginep aja bisa langsung ketemu ama tempat snorkel keren. Tapi dari semuanya, ada dua tempat favorit snorkeling gue pribadi. Pertama ialah sebuah tempat yang berada persis di depan Desa Sawandarek. Ini adalah salah satu desa yang memiliki homestay untuk di inepin juga. Dari Pulau utama Raja Ampat (Waisai), perjalanan ke Desa Sawandarek bisa ditempuh naik kapal penduduk kurang lebih 45 menit lamanya. Begitu sampai didermaga, kita bisa loncat langsung ke air yang kurang lebih 3-4 meter dalamnya (ada daerah dangkalnya juga) dan jeng jeng jeng…langsung ketemu dengan keindahan bawah lautnya. Norak gue norak. Asli.

Koralnya masih HIDUP, variatif dan warna-warni. Ikan-ikannya banyak banget dan super ramah, alias nggak takut sama kita. Gue berenang masuk ke persis di bawah dermaga dan ketemu sama ratusan kumpulan ikan yang sangat cantik. Waktu gue foto hasilnya kayak lukisan saking bagusnya. Berenang kesana kemari, gue ketemu dengan penyu-penyu laut dewasa yang berenang bebas kesana kemari. Dan disalah satu pojok, gue berhasil mengambil seekor lobster yang lagi nongkrong. Tadinya pengen banget itu lobster diambil untuk dimakan, tapi ternyata nggak boleh sama sekali. Semua ikan dan makhluk hidup lain di Raja Ampat dilindungin dan nggak boleh dibawa keluar dari lingkungannya. BAGUSlah. I am happy with that fact. Plus, di Raja Ampat gue baru tau kalo penduduknya hanya biasa makan ikan saja. Udang, kepiting, cumi dan lobster bukan hewan laut yang biasa mereka konsumsi.

saking cantiknya kayak boongan ya…

Mungkin sekitar 4 jam gue habiskan di bawah air Sawandarek. Sangat ketagihannnnn!

Satu spot lain untuk snorkeling di Raja Ampat yang tak terlupakan ialah Manta Point. Ini adalah lokasi dimana kita bisa menyaksikan kumpulan ikan Pari Manta**, spesies ikan pari terbesar di dunia. Perjalanannya satu jam dari tempat saya menginap. Dari jauh, tempat ini langsung kelihatan uniknya. Ada sebuah pulau pasir kecil yang menyembul dari lautan. Disekitarnya ialah tempat berkumpulnya para Manta yang terkenal itu. Belum saja masuk ke air, gue udah bisa liat mereka melayang-layang di permukaan laut. Gak sabar masuk air!!!

otw snorkeling.. (look at the water)…..missing this moment

the whitish-greenish part of the water is the MANTA POINT

Begitu nyemplung, kesan pertama ialah “ini airnya kok keruh banget ya?”

Pertama gue pikir airnya keruh karena pasir dari daratan kecil yang ada disitu, tapi ternyata air keruhnya disebabkan oleh banyaknya plankton yang memang merupakan makanan Manta. Tempat ini penuh makanan, mangkanya Manta mau berkumpul disini. Beberapa menit kemudian gue liat ada beberapa penyelam di dasar, puluhan ikan-ikan entah jenis apa yang berukuran sangat besar (40 cm – 1 meter) dan mulailah tampak para ikan pari Manta yang ditunggu-tunggu. Banyak sekali mereka, belasan sampai puluhan jumlahnya! CIHUYS!

Tugas gue cuma satu yaitu mengapung diam, jangan banyak bergerak supaya nggak mengganggu mereka. Bener aja, setelah menahan diri untuk diam, Mantanya yang mendekat ke gue. Dengan ‘sayap’nya yang besar, mereka berenang menari nari di sekitar gue. Kereenn bangettt!!! Ada satu momen dimana mulut besarnya persis menghadap muka gue dan gue bisa lihat mulutnya lagi dipenuhi ikan-ikan kecil warna-warni. Belakangan baru tau kalau tugas ikan-ikan kecil itu ialah membersihkan Manta dari parasit yang menempel di badannya. Adegannya mirip adegan ‘carwash’ atau ‘cuci mobil’ yang ada di film animasi yang dibintangin Will Smith dan Angelina Jolie, “Shark Tale”. Seru banget ini!!

hellow beautiful !!!!!

Kalau nggak inget waktu rasanya bisa seharian ada di dalam air bareng para Manta raksasa itu. Mereka nggak disitu setiap hari juga. Ada musimnya, dan kebetulan waktu gue disana adalah salah satu musim mereka berkumpul di Manta Point itu. Lucky me.

Masih ada beberapa lagi tempat snorkeling di Raja Ampat yang gue kunjungin dan isi didalam airnya luar biasa indah. Gue menemukan bintang laut dengan begitu banyak warna, dari oranye terang, biru terang, bintik-bintik, pink, merah dan lain-lain. Satu hal yang harus diingat, bahwa arus di perairan Raja Ampat cukup kencang jadi harus ekstra hati-hati. Lain kali kesana lagi, ceritanya akan berubah yaitu tentang pengalaman gue menyelam di perairan Raja Ampat. Simply cannot wait~

**NOTES: Ikan Pari Manta ini merupakan jenis ikan pari tak beracun (tidak bersengat), seperti kebanyakan jenis pari lainnya. Ekor manta sendiri lebih pendek dibandingkan dengan ekor ikan pari kebanyakan dan sama sekali bebas racun. Jadi aman untuk berenang disekitar Manta:)

FOLLOW my BLOG now!

tinggal masukin alamat email, dan dapetin update cerita travel gue for free

 

recently i found myself drawn to the vast water and its mystery -olivelatuputty.com @shiningliv

 

Post Your Comment