Drama Petualangan di Karimunjawa

Perjalanan ke Karimun Jawa dimulai dengan DRAMA. My gosh, harus banget ya pake drama?

Waktu kita berangkat dari Pelabuhan Kartini Jepara jam 9 pagi, gue udah agak curiga liat langit mendung dan hujan rintik-rintik waktu kita berangkat. Oh no, pasti badai di laut nih. DAN BENER! Badaaiiii di laut!!!

Lima menit pertama, orang-orang masih cekikikan geli waktu kapal kita mulai naik turun kayak lagi naik kora-kora di Dufan.

Sepuluh menit berikut mulai diam, tegang.

Lima belas menit kemudian dimulailah orang teriak-teriak “minta plastik…minta plastikk”. Yup, 90% persen penghuni kapal muntah masal. Mending muntah diem-diem ya… Ini ada yg muntahnya drama sinetron, dikasi sound effect kenceng banget: Huuueeeeekkkkkk lalu teriak aaaa lalu hueeeekkk lagi – menggelegar kedengeran sampe kapal sebelah. Oh my. Gue yakin ada orang yang tadinya nggak pengen muntah jadi muntah karena suara itu.

 

suasana dalam kapal

kapten kapal

Bayangin naik kora-kora. Tapi bukan 5 menit, melainkan 2 jam setengah  nonstop! Gelombang lebih dari 2,5 meter dihajar kapal berkali- kali sampai beberapa kursi penumpang rusak – lepas engselnya akibat guncangan keras. Kalo nggak kuat emang pasti jackpot. Drama banget.

Apakah seorang Olive dan suaminya muntah jugaaaa?

Nggak dong. Kekekekekek. Bangga gue. Tips ala gue supaya nggak muntah ialah tarik nafas panjang, stay in one position, dan berdoa sambil bernyanyi memuji Tuhan dalam hati. Works everytime!

Isi doa : “Tuhaannn masa aku muntah juga sih? Kan tengsin… Jangan yahh plis.. Makasih, amin”.

Kapal ngubunyiin peluit panjang menandakan kita sampai di Karimunjawa. Praise God! I survived!

Sebelum itu, ada drama pertama di Semarang. Ceritanya kita bawa kamera tapi nggak bawa chargeran-nya. Bukan karena jompo – red: lupa- , tapi karena tempat chargeran yang gue bawa ternyata kosong nggak ada isinya. Entah kemana si chargeran ini???? Baru ngeh (baru dicek) di perjalanan naik taksi dari airport Semarang menuju Kota Jepara! Maka puter balik lah kita ke tengah kota Semarang lalu belok ke Matahari Simpang 5 berburu chargeran kamera jam9 malem ajah, dimana semua toko kamera udah tutup. Panik.

Untung ada satu toko yang walau 90 persen udah tutup tapi enciknya berbaik hati ngejual chargerannya buat kita. Nggak tega kali dia liat muka suami yang memelas banget malam itu. Wkwkwkwk

Untung banget beres sehingga dua jam kemudian, kita bisa sampai di Jepara dan check in di Hotel Segoro (berjarak kurang lebih 10 menit naik becak dari Pelabuhan Kartini) dan tidur dengan tenang. 

Okay, drama sudah lewat, sekarang dimulailah petualangan 5 hari kita di Karimunjawa.

 

 

Ada 27 pulau kecil di jajaran kepulaun Karimunjawa. Tapi kita nggak mungkin bisa jabanin semuanya. Cukup yang penting-penting aja. Lagipula di Bulan Desember 2016 ini anginnya lagi kenceeeeennnggggggg banget seharian. Bunyinya menderu-deru, sampai sesekali gue pikir turun hujan deras. Padahal nggak hujan -hanya bunyi angin yang super kencang. Banyak kapal nelayan yang nggak berani bawa turis untuk pergi ke pulau-pulau sekitar karena takut diterjang ombak.

