Having Fun di Hidden Canyon Beji Guwang Bali

 

“Naik turun batu, manjat kanan kiri. Belum bagian nyemplung sungai melawan arus berkali-kali. Gue, yang nota bene gak bisa berenang, hampir hanyut melulu. Suami kerja super ekstra memastikan istrinya nggak ilang dibawa air. Kita udah kayak monyet disini”.

________________________________________________________________________________________________

Suamiku ulang tahun!

Di hari ulang taun nya, pas kita lagi di Bali, dia request mau nya melakukan kegiatan yang ekstrem! Manjat sesuatu atau terjun dari sesuatu atau koprol atau apa kek gitu yang menguras energi! WEKS! Ajaib amat request nya. Gue pikir tadinya mau berenang cantik, bobo manis dan dinner aja di hotel kita di Ubud. Nah ini kok minta nya beginian…. diluar prediksi.

midnite – birthday boy

morning time – birthday boy

Tugas mikir harus ngapain pun jatuh di pundak gue. Kemana yah kalo mau yang ekstrem? Aku bingung. Langsung bikin list:

– naik gunung Agung mumpung lagi mau meletus (tapi kayaknya nggak mungkin karena jalanan ke atas di tutup)

– ke salah satu air terjun yang akses jalanannya susah (boleh juga nih…)

-atau pergi ke Hidden Canyon Beji Guwang! (Ini kayaknya ide cemerlang!)

Hidden Canyon ini udah gue denger dari banyak orang berkali-kali. Kayaknya bakal seru untuk memenuhi request si yang lagi ulang tahun dengan pergi ke canyon ini.

Setelah ide ini gue lempar ke dia, dia pun mau!

Maka tanpa ada gambaran yang jelas bakal kayak apa bentuknya, berangkatlah kita ke Hidden Canyon di daerah Sukawati. Gue udah nyiapin rencana cadangan, kalau sampe jelek tempatnya, kita akan pindah tujuan, berburu air terjun!

Sampai di Hidden Canyon, cuma ada mobil kita doang tamunya. Sepi. Gue turun duluan, dan ngeliat ada satu motor berisi 2 bule yang datang tapi nggak jadi masuk ke canyon karena nggak bawa duit. Langsung gue bilang ke suami yang kebetulan muka nya bule – “Babe, kita ngobrol jangan pake bahasa Inggris disini yak.. kayaknya kalo bule harganya beda nih ama lokal. Bahasa Indonesia ya, kita harus dapet harga lokal”.

Dan bener, pas kita berdua bayar, (144 ribu untuk berdua), ada satu bule yang baru datang disuru bayar 150 ribu sendirian. Dia nggak jadi masuk karena nggak bawa duit. Ini bule-bule kok pada kere ya btw? Hehehe

Anyway, dengan harga segitu kita udah dikasih satu orang Guide yang akan membantu kita beraktifitas.

ini dia Guide kita

Kalimat pertama yang da tanyain ke kita:

“Bersedia basah gak?” Sambil ngeliatin kita dari atas sampe bawah.

Suami balas “Emang sedalam apa air nya?” … dia scanning kita lagi.

“Sampe leher” katanya. Gue dan suami liat-liatan.

“Oke!” jawab kita kompak.

Untungnya kita berdua bawa baju ganti di mobil. Setelah ganti baju, maka masuklah kita di Hidden Canyon ini.

Ternyata, canyon ini beda musim akan beda pengalaman. Kalau lagi musim panas, maka canyon ini akan kering dengan air seadanya. Turis yang datang akan jalan melenggang masuk dengan santai, lalu foto-foto seadanya sambil melewati canyon. Nggak ada serunya deh.

SEMENTARA KITA DATANG DI MUSIM HUJAN!,

dimana air sungai lagi melimpah, dan membuat canyon ini “banjir” air sehingga otomatis akan lebih susah dilewati. Bahkan guide kita bilang ada hari-hari dimana canyon ini akan ditutup untuk umum karena beneran banjir bandang, dan semua bagian canyon akan terendam air.

(Warning: kalau kesini lagi musim hujan bener-bener harus ekstra hati-hati ya…jangan sembarangan, apalagi mencoba masuk tanpa guide. Kalau ada banjir di hulu, para penjaga akan di beri informasi lalu pengunjung akan dievakuasi sih.. tapi tetap always careful. Nggak lucu kan lagi tamasya lalu hilang karena keserang banjir bandang).

Ada tiga bagian canyon yang harus kita lewati berisi batu batu besar yang harus naikin lengkap dengan pengalaman masuk air sungai dalam dengan aliran air yang super deras!! Gokil!!

10 menit pertama, gue dan suami udah basah kuyup dan kepeleset berkali-kali. Seru banget ya ampun. Guide kita, (lupa namanya — maap mas!) sangat membantu. Dia hafal di luar kepala jalur di canyon ini sehingga dia tau persis ada batu besar di kanan atau di kiri. Harus injak sebelah kanan atau kiri.

Kita udah kayak monyet disini.

Naik turun batu, manjat kanan kiri, kaki kanan naik duluan kaki kiri nyusul, bener-bener olahraga alam. Belum bagian nyemplung sungai melawan arus berkali-kali. Gue, yang nota bene gak bisa berenang, hampir hanyut melulu. Suami kerja super ekstra memastikan istrinya nggak ilang dibawa air. Hahahahaha

Guide kita pun udah hafal bagian fotogenik di canyon. Dia pegang hp kita, dimasukin ke tas nya yang anti air, dan setiap ada moment dia langsung motret dengan sigap. Cekrak cekrek! Ah, makin merasa bersalah gue gak inget namanya.

