Ke Raja Ampat, Bayar Berapa?

Okay, gue akan cerita sedikit tentang pengalaman ke Raja Ampat bulan Februari 2013 lalu. Minimal bisa jadi bayangan buat yang punya rencana mau kesana 🙂 .

“Surga di dunia” kalau kata orang, Raja Ampat memang menyimpan pesona yang luar biasa menyihir. Nah, untuk kesana, banyak yang bilang kalau harganya mahal banget…. dan dalam kenyataannya..hm…iya juga sih..lumayan mahal dibanding tempat-tempat wisata lain yang pernah gue datengin di Indonesia.

Pertama, yang bikin mahal ialah pesawat kesana. Kalau kalian tinggal di Makassar, ongkos pesawat bisa jauh lebih irit karena sudah setengah jalan. Tapi kalau tinggal di Jakarta, pesawat PP Jakarta-Sorong biasanya sekitar 3 sampai 5 juta rupiah. Der! Mahal ya? Temen gue ada yang beruntung banget dapet tiket promo Merpati Rp.1,2 juta PP –> tapi ini jarang banget terjadi.

rajaampat

this is my flight to Sorong

rajaampat

sampai Sorong, disambut PELANGI cantik

Untuk bisa ke Raja Ampat, kita memang harus terbang dulu ke Sorong, sebuah kota di Papua Barat. Begitu sampai di bandara ‘Domine Eduard Osok’ Sorong, kita harus pergi ke Pelabuhan Sorong yang jaraknya cuma 15 menitan naik ojek dengan ongkos Rp. 20 ribu aja. Pilihan transportasi cukup banyak sebenarnya. Selain ojek, banyak angkot warna kuning yang bisa membawa ke pelabuhan dengan biaya murah, Rp. 4 ribu. Kalau mau yang mahal dan nyaman, ada taksi seharga Rp.75 ribu atau mobil charteran yang biasanya meminta bayaran sekitar Rp. 125.000. Pilihan trakhir ialah jalan kaki. Tapi di tengah panasnya Kota Sorong (di hari biasa rata-rata suhu mencapai 38 derajat celcius), pilihan terakhir ini sama dengan bunuh diri sukarela. 😀 Di pelabuhan Sorong inilah terdapat satu-satunya kapal rakyat yang berangkat ke Kota Waisai di Raja Ampat, bernama Kapal Marina. Kapal ini hanya melayani satu kali perjalanan setiap harinya ke Raja Ampat setiap jam 2 siang. (khusus dihari senin dan Jumat ada pelayaran jam 9 pagi).

suasana Pelabuhan Sorong

Nah, jam berangkat yang terbatas inilah yang menjadi masalah untuk banyak orang. Kalau pesawat kita sampainya pagi, ya artinya tinggal menunggu waktu sampai Kapal Marina berangkat. Tapi kalau pesawat kita sampainya sore, artinya kita harus menginap di Sorong semalam untuk naik kapal Marina keesokan harinya. Di depan bandara, ada sebuah hotel yang bisa menjadi pilihan untuk menunggu kapal berangkat bernama Hotel JE Meridien. Jangan salah, hotel yang satu ini tidak ada hubungannya dengan Hotel Le Meridien di Jakarta. Namanya aja yang nyaris mirip. (Di Sorong juga ada Hotel Mariat –> namanya mirip Hotel Marriot Jakarta hehehe). Sebagai hotel transit, JE Meridien sangat lumayan kok. Satu malam untuk kamar standar dikenakan harga Rp. 500.000. Dengan harga itu kalian bisa mendapatkan kamar yang bersih, air hangat, AC dan makan pagi. Not bad, right.

Oiya, begitu sampai di Sorong dan mau berangkat ke Raja Ampat, setiap orang wajib membeli PIN seharga Rp.250 ribu untuk WNI dan Rp.1 juta untuk WNA. Pin ini berlaku untuk satu tahun sebagai tanda bahwa seseorang boleh keluar masuk wilayah Raja Ampat, dan pajak pemeliharaan keindahan Raja Ampat. Satu tahun masa berlaku dimulai dari Januari tiap tahunnya. Jadi kalau beli pin di bulan Desember, maka hanya berlaku 1 bulan saja.  Beli pin bisa dilakukan di bandara atau di Hotel JE Meridien tadi. (btw Di Hotel JE Meridien ada kantor khusus informasi Raja Ampat. Sangat membantu!)

