Hang Out di Gunung Kinabalu

kinabalu1

Nonton tv sekitar 3 minggu lalu kaget banget ngeliat berita tentang Gunung Kinabalu gempa bumi hampir 6 skala richter dan beberapa pendaki tewas (may they rest in peace). Sampai tulisan ini gue buat, pendakian disana masih sementara ditutup untuk umum. Gue inget bulan Februari 2015 kemaren dikasih kesempatan mampir ke gunung ini walau nggak jadi mendaki karena ternyata untuk mendaki lewat jalur resmi musti daftar dulu dan antriannya lumayan lama, bisa bulanan sampai 1 tahun! *glek*

Karena nggak berhasil mendaki gunung di rute aslinya waktu itu, gue menghibur diri dengan pergi ke lokasi gunung Kinabalu -nya sendiri yaitu di Mount Kinabalu National Park trus mendaki kecil-kecilan disitu. Banyak trek nya kok. Tinggal pilih mau yang tinggi banget, tinggi ajah, atau nggak tinggi, semua ada. Di setiap pilihan trek, dicantumin tinggi nya berapa supaya ada gambaran.

Eh bentar mundur dikit ceritanya… di perjalanan menuju kesana, gue sempet berenti di beberapa tempat karena pemandangannya ternyata cukup epik. Ada satu tempat perberhentian dimana Gunung Kinabalu dengan bentuknya yang khas, bisa keliatan jelas!! Sambil minum teh tarik dan makan mie goreng (kalo di Malaysia yang ngetop bukan indomie tapi maggie goreng) – kita melototin gagahnya gunung Kinabalu di depan mata. Majestic! Saking nagihnya mata gue, selama seminggu tinggal di Kota Kinabalu gue memutuskan untuk ke daerah pegunungan Kinabalu ini sampai beberapa kali. Check out the view of the mountain:

kinabalu6

kinabalu7

kinabalu8

kinabalu9

Okay, begitu sampai di National Park, kita tinggal bayar tiket dan langsung bisa bebas menghabiskan waktu disana sampai gelap. Sebenernya mau sampai besokannya juga boleh karena didalam ternyata ada beberapa tempat penginapan. Suasana rame banget waktu kita dateng. Ada pendaki yang baru turun gunung, yang udah daftar dan siap2 mau mendaki besoknya, dan pengunjung biasa macam kita berdua. Asli, rame. Gue sempet ngeliat seorang pendaki cewek yang kayaknya ngalamin cidera waktu lagi mendaki, jadi lagi jalan terpincang-pincang kesakitan, dibantu sama beberapa pendaki cowok sambil nangis-nangis gitu 🙁 poor girl. Mungkin medannya berat ya. Yaiya sih, Gunung Kinabalu kan top 3 gunung tertinggi di Asia Tenggara.

Udara disini dinggiiiinnn banget dan pemandangannya rimbun. Kebayang dong pohon-pohon ala hutan Kalimantan yang lebat. Ada air terjunnya juga yang keliatan dari jauh. Cuma memang musti pilih-pilih waktu kesini, jangan sampai dateng pas udah sore karena biasanya udah turun kabut yang makin lama makin tebel (plus sering banget turun hujan) jadi nggak keliatan apa-apa, yang ada malah basah kuyup ama kedinginan doang. Apes deh.

kinabalu2

kinabalu3

kinabalu

kinabalu

suasana di kaki gunung

Gue dan suami nyetir keliling dan parkir di salah satu spot lalu mulai memilih jalur mana yang mau kita daki. Kita sengaja nyari jalur pendakian pendek, sekedar pengen liat aja feelnya kayak gimana, susah apa nggak. Jalur trekking disini lebih banyak berupa semi tangga berbatu – ada yang dilengkapin sama pegangan, tapi struktur pegangannya banyak yang nggak terlalu kokoh – jadi harus ekstra hati-hati kalo dijadiin tumpuan berat badan. Waktu kita lagi naik ke atas, kita ngalamin tuh hujan turun berenti, on off beberapa kali. Katanya di hutan hujan kayak gini memang karakternya begitu, hujan mulu, jadi kalau mendaki Gunung Kinabalu harus selalu pake jas hujan.

