10 Things i Did in Bangkok

Mau ke Bangkok? Ngapain aja di Bangkok dan kemana aja yah? Ini 10 hal yang gue kerjain terakhir kali ke Bangkok.

I have 10 things popped on top of my head if i talk about Bangkok. Here’s the list.

1. Massage, baby!

Nggak ada yg lebih menyenangkan ketimbang nikmatin Thai Massage di negara asalnya, Thailand. Bangkok memiliki ratusan spa dan tempat pijat yg tersebar di seluruh penjuru kota. Walaupun menurut koran lokal hampir 95 persen tempat pijat di Bangkok adalah prostitusi terselubung, tapi mbak- mbaknya rata-rata bisa mijet beneran. Plus gue kan cewek…jadi aman!  Gue nyoba beberapa tempat pijat dan beberapa jenis pijat. Untuk jenis pijat biasa, mereka kurang oke memang. Masih kalah ama mbak-mbak Jawa di Jakarta. Tapi untuk Thai Massage, aih enak baget. Krak! Krek! Badan gue bunyi semua dipelintir mbaknya. Harga Thai Massage bervariasi, berkisar antara 200 Baht (Rp.60.000-an) keatas untuk satu jam.

There’s nothing better than having a Thai Massage in Thailand. That’s the first thing on my mind arriving in Bangkok. Just be extra careful cause most massage parlors function as brothels as well. Just choose for the fancy SPA or famous non-sexual parlors like the one inside “What Po” Temple. I tell you one thing, those Thai masseuses really know what they’re doing. It’s really really good and addictive. (expect to pay around US$10 per session).

Tips: wajib coba Thai Message di ” Massage School” di Kuil Waht Po . Ini adalah akademi pijat di Bangkok. Masalahnya, untuk pijat disini antri banget…bisa 2 jam-an nunggu. Dan disini pijatannya terkenal keras ber- energi! Plus harganya agak mahal, 260B (Rp.85.000-an) untuk setengah jam Thai Massage.

2. Thai Food!

Bangkok terkenal dengan makanannya yang enak- enak. Di restaurant gede maupun pinggir jalan, semua makanan bisa dicoba, apalagi kalo suka jajan. Jujur kalo buat gue sendiri, kadang ada restaurant yang bau-nya aneh, entah karena banyak dupa yang dibakar sehingga ketika bercampur sama bau masakan jadi aneh, atau karena alasan lain. Tapi that didn’t stop me :D. Ada tiga jenis makanan yang gue incar disana. Pertama, salad pepaya/mangga yang gue temuin banyak di pinggir jalan (harga 30B/ Rp.10.000), trus Pad Thai di pinggir jalan juga, yang dimasak langsung di depan muka kita (harga 30B juga), dan makanan penutup favorit gue sepanjang masa yaitu Ketan Mangga. Ini juara satu banget. Di Bangkok, olahan ketan mangganya super enak, jadi nagih! Musti coba!

Oh, where do I start. Thai food is just a perfect way to tickle my tongue. Everywhere I go in Bangkok, good food awaits. Some places have funny smell because of the incense sticks they burn but that doesn’t stop me to eat and eat and eat. My favorite would be the green mango salad and mango sticky rice (OMG!).

Tips: Kalau mau coba ketan mangga di mall, bisa coba di foodcourt mall MBK Bangkok seharga 160B (Rp.50.000). Ini foodcourt pernah kepilih jadi foodcourt paling bagus di Bangkok. Modelnya sih standar mirip foodcourt di Kelapa Gading, tapi makanannya lengkap dari banyak negara termasuk makanan Indonesia dan makanan halal kusus Muslim.

UPDATE terakhir (09/2013) Untuk info tempat makan di Bangkok yang lebih banyak, langsung baca aja tulisan gue yang lain tentang tempat makan di Bangkok, silahkan klik disini.

3.Shopping to the max.

Walau maksud hati nggak pengen belanja gila, tapi apa daaayyyyaaa huhuhu. Untuk cewek, ada satu mall fashion yang bernama “Platinum” yang pasti  bikin kalap. SURGAA banget!!!! Gue ketemu temen gue secara nggak sengaja di Bangkok. Dia cuma punya sejam waktu belanja di Platinum seblom balik Indo, and hasilnya belanja sekantong plastik super gede!!! Seperti gue bilang tadi, kalap.