Kembali ke Kapal Marina, kapal yang satu ini selalu PENUH karena merupakan sarana transportasi umum penduduk setempat. Jadi harus buru-buru beli tiket kalau tidak mau kehabisan. Ada dua macam kelas di kapal ini. Kelas ekonomi Rp. 120.000 dan kelas VIP seharga Rp.150.000. Kalau boleh kasih saran, mending coba beli yang VIP deh, soalnya yang kelas biasa cukup ‘menderita’. Bau keringat, panas (ada AC tapi kurang berfungsi) dan harus siap-siap jumpa fans dengan banyak kecoak (ada satu yang naik sampe ke dengkul gue!!!) Hhhiiiiyyyyy. Tapi, tempat duduk VIP hanya tersedia untuk 15 orang saja. Jadi selamat rebutan ya. Oya, satu hal yang perlu diingat. Kadang kapal ini berangkat duluan sebelum waktu yang ditentukan kalau sudah penuh penumpang. Jadi jangan kaget kalau datang jam setengah 2 tapi kapal sudah tiada. Daaahhh.

Sebenarnya ada pilihan lain untuk berangkat ke Raja Ampat dari Sorong yaitu dengan speed boat. Tapi harganya sewanya Rp. 8 jutaan sekali jalan dengan kapasitas 15-20 orang. Ini biasanya dipakai untuk mereka yang ke Raja Ampat dengan tour & travel. Perjalanan dari Sorong ke Kota Waisai sendiri membutuhkan waktu sekitar 2 jam-an (naik kapal umum dan speed boat sama saja lamanya sama-sama maboknya).

suasana didepan Pelabuhan Waisai

Begitu sampai di “pintu masuk Raja Ampat” yaitu Kota Waisai (ibukota dari Pulau Waigeo), ada pengeluaran baru yang dibutuhkan yaitu penginapan dan transportasi. Ada 600-an pulau di Raja Ampat dan silahkan pilih sendiri mau tinggal di pulau yang jauh atau dekat. Semakin jauh semakin oke pemandangannya. Beberapa pilihan tempat tinggal yang ada di Raja Ampat ialah resort (hotel), homestay (tempat tinggal sederhana), atau tinggal di rumah penduduk lokal. Resort yang terkenal di Raja Ampat ialah ‘Raja Ampat Dive Lodge’ di Pulau Mansuar (kurang lebih 40 menit naik kapal dari kota Waisai). Disini harganya semalam sekitar Rp.1,5 juta untuk kamar isi satu orang.

the resort.

Kalau homestay sendiri cukup bertaburan di Raja Ampat. Di setiap pulau berpenduduk biasanya ada yang menawarkan homestay walau hanya 2-3 kamar saja. Biasanya kamar-kamar homestay-nya dibangun di atas laut yang ditopang dengan pondasi. Keren deh. Untuk harganya, Rp.300 ribuan per orang di wilayah Waisai (nggak usah nyebrang ke pulau lain), dan Rp. 600 ribuan per orang di pulau-pulau yang lebih jauh. Semua harga resort atau homestay diatas sudah termasuk makan tiga kali sehari ya, jadi ngga perlu pengeluaran ekstra untuk makan. (Hubungin Pak Robben 081344174787 atau Pak Yesaya 082199056132 untuk salah satu homestay di Desa Sawinggrai – Raja Ampat; moga-moga nomornya masih sama). Kalau kita tinggal di homestay yang jauh dari Waisai, maka pejemputan naik kapal dikenakan biaya Rp. 300 ribu sampai Rp.400 ribuan (Ini harga satu kapal yang muat maksimal 7 orang, jadi kalau rame-rame harga bisa dibagi sendiri). Homestay maupun resort di Raja Ampat biasanya selalu penuh dipesan. Jadi kalau bisa, pesan minimal satu minggu sebelum sampai disana. Untuk pilihan terakhir yaitu tinggal di rumah penduduk, bisa dilakukan dengan langsung bertanya kepada penduduk setempat, begitu sampai di pelabuhan Waisai.

