Berlayar, LIVE on BOARD di Kepulauan Komodo


Entah kenapa gue menunda cukup lama untuk nulis tentang pengalaman live on board di Pulau Komodo. Yang jelas semalam tiba-tiba terbayang-bayang jelas moment lagi duduk santai di kursi kapal sambil meluk bantal dan membaca buku favorit, melewati serangkaian pulau-pulau yang bentuknya sangat magical – membuat gue seperti lagi ter-transport ke dunia lain. Sesekali mengunyah potongan pisang goreng keju dan nyeruput minuman.

LIFE IS AWESOME. If only I can do it more often often.

So, ceritanya gue dan suami lagi anniversary-an nih! Dan untuk merayakan ulang taun pernikahan kali ini kita sengaja milih untuk tidur di tengah lautan, di atas sebuah kapal, sambil mengunjungi beberapa spot cantik di kepulauan Komodo.

Sepakat sudah!

Kitapun cari info sana sini tentang harga, bentuk kapal, fasilitas, dll. Dari sekian banyak yang kita kontak, ada satu operator travel yang memberi harga bagus (menurut kita) untuk menginap di kapal, keliling ke destinasi piihan kita, all in dengan guide, tiket masuk, makan 3 kali sehari plus cemilan, dan yang paling utama HANYA BERDUA! Private boat renting tanpa sharing dengan orang lain. Woohhoooo🥰

Di Labuan Bajo, kita di jemput si Bapak guide lalu dibawa ke kapal yang akan jadi rumah sementara kita 2 hari ke depan. Then we sailed away. Omg soooo excited!

Kapal kita ukuran kecil atau bisa dibilang sedang deh… Nothing fancy, dengan 2 kamar tidur utama, satu di bawah, satu di lantai utama. Kita memilih untuk tidur di lantai utama karena lebih praktis. Ada kamar mandi persis di sebelahnya. Jangan bayangin kamar mandi keren pake bath tub ya… ini bener2 kamar mandi seadanya. Gapapa deh yang penting bersih, ada shower untuk mandi, dan kloset duduk. Cukup.

Di sisi kebutuhan perut, makanan selalu mengalir tanpa henti di kapal.

Makan pagi, siang, snack sore dan makan malam. Belum lagi ditambah air putih dingin, buah, teh dan kopi panas juga hadir terus. Mungkin terbawa excitement, tapi menurut gue makanan buatan si kokinya kok enak-enak banget ya…hahahah dan gak pelit porsinya! Penting itu.


Kita berlayar hanya pas ada matahari — Begitu malam tiba, nahkoda akan mencari wilayah lautan yang sangat tenang dibalik pulau sehingga bener-bener bisa tidur tanpa goncangan kapal. Berasa lagi tidur di daratan. Banyak kapal lain juga yang ada disini untuk istirahat. Jadi seru juga punya ‘tetangga’ lain di tengah laut. 

Karena kita menyewa kapal sendiri, kita diberi kebebasan untuk memilih tempat yang kita datangi dan berapa lama dihabiskan disitu. Mereka ngasih agenda awal pastinya, tapi kita tetap boleh request dan menentukan.

Salah satu request kita ialah pergi ke satu pulau bernama Pulau Padar lebih dari satu kali (karena jatuh cinta banget) dan kita juga menolak untuk pergi ke Pink Beach yang terkenal itu – tapi diganti ke pantai lain yang warna pasirnya lebih merah. Nggak sengetop Pink Beach, sehingga waktu kita kesana masih kosong tanpa turis!! Cihuy!!

Bukan cuma itu, masih banyak hal tak terlupakan lain di atas kapal. I still can remember clearly tiduran di bagian atas kapal sambil memandang jutaan bintang – plus making wishes ketika ada bintang jatuh yang numpang lewat berkali- kali. I repeat, bintang jatuhnya BERKALI-KALI!!

Menikmati matahari terbenam dari tengah laut setelah berenang sore sambil minum air kelapa muda… and then paginya dibangunkan oleh matahari terbit yang disaksikan langsung dari jendela kamar sambil masih nempelin muka di bantal. Lanjut dengan main air pagi-pagi di pantai super cantik dan berenang di air yang warnanya kayak lukisan. Habis itu bisa selfie sepuasnya sama lautan, seharian. Terus, gue juga ngabisin waktu nemenin suami mancing sambil ngaso dan ngobrol ngalor ngidul.

Gosh, I love that.

berlayar live on board di kepulauan komodo

Ada nggak enaknya gak nih berlayar live on board di Kepulauan Komodo? Oya jelas ada dong.

Puluhan jam berada di atas kapal yang nggak gede-gede amat, terombang ambing kena ombak dan nggak jarang basah kena cipratan air. Trus kalo malam, tidur di kasur yang terbilang cukup tipis dengan suara mesin diesel yang terdengar – plus kadang bau solar masih tercium. Belum kalau mau buang air atau mandi di toilet mini yang udah gue ceritain diatas – jauh dari kata nyaman. 

Ah tapi itu hanya secuil banget dibandingkan keseruannya. Lebih banyak asiknya kok pasti.



I would love to come back there again and again. Kalau kalian ada yang mikir mau nyobain live on board di Komodo, just do it ! Gak usah mikir dua kali. You wont regret it at all 🙂 Nagih malah !

Thanks for reading! And buat kalian yang pengen kesini maupun udah pernah kesini, Please TINGGALIN komentarnya ya… and please WATCH OUR youtube VIDEO while sailing in KOMODO (click here): 

the ocean makes me feel small but it also makes me feel so free olivelatuputty.com/blog @shiningliv

12 comments to Berlayar, LIVE on BOARD di Kepulauan Komodo

  • Anonymous  says:

    kk album barunya bagus deh XD

    • Olive  says:

      hiii makasssii banyak.. thank u for listening..

  • gina  says:

    HI kak minta dong nomor telepon guidenya kakak kemarn di komodo

    • Olive  says:

      maafkan ya.. gak simpen nomornya ya Gina….:(

  • nur  says:

    cantik semuanyaaaaa fotonya

    • Olive  says:

      thank u banger Nur:)

  • Anonymous  says:

    Hai Kak…kalo kesitu ama anak 5 thn n 2 thn gmn menurut kk? Apa tunggu anak gedean? Cantik bgt pasti bintang2nya dimalem hr ya

    • Olive  says:

      halo.. thanks for reading ya.. kalau aku bisa kasi advice, boleh kok bawa anak asal udah biasa travel.. terutama yang kecil. kalo belom biasa, jangan deh ah. casina anaknya.. hehehe have fun ya! and yes the stars were soo pretty

  • Mary  says:

    Love it!

    • Olive  says:

      thank u so much Mary!

  • santi  says:

    aku udah kemari kak sama temen2 kantor bagus banget tapi foto2ku biasa ja nyesel deh

    • Olive  says:

      hi Santi… thank u udah baca, next time bisa ke sana lagi yaa…

Post Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.