Barang- barang di Platinum yang gedungnya mirip Mangga Dua (tapi lebih kecil dan bersih dan bagus) ini emang muraaaahhh deh, bagus- bagus pula. Semua ada, dan kalo beli dua atau lebih harganya diskon, karena memang ini tempat aslinya untuk belanja grosiran. Gue rasa yang pada punya butik di Indonesia banyak yang belanja rutin disini. Selama belanja emang ketemu sama orang-orang Indo yang belanja sambil bawa koper gede. Jadi belanjaan udah gak masuk plastik lagi! Langsung masuk koper raksasa!

Selain tempat belanja murah, di Bangkok ada puluhan mall raksasa. Jakarta kalah total! Mall kebanggaan Bangkok ialah Siam Paragon, yang adalah mall kedua terbesar di Asia Tenggara. Mewah and super gede. Mirip ama Dubai Mall di Dubai. Buat kalian yang anak mall, hajaaarrr!!!

You simply cannot not shop in Bangkok, specially if you (ladies) go to Platinum Fashion Mall. It’s an indoor and WAY BETTER version of the famous Chatuchak Weekend Market. Packed with some 1,300 shops, please haggle and go mad. I think the range of styles and what’s available is more than impressive. It’s like a small haven for shoppers. I found a beautiful dress for just US$12. And incase that’s not enough, there are more than 50 more malls in Bangkok, with Siam Paragon as the newest one and holds the record of being the second biggest in South East Asia. Enjoy shopping!!

4. Jalan di Khao Shan Road

Ini tempat wajib mampir karena mirip banget ama Kuta Bali atau Jalan Pham Ngu Lao dan De Tham di Ho Chi Minh City, Vietnam. Satu jalanan isinya bule smua! Resto, bar, hotel murah untuk bakpackers, tempat makan, tempat pijet, tempat tattoo, penjual makanan khas Bangkok, kios untuk bikin idenitas palsu, tempat kepang rambut, dll. Gokil deh.

If you want to drink and party with LOADS of tourists and fellow backpackers then you must go here, and you probably wont need to go anywhere else. Lots of restaurants, cheap clothing stalls, massage shops, tattoos parlors, to fried cockroaches and scorpions at every corner ready to be snacked. HA! Btw the cheapest way to get here is by public bus (number 47 and 5 from near MBK Mall) cause there’s a chance tourists might get ripped off if taking taxi or tuk-tuk.

Tips: disini bisa nyobain cemilan ajaib di Bangkok yaitu belatung, kalajengking, belalang dan kecoak goreng! Wakakakak sadis!! Gue ngeliat pertamanya aja shock banget. Satu plastik dijual ama mbak-mbaknya seharga 60B (Rp.20.000-an). Berani nggak nyobain?

tarantula, scorpion and maggots, all fried!

5. Durian Bangkok!!

Gue jalan disana sini nyobain jambu bangkok, lengkeng bangkok, nenas bangkok, nangka bangkok, dan pastinya durian bangkok. Langsung kebayang dong? Pusatnya buah buah bangkok (buah berukuran besar) itu ya di kota Bangkok ini. Musim durian sendiri ada di bulan April (pas gue dateng) sampe September. Jadi puas puasin deh tuh makan duren. Lokasi jualan ada di banyak tempat kayak di pasar buah atau di China Town. Dan pilihannnya ada macem- macem juga. Durian Montong, Kanyau, dll. Gue beli durian untuk sendiri seharga 80B (Rp.25.000).

Bangkok’s durian is super famous in my country, Indonesia, as one of the best durian, ever. I am lucky cause April is the starting month for durian season in Bangkok, and here I am. Wooohoooo. It’s tasty, creamy and yummmyyy. a MUST eat!

Tips: Harus coba juga Ketan Durian, yang enak buanggettt!!

6. Nyobain kuliner langka di China Town

Gue nggak tau kalau ada MRT yang berenti di deket China Town. Gue pikir harus naik taksi/bus dari depan BTS Siam. Huhu. Jauh! Anyway, China Town Bangkok adalah salah satu yang terbesar di Asia dan merupakan surga makanan. Gue paling suka beli jus delima murni (40B / Rp.13.000) yang dijual di pinggir jalan. Omagaahhh! Seger banget.

Karena belom pernah coba sebelumnya, gue berenti disalah satu tempat makan untuk beli sup sirip ikan hiu dan sup sarang burung walet. Satu porsi kecil buat sendirian plus nasi seharga 310B/Rp.100.000-an. Yang jualan sesosok perempuan cantik semampai, berkaki indah dan berbulu mata palsu. Asli lebih cantik daripada seluruh anggota Cherrybelle digabungin. Pas dia mendekat, dia nanya: “Mau mesen apa?” Gila, gue kaget banget karena suaranya ngebass parah kayak bapak-bapak. Baru sadar kalau dia adalah ladyboy (banci Thailand). Jakunnya belom dibuang. Alhasil sepanjang makan, gue curi pandang terus kearah si mbak alias mas itu tadi. Campuran kagum dan kasian. HUFF!