Tapi masak kita nyerah ama situasi dan nggak kemana-mana sih? Jadi selama beberapa hari kitapun nekad melaut, ditemani nelayan yang nekat bawa tamu! (Please, don’t try this at home ✌)

Dalam perjalanan ke pulau-pulau kecil naik perahu nelayan yang kita sewa, kita terombang ambing karena gelombang campur angin itu tadi. Cuaca cerah, langit biru – hanya berawan sebagian tapi ombaknya kayak lagi badai. Sadis. Banget. Tapi itu bikin perjalanan jadi seru sih. Naik turun naik turun, air banyak masuk ke kapal. Serem-serem sedap hehehe. Suami yang penggemar adrenalin sibuk ketawa- ketawa kesenengan. Semantara sang istri yang notabene gak bisa berenang, lagi-lagi berdoa kenceng dalam hati sambil posisi duduk pindah kiri kanan karena dipermainkan ombak. Takut sih enggak, cuma was-was. Hehehehe

Untungnya, pemandangan yang menunggu sangat membayar perjalanan serem kita. Pulau-pulau berpasir putih bersih bikin gue cukup kaget. Sempet sedikit underestimate kirain Karimunjawa udah jorok pulau-pulau kecilnya eh tapi ternyata masih bening banget. Kita ngabisin waktu tiduran, bengong dan mancing! (Bisa bakar ikan segar di pulau juga kalau mau). Suami mancing dapat ikan kerapu beberapa ekor dalam jangka waktu singkat. Dan karena lagi low season, ada pulau yang kita datangi dalam keadaan kosong melompong tanpa kehadiran turis lain.

HEY empty beach, empty island

Semua sangat menyenangkan kecuali pemandangan bawah airnya yang agak kurang maksimal. Walau banyak ikan lucu, terumbu karang yang ada banyak yang sudah mulai mati dan patah. PASTI karena ulah turis nakal nih. HUH sebel! Gue liat sendiri tuh waktu lagi snorkeling, turis lokal ada yang menginjak terumbu karang dan ngambilin clown fish (ikan Nemo) dari anemon habitatnya dan dimasukin ke dalam gelas platik lalu dibawa ke kapal!!!!! Gila banget!!

Gue sempet tegur mereka di dalam air. Mbok ya pake otak mas mas….Otaaakkk nya dimanaaa!?!?

Maaf terbawa emosi.

CAUGHT IN ACTION!!! ini foto keluarga yang nangkep nemo di gelas aqua dan bawa ke kapal mereka….!!!

Oh, ada satu lagi nih yang hits disini! Penangkaran HIU. Berjarak hanya 5 menit naik kapal dari pulau utama, ada hiu-hiu berukuran kecil sampe sedang (dan ada yang cukup besar juga) di ‘pelihara’. Entah gimana ceritanya, yang jelas turis harus bayar uang masuk 40 ribu per-orang dan bayar biaya sandar kapal 50 ribu per-kapal, lalu kita bisa masuk kolam untuk berenang sama hiu atau cuma sekedar foto bareng. Untuk yang takut ya mendebarkan. Tapi untuk yang berani ya asik. Harus ekstra hati-hati juga. Karena kata bapak pengelola, telapak tangan kita bisa disalah artikan sebagai mangsa oleh para hiu. Jadi sebisa mungkin tangan jangan sering-sering kecentilan masuk air karena bahaya. Hands up!

me and my new friends – SHARKS!!!!

Kalau malas melaut, di Pulau utama Karimunjawa yang berpenghuni 8000 jiwa ini, cukup banyak juga hiburan. Ada beberapa jalur trekking dan pantai-pantai yang cantik. Di bagian Barat pulau, ada Pantai Ujung Gelam dan Pantai Batu Topeng, dan beberapa pantai lain. Seharian nongkrong di pantai sambil berenang atau cuma duduk dibawa pohon sambil minum kelapa muda dan ngemil pisang goreng dan indomie yang dijual ibu-ibu sekitar. Asoy banget! Di pantai Ujung Gelam kita bisa snorkelling juga loh, banyak rumah-rumah kecil tempat tinggal ikan nemo disini.

