my drink at SKYbar, Bangkok

One of the places I really want to stop by in my Bangkok trip this April is Lebua Hotel Bangkok. Why? It’s the Sky Bar.

the iconic STAIRS – Sky Bar, Lebua Hotel Bangkok

Pas banget film “Hangover 3” keluar bulan Mei 2013 ini, gue inget setahun yang lalu, ada temen yang pasang foto di facebook dengan judul “Hangover 2”. Fotonya bagus banget lokasinya, dan pemandangannya juga oke yaitu kota Bangkok dari ketinggian. Penasaran banget jadinya kan. Setelah kepo ke dia dan ke google, ternyata foto itu diambil di Hotel Lebua State Tower Bangkok, salah satu lokasi yang ada di film “Hangover 2”. Makin penasaran! Mumpung lagi di Bangkok April ini, wajib mampir ya kaan!

A friend of mine posted a photo on her facebook a year ago, tagged “Hangover2” with Bangkok scenery as her background. I found out that she took that photo at the Sky Bar, Lebua State Tower Hotel Bangkok, where one of the scenes in ‘Hangover 2 movie’ was filmed (it’s the breakfast scene between Mr. Chow and Leslie as the gang searches for Teddy, if you have seen the movie). I wrote it down on my ‘must go’ list, right away after that.

Me and my friends here in Bangkok had a dinner night out together plan that day, but I think i could steal a few hours before 8pm to have a drink at the Sky Bar just alone with my boyfriend. 😀 We took BTS to Saphan Taksin Station and walked less than 10 mins to the hotel, a tall cream building with the gold dome on the roof. We learnt that this place has quite a strict dress code, especially for men. I can get away with no heels and casual top, but men can’t. The hotel puts it, “no backpack and shorts for gentlemen”. We put our stuff at the concierge before taking the elevator up.

Dari beberapa hari jadwal padat di Bangkok, gue nggak rela kalau sampai nggak sempat mampir ke si ‘Sky Bar’ ini. Jadi musti di bela-belain.  Rencananya malam ini gue dan teman-teman mau jalan makan malam bareng ke salah satu restauran favorit di Bangkok. Gue rasa kayaknya pas nih nyolong waktu 2 jam sebelum dinner untuk kabur ber2an aja ke Sky Bar. Cihuy.

Untuk bisa sampai ke Sky Bar, gue naik BTS dan turun di BTS Saphan Taksin. Dari situ jalan kaki hanya 5 – 10 menitan. Hotel Lebua dari jauh udah keliatan jelas kok. Satu-satunya gedung tinggi warna krem dengan kubah emas di puncaknya. Jadi nggak mungkin nyasar. Begitu sampai di dalam, ada dua poster yang dipajang di deket lift. Satu poster film “Hangover 2” dan satu lagi poster peraturan tertulis yang cukup panjang tentang cara berpakaian yang diperbolehkan untuk naik ke atas. Untuk cewek sih santai. Untuk cowok yang lumayan ketat. Nggak boleh pakai sepatu kets, nggak boleh pakai celana santai dan nggak boleh bawa backpack. Untungnya mereka menyediakan jasa titip barang di lobby hotel, jadi tas gede bisa dititip, keatas bawa tas kecil aja 🙂

Located on the 63rd floor of The Dome at lebua, the Sky Bar is the highest open-air bar in the world, overlooking a panoramic view of the city and the Chao Phraya River. We arrived at 6.15pm and still were able to watch the sunset. The view was really really stunning and romantic, especially when the night officially fell and the city started to light up.

Sky Bar adalah bar terbuka tertinggi di dunia. Bukan cuma tertinggi di Bangkok aja, tapi sekali lagi, di dunia. Hm. Terletak di lantai 63, bar ini memiliki pemandangan yang cantikkkkk banget. Seluruh Bangkok kelihatan, plus Sungai Chao Phraya dan kapal-kapalnya keliatan jelas dari atas. Gue sampai di atas jam 6-an, pas banget matahari mulai tenggelam. Oh, indahnyaaaa…. Menjelang malam, lampu-lampu kota mulai nyala satu-satu. Bengong mode on.

sore…before 6.30pm

malam…after 6.30pm

Despite its beauty, there are a few things I dislike from this place. The moment the elevator door opened, there was a waiter asking if we want to have dinner or just drinks. When we answered, “just drinks, please”, he directed us straight to the bar, and around the bar only we could stand. We were even not allowed to take photos standing at another part of the place, except for the bar. FYI, the bar area is at the corner and VERY small. Everyone else coming was also aiming for the bar, so it got super crowded, it’s even hard to move around. There are no seats as well. Such a limited space, you can feel a bit claustrophobic.

Walaupun pemandangannya yang super oke, ada beberapa hal yang gue nggak suka dari tempat ini. Bayangin deh, waktu lift terbuka di lantai 63, ada satu orang yang menyambut di pintu.

“Makan atau hanya minum?” pertanyaannya.

“Minum aja…”

This way, please..” katanya.

Sehabis itu kita di kawal menuju bar yang lokasi nya di pojok paling luar. Sambil jalan, gue otomatis berenti di tangga dong (yang adalah lokasi ikonik Sky Bar ini) untuk foto. Tiba-tiba ada beberapa petugas keamanan yang bilang bahwa kalau hanya minum, cuma boleh foto dari bar aja. Segitunya ya. Yasudahlah. Masalahnya, area bar-nya tuh kecil banget, seemprit di pojok. Isinya orang semua ‘desak-desakan’, tanpa ada tempat duduk. Untung pemandangannya bagus banget. Kalau nggak pasti agak males deh berlama-lama berdiri massal disitu.

The other thing is the pricey drink. The cost of my mojito and my boyfriend’s beer (a bottle only) was about 1000 Baht (US$ 33) in total. I heard the main meals ranging from US$90-120. Ridicolously expensive. And the mojito my friends, was not tasty. I drank it up only because I paid for it already. HA!

Hal kedua yang gue kurang suka ialah harga minumannya. Minum doang nih untuk dua orang habis Rp.300 ribu lebih! Mojito yang gue pesan rasanya juga biasa aja, nggak spektakuler. Gue lihat kalau mau makan disitu, harga makanan seporsi mencapai satu juta rupiah. Ckckck. Mungkin mereka tau ya kalau turis-turis akan tetap berdatangan walau harganya selangit. Salah satu minuman yang paling laku disini namanya “Hangovertini” <– (dibuat khusus setelah syuting film itu selesai) dijual seharga hampir Rp.200 ribu segelas!

After an hour or so, we left. It’s funny to see the original place where ‘Hangover 2’ has been filmed (this place really sells the movie here, with posters in the lobby hall and drinks named The Hangovertini! ;p). It’s also nice to see Bangkok from another point of view. So, overall, although my boyfriend isn’t its biggest fan, I still think it’s worth the visit.

Gue berdiri menikmati pemandangan selama satu jam disana, abis itu cabut. Makin malam, makin banyak orang yang datang untuk minum disini dan rasa hati sudah cukup puas untuk bisa melihat proses Bangkok berubah warna dari sore ke malam dari ketinggian, ditempat yang populer ini. Lain kali, gue akan mencoba ke tempat-tempat tinggi lainnya di Bangkok. Untuk Sky Bar, sekali ini aja rasanya cukup.

Wanna know more about BANGKOK? Follow me NOW

write your email and you will get ALOT of info! It's super easy and it's FREE

Drinking is always special. That’s why i only do it once a year. Cheers! – olivelatuputty.com -@shiningliv

Tags:  , ,

Post Your Comment