me at my lovely homestay – Raja Ampat

Begitu ada tempat tinggal, sekarang harus mikir gimana caranya kesana-sini di Raja Ampat. Nggak mungkin dong nggak kemana-mana. Justru pulau-pulau di Raja Ampat dan keindahan bawah lautnya-lah yang menjadi tujuan utama wisata disana, baik untuk berenang, snorkeling, menyelam atau sekedar lihat-lihat saja. Kegiatan ini lah yang paling menguras banyak uang di Raja Ampat. Masalahnya, untuk kemana-mana dibutuhkan kapal yang menggunakan bahan bakar. Sedangkan harga bahan bakar di sana Rp. 1O ribu per liter. Jadi kebayang dong? Kalau mau ke pulau yang agak jauh, dibutuhkan bahan bakar yang sangat banyak sehingga harga melambung tinggi (ditambah jasa mereka mengantar pastinya). Untuk ke Pulau Gam contohnya, biaya PP kapal Rp.3 juta. Untuk ke Teluk Kabui juga dipatok harga Rp.3 juta. Ke Pulau Wayag yang terkenal super cantik, turis harus membayar ongkos Rp. 8 juta sampai Rp.10 juta-an PP karena jauh. Belum lagi kalau mau menyelam, harus bayar Rp.500 ribu untuk satu kali selam, dan untuk snorkeling bayar Rp. 200 ribu sekali jalan (sudah termasuk alat). Uangpun berguguran… 😀 Di Raja Ampat memang sistem wisata nya belum terintegrasi dengan baik. Jadi setiap pengelola homestay masih bekerja sendiri-sendiri. Kalau saja semua bisa bekerja sama secara kolektif, pasti harga otomatis turun. Katanya sih dalam beberapa tahun kedepan hal itu bakal di usahakan. Amiinn deh ya.

me on the boat, taking us here and there

 

Dari sini kebayang kan pengeluarannya. Kalau datang sendiri atau berdua bisa bangkrut memang. Tapi kalau rame-rame, bisa jauh lebih irit dan lebih seru. Diatas semuanya, berapapun duit yang harus keluar di Raja Ampat, sangat setara dengan pengalamannya yang tak terlupakan. Indah banget soalnya!!

NOTE: jangan lupa komentar ya dan sekali lagi mau ngingetin kalau semua harga dan nomor telephone diatas berdasarkan perjalanan di bulan Februari 2013. CHEERS!

 

Mau tau lebih nggak nih soal RAJA AMPAT? FOLLOW me NOW!

write down your email and I will give you free updates about this place and many more

 

I am saving, I am spending, I am happy – olivelatuputty.com -@shiningliv

12 comments to Ke Raja Ampat, Bayar Berapa?

  • bimasakti travel  says:

    raja ampat keren

    • Olive  says:

      iya keren banget memang.. semoga bisa segera balik lagi kesana:)

  • idus  says:

    Wow! Ini kak Olive latuputty yg penyanyi itu? Ga nyangka lagi baca blognya, dan baru ngeh pas udah kelar baca. Dan ga nyangka ternyata backpackeran ke raja ampat ya..

    • Olive  says:

      thanks udah baca blog nya Idus.. iya nih penyanyi hobinya jalan-jalan hehehe

  • AWi  says:

    Thanks infonya, kebayang berapa budget yang harus di siapkan.

    • Olive  says:

      glad i can help and thank u sudah berkunjung ke blog saya:)

  • ricky tamaela  says:

    Thanks bwt infonya. Jdi pengen juga nii kesana

    • Olive  says:

      you’re welcome! thanks for reading:)

  • Kartika  says:

    Apa kabar! Lagi searching tentang raja ampat jadi ketemu blog kamu. Homestay yang kamu tinggal yang mana? Cantik sekali pemandangannya! Thank you.

    • Olive  says:

      hallo! thanks for stopping by at my blog. namanya homestay Mangkur Kodon di Pulau Kri Raja Ampat:) bisa telfon +6285254275968 untuk booking:) -smoga nomornya masih sama ya- hope my info helps. have fun di Raja Ampat!

      • Styaningrum  says:

        Duhh..sukak bgt gayami bercerita…

        • Olive  says:

          terimakasih banyak sudah baca:)

Post Your Comment