Btw, abis makan sup sirip ikan hiu yang walaupun rasanya enak, tetep bikin gue merasa bersalah. Kasian hiunya. Sekali seumur hidup deh. Janji nggak akan lagi-lagi dan nggak akan nyuruh orang lain makan juga.

I went to China Town and EAT, of course. This place is famous for its wonderful Chinese Food and Seafood. As a starter, i drank a delicious fresh pomegranate juice, sold at every corner, and then tried a bowl of shark’s fin soup. This is a ‘one time only’ guilty pleasure for me. Sooo delicious but sinful, remembering the amount of sharks murdered and how they are viciously butchered to end up on people’s table. Anyway, the waitress who’s waiting for my table that night was a lady boy a.k.a a she-male. Such gorgeous ladylike figure with a man’s deep voice and an adam’s apple. Ha. You’ll find many of them in Bangkok.

7. Nonton Bola

Tadinya sih mau nonton Muay Thai, tapi di hari gue mo dateng tiba-tiba dibatalin pertandingan-nya. Yawis, nonton bola ajah. Penting juga kan nonton sepak bola lokal pas lagi ke Bangkok, ya kannn….Untungnya di Bangkok Stadion lagi ada pertandingan bola antara ‘Chonburi Fc’ VS ‘Bangkok United’. Plus temen gue disana adalah pemain sepak bola Chonburi FC. Dia lagi cidera, jadi bisa nemenin kita nonton bola bareng. Lumayan, masuk dibayarin, dan dapet kaos plus minum. Di stadion sana minuman botol gak boleh masuk stadion. Semua dituang ke gelas plastik sebelum masuk kedalam. Pertandingan dimulai jam 6  sampai 8 malam dan Chonburi FC menang 2-0.

Watching sports in other countries has always been fun for me, especially football. The first plan was to watch Thai Fight or Muay Thai but the fight was suddeny cancelled that day. So we went to Bangkok Stadium instead, to watch Bangkok United VS Chonburi FC. A friend of ours is a Chonburi FC player and he was injured, so he sneaked us in to watch the game together. It’s a good game and Chonburi FC won 2-0. Awesome.

such colorful football match

 

me before the match

 

8.  ‘Mampir’ ke Soi Cowboy

Bangkok (dan Pattaya) menurut gue lebih ‘sin city’ ketimbang sin city-sin city lain di dunia yang pernah gue datengin, kayak Amsterdam atau Las Vegas. Kalah semua kalaaahhhh!  😀 Tempat pelacuran atau red light district-nya banyak banget dan vulgar semua. Soi Cowboy adalah salah satu red light district yang terkenal di Bangkok, dan masuk di salah satu adegan di film ‘Hangover 2’. Karena pengen liat aslinya bagaimana, gue akhirnya kesana untuk liat aja plus foto-foto.

Begitu turun BTS di sekitaran jalan itu, udah kedengeran dan keliatan hingar bingar dan lampu-lampu jalannya dari jauh. Pas mendekat, waduh mbak-mbaknya sudah membludak sampai ke sebrang jalan, karena mungin lebih banyak supply ketimbang demand. Setelah pas beneran masuk jalan itu, asli no comment deh, baru jalan 20 meter udah ketakutan sendiri melihat tingkah liar dan bentuk-bentuk ‘penghuni’nya. Mbak-mbak mabok (entah perempuan beneran atau jadi-jadian) yang hanya memakai celana dalam kekecilan ada di setiap sudut, puluhan jumlahnya. Cowok yang lewat ditarik-tarik ke kanan dan kiri. Serem! Mau foto nggak jadi karena takut sama mereka. Hahahaha. KABUUURRR!!

I have been to Amsterdam and Las Vegas before. These two cities are wellknown for their ‘sin city’ rep. But overall, they are basically nothing compares to Bangkok (and Pattaya). Bangkok is the real deal sin city. It’s crazy. I went to Soi Cowboy, one of the famous red light districts that features in the ‘Hangover 2‘ movie. The amount of neon on display per square metre here is so many. Loud music, loud laughs, and of course the barenaked ladies (or ladyboys?) are at every corner dancing, teasing and pulling every man passing by. Some people might like to stop and have a drink at one of the bars while enjoying the whole experience. But for me, it’s just simply too scary. A few minutes walk, and I ran out. Fiuh.