Di salah satu bagian canyon, kita ketemu air pancuran alami dari gunung yang hangat airnya. Kita berdua pun bilas cukup lama dibawah pancuran. Very nice.

Di sisi lain canyon, suami ketemu batu besar dimana dia bisa loncat ke bawah karena airnya sangat dalam. Beberapa kali dia loncat ke sungai – dan disalah satu pendaratan, DIA LANDING DI ATAS BIAWAK yang lagi asik berenang!!! Dia kaget berenang ke kiri, biawak juga syok kaget berenang ke kanan. Wwkwkkwkwkw pemandangan yang lucu. Tapi untung gak digigit!!!

Walau gak di gigit biawak, suami sempet jatuh di atas bebatuan sampe bedarah-darah! Tapi bukannya bt, dia malah hepi setengah mati karena bisa bawa oleh-oleh kaki bedarah di beberapa bagian. Gue sendiripun sempet kepeleset dari batu besar jauh ke bawah! Tapi puji Tuhan gak sampe kenapa-kenapa. Kita berdua kayak dua anak kecil kegirangan di taman bermain.


Can u see my husband back there?😬

Canyon nya sendiri juga cantik loh, kayak pahatan batu-batu dengan lelukan lelukan seksi. Hehehhehe

Sama sekali nggak nyangka bisa ngabisin waktu kurang lebih 2,5 jam se seru ini. Basah kuyup tapi with a big smile on our faces. Sepanjang di dalam canyon, hanya ada 6 orang turis bule lain yang wisata bareng. Mereka tapi pergerakannya lebih cepet. Kita berdua orang terakhir yang sampai di ujung canyon. We really took our time and we enjoyed it so much. Untung gue milih aktifitas ini, karena suami happy banget dengan hari ulang taunnya, jumpalitan, as requested!

Kalau kalian mau ke Hidden Canyon ini, pastiin aja pas debit air nya lagi pas ya buat adventure. Kebayang kalau sungai nya lagi kering… walau canyon nya bagus, ya garing aja rasanya…cuma kayak numpang foto doang. Krik krik krik.

Keluar dari canyon, kita ketemu satu warung yang jualan minuman dingin. Ahhh seger banget nongkrong situ setelah pegel gila rasanya badan. (Suami sih teuteup nyarinya kopi panas…huft).

Ada pilihan dari situ untuk lanjut ke mini zoo rumahan dengan bayaran sukarela persis di samping canyon – tapi kita milih untuk langsung cabut aja, ngelewatin hamparan sawah hijau ke arah parkiran.

It was really a great day!

Selanjutnya, kita makan-makan di resto sampe kenyanggg!! Mengisi energi yang habis dipakai di canyon.

Have fun di hidden canyon beji guwang

Oya, di perjalanan ulang taun bulan Desember 2017 ini, si anak ulang taun juga minta untuk kita untuk pergi ke daerah Gunung Agung untuk ngeliat gunung lebih dekat karena memang ini pas lagi timing gunung nya mau meletus lagi. Baiklah, your wish is my command, Babe.

Tapi fyi, momen gunung meletus ini kayaknya waktu yang cukup menyedihkan bagi masyarakat Bali karena Bali jadi sempat sepiiiii banget. Hotel pada kosong, jalanan kosong, tempat wisata kosong, resto pun banyak kosong. Beberapa hari kita disana menyaksikan itu. Sedih deh. Bayangun Ubud tanpa turis! Kita sampai menerima telpon dari salah satu hotel meminta kita menginap di hotelnya karena tingkat hunian yang drop disana. Harga hotel dikasih diskon gede!

Syukur ekonomi Bali bisa pulih lagi dalam waktu cepat.

NAH, karena gue gak ada rencana untuk nulis tentang pengalaman lain kita selain cerita ‘having fun di Hidden Canyon Beji Guwang’ dalam kunjungan di Bali kali ini, gue pajang beberapa foto-fotonya aja ya, just to remember our awesome trip this time.

Happy Birthday Love!❤️ 

Ps: untuk bisa dapetin cerita dan info travel gue lainnya langsung ke inbox email kalian, SILAHKAH FOLLOW MY BLOG sekarang. Thanks Guys 

It's easy!

write your email here.

Photos:

 

 

Wrinkles should merely indicate where the smiles have been – Mark Twain 

-olivelatuputty.com/blog – @shiningliv

 

6 comments to Having Fun di Hidden Canyon Beji Guwang Bali

  • Vicky Laurentina  says:

    Busyet dah. Gw seneng kayaknya ke canyon ini, tapi kalo pakai berenang di ekosistem yang sama dengan biawak kok jadi serem ya, hahhahaa..

    • Olive  says:

      hei Vicky… must go nih kalo ke Bali..aman kok! kemaren juga biawaknya gak ganggu sama sekali..hehehe

  • ADE - bandung  says:

    Selamatbulang taun utk suaminya ya mba

    • Olive  says:

      Hallo adeee makasih yaaa

  • dian  says:

    Saya udah kesini tapi airnya kering jadi beda cerita foto foto banyak

  • Meilana  says:

    Kaa, ini pas ka matias ultah di tahun 2017? Hehehehe…bisi kaka salah ketik..heheh

Post Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.