Main Sama Rusa di Ciwidey Bandung

Akhirnya gue dan suami memberanikan diri juga untuk nyetir ke Bandung. Agendanya ada banyak. Ketemu orang tua, kulineran, ketemu beberapa teman, dan KE CIWIDEY! Kenapa Ciwidey? Karena sudah rindu liat danau dan pepohonan. Rindu ketemu alam nih.

Kita nginep di hotel karena nggak berani bawa resiko bawa virus kalo nginep di rumah. Itung-itung sekalian lah ya tidur di hotel. Lumayan udah lama nih nggak masuk hotel soalnya .

Hari kedua di Bandung, kita cabut ke Ciwidey. Gue baru tau kalo ternyata sekarang sudah ada jalan tol Soreang yang sangat mempersingkat perjalanan. Berasa loh! Kebetulan jalanan kosong, jadi makan cepet aja rasanya. Dari daerah Asia Afrika tempat hotel kita berada, cuma dibutuhkan waktu 1,5 jam untuk sampai di lokasi. Canggih euy.

Sepanjang jalan hati gue cukup sedih melihat restoran-restoran yang bertaburan di rute yang kita lewati, 95% dalam keadaan tutup. Ah, Covid 2020 ini memang negatif sekali dampaknya ke lokasi wisata. Tadinya pasti wisatawan ke Ciwidey sangat berlimpah. Tapi sekarang? 

Semoga keadaan cepat pulih ya…

 

Dari berbagai tawaran wisata di Ciwidey, gue dan suami memilih Danau Situpatenggang, memanjakan mata dengan air dan pepohonan, lalu lanjut ke penangkaran rusa. Nah, ini yang gue tunggu-tunggu.

Ketemu rusa!

Bayar 50 ribu untuk dua orang plus parkir kendaraan, kita disambut lahan hijau yang cukup luas dengan kurang lebih 30 ekor rusa berbagai ukuran. SO EXCITED !

Kita dilarang bawa makanan sendiri karena pihak pengelola sudah menyediakan wortel dengan harga 10 ribu per ikat untuk pakan rusa.

Yang bertamu sore ini tidak banyak, sehingga kita bisa santai menghabiskan waktu dengan para rusa tanpa berebut perhatian dengan tamu lain. Para rusa ini punya kepribadian yang beda-beda loh. Ada yang nakal dan agresif, dan ada juga yang kalem dan suka menyendiri. Salah satu yang paling nakal bernama Boy, dan si yang paling kalem bernama Glen.

Salah satu mas-mas pengelola cerita panjang lebar ke kita tentang kelakuan para rusa di tempat penangkaran ini. Mereka pastinya sudah sangat terbiasa dengan kehadiran manusia. Kalau kita lagi bawa makanan, mereka akan terobsesi sama kita, mengikuti kemanapun kita pergi sampai wortel bisa berpindah tangan ke mulut mereka. 

main sama rusa di ciwidey

main sama rusa di ciwidey

main sama rusa di ciwidey
kami berdua, main sama rusa di ciwidey

 

Mereka nggak pernah kenyang, kata si Mas. Always hungry. Apalagi si Boy dan temannya yang kita kasih nama Dendeng. Mereka berdua rela kita suruh apapun demi makanan. Salah satu atraksi yang mereka lakukan ialah berdiri dengan dua kaki untuk bisa menggapai wortel di tangan gue. Wuih. Tadinya kita niat hanya beli satu tumpuk wortel, tapi ternyata nggak cukup. Kita musti nyetok lagi, dan lagi. Seneng deh bisa kasih makan mereka sambil jalan sana sini dan di ikutin kemana-mana. 

main sama rusa di ciwidey

Oh, how I love animals. So, being with these deer bener-bener jadi hiburan banget buat jiwa gue. I need this. Kadang, terapi terbaik kala gundah memang bermain dengan makhluk ciptaan Tuhan lain selain manusia. Hahaha

Dari jauh gue liat si rusa kalem, Glen, sendirian aja di pojokan. Jadi gue bela-belain jalan cukup jauh ke arah dia melewati kolam lumpur untuk menyapa. Awalnya Glen nggak terlalu tertarik kehadiran gue. Dia tetap duduk kalem, ngeliatin gue dan sesekali mengeluarkan suara. Tapi kemudian dia mulai berdiri sebentar dan bersedia untuk gue aja ngobrol dan main. Lucunya, pas lagi ditengah-tengah “dialog” kita, tiba-tiba dia berlari menjauh. Kirain ada apa. Ternyata dia mau buang air!! Karena dia sifatnya sangat pemalu, buang air pun dia harus sembunyi dan menjauh dari manusia. Awww sopan banget. Nggak kayak yang lain, main prett aja tanpa peringatan apapun. Hahaha Salah satu resiko berada di sekitar rusa ya kena pipis dan pup dadakan. Kena-kena dikit gue sih cincay. I don’t mind.

main sama rusa di ciwidey

Rusa-rusa ini basically terlalu ramah.

