Travel Romantis ke Maldives

maldives

Satu hari setelah menikah, gue dan suami terbang ke Maldives. LANGSUNG! Nggak pake basa basi. HA!

NAH, suami titip pesen nih.. “kamu tuh kalo jalan-jalan banyak yang di tulis di-blog. Yang kali ini nggak usah ditulis detail ya…” Iya juga sih, namanya honeymoon kan privasi banget yaa. So, the full story will be kept as our own, dan yang akan gue share disini cuma cerita umum nya aja.

Seneng banget nih karena setelah menunggu bertaun-taun, AKHIRNYA oh akhirnya gue ke Maldives juga!! Ini adalah satu ‘negara wajib dateng’ di daftar travel gue and I save this one for a special special time. Maldives / Maladewa dikenal sebagai top 3 tempat bulan madu paling populer di dunia. Gue sendiri pengen banget ke Maldives bukan karena lagi hits, tapi emang dari jaman SMA dulu, thanks to sebuah wallpaper komputer yang majang foto Maldives yang buaaguss banget, dan gak bisa gue lupain sama sekali.

Setiap langkah travel seseorang kadang memang dimulai dari wallpaper.

maldives

and we almost landed

Gue dan suami menempuh perjalanan selama hampir 6 jam di angkasa, sempet ngelewatin turbulance super parah, dan sampailah di Maldives. YES!!! Surga dunia nih yaa? Eh bentar, surga tapi kok panas banget ya? Dilewatin sama garis katulistiwa memang ngebikin Maldives panas banget. Matahari terik seterik-teriknya dan sangat cepet bikin item kulit. Jadi musti rajin ngolesin sunblock!!

Buat yang nggak ada bayangan Maldives kayak gimana, gue ceritain dikit boleh ya? Maldives tuh negara terkecil di Asia, dengan jumah penduduk cuma sekitar 300 ribuan orang (tahun 2014) – bandingin deh ama Jakarta yang populasinya 12 juta orang! Di Maldives semua daratannya ialah pulau-pulau kecil, sekitar 1000-an buah pulau yang kesebar disana-sini. Yang ada penduduknya cuma 200 pulau, sisanya pulau kecil yang kosong, biasanya lengkap dengan pasir putih dan air transparan di sekitarnya.

Nah, dari 200 pulau yang ada isinya, terdapat 1 pulau untuk airport, 1 pulau tempat ibukota bernama MALE, ratusan pulau untuk resort dan hotel, dan pulau –pulau sisanya untuk tempat tinggal penduduk. Pulau tempat penduduk tinggal sih rata-rata biasa aja ya bentuknya. Yang disebut-sebut orang sebagai “surga” itu ialah resort yang keren-keren di tengah Samudra Hindia yang menyebar di seluruh Maldives.

Di Maldives gak ada dataran tinggi sama sekali. Dataran paling tinggi ya gundukan pasir doang 1-2 meter. Mangkanya pemerintahnya takut banget bahwa dalam beberapa puluh tahun ke depan, Maldives bakal tenggelam karena naiknya permukaan laut akibat pemanasan global. Sereemm yah. Mangkanya sebelum tenggelam musti ke Maldives!

maldives

me and maldives airport

Turun dari pesawat dan ngelewatin imigrasi, gue sebagai orang Indonesia nggak perlu repot karena kita bisa melenggang langsung dan dapet ijin tinggal disana selama 30 hari tanpa visa. Awesome!

Pas jalan keluar dari airport, gue langsung disambut sama lautan yang warnanya bikin takjub! Buset, di depan airport aja kayak gini bagusnyaa?? Nah di airport ini turis akan langsung dijemput sama resort yang sudah di pesan sebelumnya. (kalau booking resort, sudah otomatis harus bayar ekstra untuk penjemputan/pengantaran; nggak bisa cari transport sendiri untuk datang ke resort). Penjemputan bisa dilakukan pakai kapal atau pesawat kecil yang mendarat di air. TAPI, ada resort-resort yang hanya mau melakukan penjemputan paling lambat jam 4 sore (terutama resort yang hanya bisa dicapai pakai pesawat kecil). Jadi kalau lewat, ya harus nginep dulu di ibukota Maldives yang bernama MALE, lalu besok paginya baru dijemput.

maldives

the dock in front of the airport

Di depan airport ini ada tempat penyebrangan dari airport ke MALE. Disitu ada ferry umum setiap 10 menit selama 24 jam. Nyebrang nya bentar banget, nggak sampe 15 menit. Male sendiri sebagai ibukota adalah kota yang sangat kecil, asli cuma berapa puteran doang dengan jalan yang sempit-sempit. Kemana-mana bisa pakai taksi carteran. Tapi gue rasa jalan kaki juga bisa sih sebenernya, nggak mungkin nyasar juga. Di kota Male ada banyak hotel-hotel singgah, tempat makan, museum tsunami (mereka pernah kena tsunami di 2004), segala jenis toko-toko berukuran kecil, dan bangunan bersejarah.

maldives

MALE city from a distance

Oyah, satu info penting yang harus tau tentang Maldives yaitu negara ini menganut ajaran Muslim yang radikal. Jadi lo bakal nemuin hampir semua penduduk cewe berhijab, Masjid dimana-mana, dan hari libur nasional nya ialah hari Jumat, dimana toko-toko tutup dan transport lokal banyak yang gak beroperasi. Penduduknya dilarang merokok di tempat umum, dilarang menjual dan mengkonsumi minuman keras, dan turis perempuan dilarang pakai baju renang, apalagi bikini di pantai umum (semua larangan ini tidak berlaku di Resorts).

Anyway, we truly enjoyed our special moment of being there together. Bulan madu di tempat impian. Dan setelah kurang lebih satu minggu, ada satu hal yang paling pengen dilakukan yaitu: SEGERA BALIK LAGI kesini untuk bulan madu part 2. 😀

maldives

photo of our wedding rings with a friendly mr.CRAB in Maldives

 

* photos are taken with iphone

guys, you can subscribe to my blog and scroll down some more to leave your comments… thank you:)

 

 

Happiness consists of living each day as if it were the first day of your honeymoon – olivelatuputty.com @shiningliv

 

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Tags:  ,

2 comments to Travel Romantis ke Maldives

  • Reyhan  says:

    Congrats weddingnya olive

    • Olive  says:

      thank you so much:)

Post Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.