a story: PENIPUAN di Lembongan Bali

Bulan Juni 2013 ini saatnya untuk travel rame-rame, barengan my dear friends. Selain pengen liburan, satu orang temen deket pas mau ngerayain ulang tahun nya, plus salah satu nya lagi bakal menikah bulan depan. PAS deh momentnya buat jalan bareng. So, tanggal 11 kita berangkat, just the 6 of US, all girls, ke BALI! YEAY!

Banyak hal yang menguntungkan kalau kita liburan bareng. Salah satunya pastinya jauh lebih irit, soalnya semua pengeluaran pasti di bagi rame-rame. Kalau murah, ketawa sama-sama. Kalau mahal, menderitanya juga sama-sama. Haha! Kita juga nyobain beberapa villa bagus yang harganya lumayan permalamnya, di beberapa tempat yang berbeda di Bali. Dengan prinsip bagi rata tadi, jadi bisa nyobain tempat yang biasanya bukan menjadi pilihan pertama kalau lagi travel on budget. Salah satu tempat yang kita datengin kebetulan belom pernah gue kunjungin di Bali. Namanya Nusa Lembongan. Nggak tau juga kenapa berkali-kali ke Bali kok belum pernah mampir kesini. But hey, better now than never ya kan.

lembongan

Untuk bisa sampai ke Lembongan, kita musti nyebrang dari daerah Sanur, tepatnya dari belakang Hotel Grand Inna. Temen gue dapetin harga Rp. 250.000 per orang untuk naik kapal cepat pulang pergi Lembongan. Reaksi pertama gue ialah: “Buset, mahal banget ya? Seriusan deh. Bisa lebih murah nggak?”

Well, katanya sih dengan harga ini menyeberang jadi lebih cepat karena pakai speed boat, hanya 25 menit saja. Kalau bayar lebih murah, waktu tempuhnya bisa 1,5 jam naik kapal kayu. Jadi harus pilih, mau buang uang atau buang waktu. Hm. Stelah gue perhatikan, ada satu hal saja yang harus diingat. Begitu sampai di pelabuhan penyebarangan, harga kapal sebenarnya berBEDA-BEDA di setiap counter penjualan tiket. Harga bisa ditawar, dan tergantung pada kemurahan hati si penjual plus luck. Lots of luck. We weren’t that lucky that day I guess. Anyway, dua puluh lima menit kemudian setelah menaiki kapal cepat yang menurut gue sangat kelebihan muatan, kita sampai di Lembongan yang tidak terduga ternyata pantainya masih memiliki warna air yang masih sangat jernih dan menggoda. Warna airnya bagus loh, 180 derajat bedanya dari warna air di Sanur. Nice.

lembongan

the girls and our JEEP

Dari pantai, kita dijemput naik jip dan diantar ke villa yang sudah dipesan online via booking.com tiga minggu sebelumnya. Disini ceritanya jadi menarik. Yang kita pesan namanya Vila Shambala, sebuah villa privat cantik di bibir tebing dengan pemandangan langsung laut dan matahari terbenam serta kolam renang pribadi. Tapi bukannya kesitu, kita malah diantar ke villa lain bernama Sunset Villa, sebuah tempat penginapan umum dengan pemandangan pohon-pohon tanggung, beberapa tukang bangunan yang lagi sibuk bekerja, dan kolam renang umum di kejauhan dengan beberapa bule berjemur. LOH KOK?

me, at one of Lembongan corners (taken by a friend’s camera)

lembongan

me, at one of Lembongan corners (taken by a friend’s camera)

 

Setelah meletakkan koper di kamar yang bener-benar standar, terjadilah percakapan dengan si Bli (panggilan mas-mas di Bali) kurang lebih sebagai berikut: (disingkat aja ya, soalnya percakapan aslinya lama banget)

Kita: “Loh Villa Sambala nya mana Bli? Kenapa kita ditaro disini?”

Bli: “Maaf banget mbak, beberapa hari lalu badai, Villanya rusak total. Ada pohon tumbang di ruang tamu. Skarang lagi dibenerin…banyak tukang juga. Nggak bisa deh..jadi kami ganti dengan yang ini. Kan sama bagusnya…”

Kita: “Ya nggak bisa gitu dong… Minimal gantinya ya private villa juga bukan penginapan umum kayak gini…ini beda jauh lah harganya…Dari sini mana bisa lihat sunset dari tebing? Kolam renangnya juga jauh”

Bli: “Ah yg ini kan juga bagus….ada tebing juga kok..jalan 100 meter aja nanti saya antar…”

Kita: “Waduh Beli…Gini deh, kita lihat kerusakannya di Villa Shambala kayak gimana ya? Mending tidur sambil meluk pohon tumbang deh di Shambala, ketimbang tidur di villa yang ini…kita kesana deh sekarang…mau lihat!”

Bli: “Emm, jauh villanya…udahlah disini aja”

Kita: “Gapapa deh jauh juga. Kita nggak mau disini pokoknya. Kita kecewa banget. Kita bakal tulis review deh di booking.com, sangat kecewa dengan kondisinya begini..” Si Bli tampak berpikir kebingungan dan jalan menjauh selama beberapa waktu.

Sementara itu, kita ber6 langsung atur rencana untuk snorkeling sepanjang sore sambil terus membahas betapa kecewanya kita. Setelah beberapa waktu, Bli kembali lagi.