Beberapa kali gue sempet kaget ketika mereka kasih pose menanduk, tapi ternyata bukan dengan niat menyakiti, tapi karena tanduknya gatal. Gue juga baru tau tanduk mereka yang terlihat kokoh ternyata sama sekali tidak tajam. Bentuknya bulat dan ada bulu-bulu halus. Lembut kalo dipegang. Eh tapi mereka sensitif banget loh kalo disentuh di bagian tanduk. Mereka lebih suka dibelai di bagian kepala atau leher.

main sama rusa di ciwidey

main sama rusa di ciwidey
all smiles, when you get the chance to main sama rusa di Ciwidey

 

main sama rusa di ciwidey

 

main sama rusa di ciwidey

Setelah beberapa lama main sama rusa, kita ngeliat sepasang calon pengantin mencoba mengabadikan momen romantis ditemani rusa tapi gagal karena kurang usaha. Kita ngeliat beberapa mbak lari ketakutan histeris dikejer rusa padahal mungkin rusanya ngejer karena dikirain mereka bawa makanan. Kita juga ngeliat anak-anak kecil yang cuma meliat rusa dari jauh sambil dadah-dadah. Ah, sayang banget. Andai mereka berani mendekat pasti senyum mereka akan lebih lebar ketika pulang, just like our smiles now.

Dalam perjalanan pulang, gue mampir sebuah toko tanaman kecil dipinggir jalan. Harap dicatat momen ini dalam sejarah: di Bulan Juli 2020 ini, ada trend belanja tanaman sedang terjadi di Kota kota besar di Indonesia. Mirip dengan trend ber-sepeda. Tiba-tiba orang-orang mulai tergila-gila dengan tanaman hias. Mereka berani beli tanaman dengan harga super tinggi. Bayangin ya, di Tokopedia, tamaman Monstera Variegata bisa mencapai harga jual 100 juta rupiah. Gokil ya. Gue pun nggak mau ketinggalan ikut trend ini, mangkanya happy  banget ketika tahu si bapak penjual masih menawarkan dagangan tanamannya dengan harga wajar, bahkan cenderung super murah. Borong deh. Ah so so happy ! Sehabis belanja, gue lanjutkan hari dengan ketemuan teman-teman baik plus orang tua tersayang.

Thank You God for today, dari kesempatan main sama rusa di Ciwidey sampai semua kebaikan dan berkatMU yang lain.

Today is a good day indeed. My heart is full.

Kalau teman-teman mau tinggalin komentar silahkan dibawah ya… 

follow me with your email!

write your email here.

loving animals makes us better humans –

olivelatuputty.com/blog  @shiningliv

(8) Comments

  1. Mbaaaa, kenapa rusa2 ini lucuuuk sekaliii hahahahah. Aku gemaaaaash Ama mereka :D.

    Mau ajakin ah anak2 dan suami kesana aja kalo ke Bandung ntr. Ini LBH seruuu sih. Baca dan liat kelakuan para rusa jinak ini, aku jd nyeseeel pernah makan daging mereka di Serbia :(. Biasanya kalo udh melihat kelucuannya lgs begini, aku lgs ga mau lg utk makan dagingnya 🙁

    Bisa yaaa itu rusa mau pipis, ke tempat sepii duluu hahahah :D. Fix aku catet tempat ini utk referensi ke Bandung 😀

    1. gemes banget kan ya mereka Mba… wajib mampir Mba sama keluarga kalo ke Bandung:) Aku bersalah juga ssih Mba karena udah makan daging rusa juga. Doyan lagi waktu itu karena enak huhuhu padahal mereka hewan baik

  2. Kanggep says:

    Wah..seru ya…Olive…Danau dan Rusa-nya….

    1. hihi iya Kanggep.. liburan yang deket2 aja yang penting keluar Jakarta hehehe

  3. Beda sama yg di Lembang ya live?

    1. Hi Keke..Ciwidey ini sisi lain Bandung, bukan Bandung yang arah Lembang:) Thanks for reading ya Ke:)

  4. hurmi says:

    Seneng sudah bisa jalanjalan ya Mba aku masih di rumah terus karena ada bayi dan orang tua Mba

    1. mba Hurmi ntar pas Covid berlalu pasti bisa santai jalan2 lagi sama keluarga Mba.. yang penting sehat2 selalu:)

Post Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!

FOLLOW OLIVE'S TRAVEL BLOG  

free travel stories & ideas, directly to your email

 

Success! Please click "CONFIRM FOLLOW" in your email

There was an error while trying to send your request. Please try again.

You have subscribed. An email will be sent for you to CONFIRM. Thank You