Di jalur pendakian pendek yang kita pilih, kebetulan pas nggak ada orang lain kecuali kita bedua. Jadi begitu sampai diatas, cuma kita berdua doang ngaso diantara pepohonan. Romantis juga sih… hehehe. Tapi lama-lama mulai serem, jadi kita buru-buru turun lagi. Ha!

kinabalu10

kinabalu11

climbing records – tercatat disini

kinabalu12

kalau lagi nggak berkabut, ini salah satu spot menikmati pemandangan gunung dan air terjun

kinabalu13

kinabalu14

kinabalu29

check out the mountains with fogs. superb.

Nah, kalo udah selesai tuh muter-muterin gunung, kira-kira 40 km-an dari lokasi National Park ini ada tempat yang biasa didatengin turis juga, yaitu Poring Hot Springs. Ini adalah tempat permandian air panas yang bersumber langsung dari pegununungan. Banyak lah di Indo yang model beginian yah. Disini bedanya cuma lebih bersih aja dari yang rata-rata ada di Indo. Tujuan gue kali ini ke Poring Hot Springs bukan untuk mandi air panas, tapi untuk naik CANOPY WALK-nya.

kinabalu15

kinabalu18

ini tempat permandian air panasnya

kinabalu16

kinabalu22

kinabalu23

kinabalu16

toilet di balik semak-semak

Canopy Walk adalah nama lain dari jembatan goyang. Jembatan yang ada disini cukup tinggi, lumayan nakutin, bikin deg2an dan bikin parno apalagi kalo dari seberang jembatan sama suamiku sengaja di goyang-goyangin maksimal. Teriak-teriak deh gue sambil ngakak kenceng. Dari atas sini juga keliatan pemandangan yang lumayan oke. Anehnya, kita musti bayar kalau mau foto dari atas jembatan goyang ini. Kalo kamera nya lebih dari satu ya bayar tambahan lagi. Ada beberapa mas-mas yang tugasnya ngawasin apa para turis colongan motret tanpa bayar. hufft.

Tebak coba, kita foto-foto bayar apa colongan hayoo.. hehehe

kinabalu19

kinabalu20

kinabalu21

Setelah puas naik jembatan bolak balik kayak anak kecil, gue lanjut mendaki ke atas bukit yang ada disitu sekitar 30 menitan ke arah air terjun! Air terjunnya bukan yang gimana-gimana sih, tapi lumayan seger untuk cuci muka dan nongkrong sambil main air. We had our own fun. Abis dari situ kita coba untuk naik terus keatas dan ternyata diatas ada beberapa buah gua. Agak horor gua-guanya, kayak gua untuk bertapa cari harta gitu. Gak menarik, jadi gue langsung cabut – apalagi ujan rintik-rintik mulai turun (again). Dingin maksimal. Brrr.

kinabalu28

climb upppp

kinabalu27

kinabalu25

kinabalu26

Sebenarnya menurut peta lokasi masih ada air terjun lain yang bisa didatengin kalau rela jalan lebih jauh. Tapi pas gue kesana kayaknya waktunya udah nggak memungkinkan. Jadi cukup deh untuk hari ini, maybe next time bisa kesini lagi dan niat jalan lebih jauh. Pengennya sih tahun depan mungkin balik lagi ya untuk liat kondisi Gunung Kinabalu apakah sudah kembali kondusif untuk bisa didaki. Semoga impian mendaki Gunung Kinabalu bisa jadi kenyataan. One day.

and IF you LIKE what you read, FOLLOW me NOW

write your email and you will get ALOT of info on traveling FOR FREE

 
The mountains are where God proves He’s better than any artist in the world at sculpting olivelatuputty.com – @shiningliv

10 comments to Hang Out di Gunung Kinabalu

  • sianny  says:

    ayooo naek gunungg yukkkk

    • Olive  says:

      ayooookkkkk

  • Elizabeth  says:

    great view….nice blog, I just found yesterday. thanks Olive
    but how about the facility like toilet in this national park?

    • Olive  says:

      ah thank u Elizabeth! the facility here is pretty decent and clean, no worries at all:)

  • ine  says:

    Beautiful……beautiful !

    • Olive  says:

      yes it is:)

  • Cycaleonita  says:

    ❤ i adore your blog my dear kaka &
    you are the best of capturing moments… my gosh! *speechless

    • Olive  says:

      ah, that’s so sweet.. thank you dear Cyca❤

  • Elisabeth  says:

    keren gunungnya

    • Olive  says:

      iya… pemandangannya bagus banget di sekitar gunungnya juga..:)

Post Your Comment