Bli: “Hm..gini…sbenarnya gini… tapi jangan bilang-bilang ya..hm gini…sbenarnya ada orang meninggal disini..dan bos kami mau datang melayat. Jadi bos mau menginap di Shambala. Mangkanya kalian nggak bisa pakai. Tapi ada kemungkinan dia datangnya besok. Jadi nanti sore mungkin kalian bisa pindah ke Shambala deh”

Kita: “WHATTT??” Bli tau apa namanya ini? Ini penipuan! Ini cerita Bli yang baru juga belom tentu bener nih kan”

Bli: “Hm, mbak tolong dimengerti ya”

Kita: “omg, baru kali ini nih ngalamin beginian. Bener-bener nggak bisa dipercaya nih Bli.. kita nggak mau tau, pokoknya kita mau snorkeling sekarang dan pulang snorkeling kita maunya diantar ke Shambala. Plus barang-barang diantar kesana. Kita juga mau dapat diskon snorkelingnya!”

lembongan

Kitapun snorkeling bersama ke beberapa spot di Lembongan yang cukup menarik. Si Bli memberi diskon untuk kita sehingga kita cukup membayar total harga Rp.500.000 untuk paket snorkeling 6 orang. Dari Villa kita dibawa naik motor selama 20 menit (cukup jauh) –Untuk info, Lembongan jauh lebih besar dari Gili Trawangan Lombok. Jadi kemana-mana butuh kendaraan, motor atau mobil. Sepeda juga bisa sih, tapi beberapa medan yang curam tampaknya terlalu berat untuk sepeda– ke tempat para nelayan setempat panen rumput laut. Dari situ, kita naik kapal nelayan melewati area hutan bakau lalu menuju ke beberapa lokasi snorkeling di laut lepas. Sayang kali ini gue nggak bawa kamera bawah air untuk mengabadikan Lembongan. Didalam air, gue ngeliat ada bagian yang penuh koral yang masih hidup dalam berbagai warna, tapi ada juga spot yang ‘gersang’ karena koralnya sudah banyak mati. Rasanya seperti berada di lapangan rumput luas versi bawah laut. Kalau soal ikan, di Lembongan jenis-jenis ikannya tidak terlalu variatif, tapi jumlahnya cukup banyak. Cukup menghibur waktu kita naburin biskuit dan ikan-ikan mulai mengerubungi kita.

Hari itu arus air di lautan Lembongan cukup kuat, dan gue sempet bikin panik semua orang gara-gara alat nafas di masker gue copot dan gue teriak-teriak minta tolong. Abisnya banyak nelen air! Tapi diluar insiden itu, all of us basically had lots of fun in the water. Gue sendiri yang sudah cukup sering snorkeling di banyak tempat yang berbeda, baru pertama kali di Lembongan ini ketemu sama mawar laut. Warnanya pink terang dan tampak mekar berseri diatas karang. Ah, baguuuus banget!!

the 6 of us girls in the water – (taken by a friend’s camera)

Setelah menghabiskan beberapa jam di air, kita kembali ke darat. Makan pisang goreng dan minum air kelapa muda bentar sambil ngaso, si Bli pun kemudian datang menjemput dan mengantar kita ke Villa Shambala. Tempat yang memang sudah kita pesan. Kenyataannya disana tidak ada pohon tumbang dan semua baik-baik saja karena memang dalam beberapa minggu terakhir Bali cerah tanpa badai.

Bli: “Bagus kan ya villanya”

Kita: “Loh, emang bagus dan emang kita mustinya ya dari awal dibawa kesini….nggak pake dibohongin dulu!”

Bli: “Tapi saya minta tolong ya, tolong kerjasama saya…bayarnya cash aja ke saya dan jangan bilang apa-apa ke booking.com. Kalau pihak mereka telepon, bilang saja kalian tidak jadi datang ke Lembongan karena kapal terlambat….ya mbak ya…”

Kita: “……..”

Aduh Bli ini. Penuh tipu menipu sekali.

the SHAMBALA VILLA, (photo taken from the villa’s website)

Shambala Villa (taken from the Villa’s website)

US relaxing in the pool of Shambala (taken by a friend’s camera)

Buat gue and the girls, yang paling penting ialah kita tidak jadi ditipu untuk tinggal di tempat lain, dan berhasil menginap di Villa yang seharusnya. We got the place all to ourselves, including the stunning view and the small jaccuzzi type of pool. We had a good bachelorette party that night and enjoyed our time to the max. Tempat ini sangat bisa direkomendasikan untuk yang mau seru-seruan bareng keluarga, teman atau pasangan, asal saja jangan berurusan dengan orang yang sama yang berusaha nipu kita kemaren ya! Oh, what an experience.

by the way, if you like this blog, FOLLOW me NOW

write your email and you will get ALOT of info on traveling FOR FREE

one happy recipe is to go out and laugh hard with friends! – olivelatuputty.com -@shiningliv

6 comments to a story: PENIPUAN di Lembongan Bali

  • Reky Tamaela  says:

    Nice story .. (Y)

    • Olive  says:

      thankk uuuu ^^

  • Nona  says:

    Kalau aku kapan di ajak ke sana?

    • Olive  says:

      hahaha ayo dang!

  • Kon lie  says:

    Wah thanks a lot infonya, this place will be on my list, thanks

    • Olive  says:

      ure welcome!

Post Your Comment