Tips: Kalau menurut gue mending nggak usah mampir deh. Mimpi buruk hahaha

9. Naik BTS sampai Tuk Tuk

Bangkok memang mengingatkan gue pada Jakarta. Panasnya, suasananya, macetnya (gak semacet Jakarta sih…), mall-nya, dll. Tapi dalam hal transportasi, Bangkok JAUH diatas Jakarta. Transportasi umum mereka maju dan teratur. Padahal BTS (skytrain) sendiri baru mulai operasi 4 tahun. Minimal pemerintahnya inget sama penderitaan rakyat yaa…

Gue nyobain hampir semua alat transportasi di Bangkok. Harganya terjangkau semua. BTS untuk satu harian penuh 130B (Rp.43.000). MRT seharga 100B (Rp.33.000) untuk satu hari penuh. Kapal sekitar 40B (Rp.13.000) untuk turis dan 15B untuk orang lokal sekali naik. Kereta ke bandara dari BTS Phaya Thai ke Airport Suvarnabhumi 90B (Rp.30.000) sekali jalan. Bus umum 6,5B (Rp.2.000) untuk non AC dan 11B (Rp.3.500) per orang untuk full AC. Taksi sekali naik argonya mulai 35B (Rp.11.500) untuk satu kilo pertama. Dan tuk-tuk-lah yang menurut gue paling mahal. Biasanya kalau liat turis langsung naikin harga seada-adanya, padahal aslinya murah banget. Tuk-tuk mirip banget ama bajaj tapi getarannya jauh lebih halus PLUS ada lampu sen-nya untuk belok kanan kiri. 😀 Yang gue nggak naikin ialah ojek. Padahal ojek disana semua pake seragam oranye, bernomor punggung, dan punya pangkalan sendiri.

on my PINK tuktuk

Bangkok reminds me of Jakarta. But their public transport is 100 times BETTER. I envy them. BTS and MRT, we don’t have that. The price is also very affordable. The fast train from central city to the airport only costs US$ 3 one way. Way cheaper than in Singapore and Kuala Lumpur. When in Bangkok, I tried almost all of the rides they offer, from non-AC public bus to tuk-tuk. In tuk-tuk case, it used to be everyone’s favourite way of getting around Bangkok before the BTS and MRT and bright colourful taxis took over. Now only tourists and visitors mostly use it. So, make make sure some tuk-tuk conmen doesn’t fool you, and make sure you bargain right.

10. Kuil-kuil cantik

Di Bangkok mau nggak mau kayaknya harus minimal ngelewatin kuil-kuil cantik. Tanpa bermaksud untuk masuk kuilpun, waktu lagi nyebrangin Sungai Chao Phraya, ada beberapa kuil cantik yang bisa kefoto dengan jelas.

A visit to Bangkok would not be complete without seeing at least one temple. The best time to visit most temples is in the early morning. It’s cooler and generally less crowded. If you don’t feel like visiting any of it, you will still be able to spot them everywhere, anyway.

diatas kapal – Sungai Chao Phraya Bangkok

souvenirs BIKSU yang dijual deket kuil-kuil di Bangkok..ini patung pasti ada ‘isi’ nya deh

kalau dilihat dari dekat, ini patung mirip banget ama orang asli. SEREEEMM deh

Well, itu 10 hal dari puluhan hal lain yang gue buat di Bangkok di liburan bulan April 2013 ini. Kalau kalian ngapain aja pas di Bangkok? Cerita-cerita dong..:) Tinggalin comment di bawah ya….

Those are the 10 things I did in Bangkok. There are so many other things to do. Just stay safe, and enjoy! Don’t forget to leave your comments below

Do you like what you read & Wanna know more about BANGKOK? FOLLOW me NOW!

write down your email and I will give you free updates and many more

 

Bangkok. Sounds like a place where you should have fun but be very very careful at the same time – olivelatuputty.com@shiningliv

9 comments to 10 Things i Did in Bangkok

  • Yossy  says:

    Ambon Manise Jalan Keren BangkoK ya!

    • Olive  says:

      thank u for reading Yossy!

  • elrika  says:

    tulis musti ngapain di singapore juga dong liv thanks

    • Olive  says:

      halo Elrika… wah SG ya? akan coba aku tulis ya kapan-kapan:) di follow aja dulu blog nya hehehe thank u

  • siska jayanti  says:

    mau ke bangkok semoga bisa terwujud amin

    • Olive  says:

      aminnnn… semoga segera!

  • Irene  says:

    Testing…..

  • Ramadani  says:

    keren artikelnya..jadi pengen ke bangkok. thanks olive

    • Olive  says:

      thank u:) ayo kesana!

Post Your Comment