drama petualangan di karimunjawa

drama petualangan di karimunjawa

indomie, kelapa muda dan pisang goreng (gak kefoto) di pinggir pantai….

hubby swimming

look at this nemo family home we found

 

Selain pantai, ada juga bukit di Karimun. Kalau mau capek dak keringetan dikit, sore-sore bisa naik mendaki ala-ala ke Bukit Joko Tuwo untuk menunggu sunset. Pemandangan Karimun Jawa dari ketinggian cukup okelah untuk ngabisin waktu dan foto-foto.

tulang ikan paus di Joko Tuwo

Nggak cukup disitu, kalau malam, sekitar jam 6 sampai sekitar jam10 bisa mampir ke alun-alun yang rame dengan rentetan penjual makanan. Dari jagung bakar, juice buah, gorengan, kelapa bakar sampai menu utama yang jadi incaran – SEAFOOD! Segar smua! Ikan beraneka macam, cumi, udang, kerang, kepiting sampai lobster ada disini. Harga juga murah meriah. Contohnya: kakap merah sedang per-ekor cuma 35 ribu aja, udah langsung dimasakin sama si ibu-ibu.

alun-alun di siang hari — kalau siang lapangan bola, kalo malam berubah jadi stall makanan

kissing MY DINNER !!!!!

Eh tapi inget ya, karena gue sempet nyoba beberapa lapak seafood yang berbeda disini, tidak smua ibu-ibu bertampang meyakinkan ini jago masak!! Ingat itu!! Ada yang sama sekali nggak bisa masak, sehingga olahan makanannya bikin sakit hati. Semoga kalau kalian kemari, dapet ibu-ibu yang jago nyambel beneran. *cross your fingers*

Kalau nggak mau nongkrong massal di alun-alun, banyak kok beberapa resto enak sebagai pilihan kuliner seperti Amore, Meet and Meat atau di Hotel rangkap resto tempat kita menginap, CocoHuts.

salah satu resto with delicious open wood pizza

my handsome silly HUBBY.. haha

 

Di Karimun gue dan suami awalnya pake mobil pinjeman hotel keliling pulau. Tapi di hari ketiga mobil rusak sehingga kita harus ganti pakai motor. Suami yang terakhir nyetir motor waktu SMP, sempet deg-degan. Untung pas dicoba, amaaann. Suami malah langsung ketagihan.

Btw diatas motor kita lebih leluasa explore Karimun. Kita ke bagian Timur pulau dan disitu ketemu Pantai Legon Lele dan beberapa pantai kecil tanpa nama yang luas banget, berpasir putih dan kosong nggak ada orang. Seneng deh.

salah satu jalur motor di Karimun

Ngomongin soal motor, pasangan turis lain yang satu hotel sama kita juga nyewa motor dan kebetulan juga udah lama nggak nyetir motor. Tapi apesnya mereka nggak aman, kehilangan kendali dan nyusruk masuk pekarangan sampe luka-luka 🙁 kasian banget…

Lanjut cerita. Masuk hari ke lima, kita mendengar kabar tentang turis-turis yang nggak bisa pulang karena kapal ferry nggak ada yang berani melaut akibat ombak besar. Kasian deh pada terdampar. Another DRAMA. Pasangan yang nyusruk dari motor itu juga salah satu yang nggak bisa pulang padahal mereka udah booked pesawat untuk terbang ke Jogja. Ada juga bule yang sudah kehabisan uang. Dia hanya bawa cash dan nggak nyangka pake acara nggak bisa pulang segala. (Info: Satu-satunya ATM di Karimunjawa hingga Desember 2016 masih ATM BRI saja). Kasian banget mereka.

Untungnya, kita berdua udah mengantisipasi kejadian ini dengan memesan tiket pesawat jauh-jauh hari via orang hotel. Yap, ada pesawat kecil (penumpang 12 orang) dengan rute Karimunjawa-Surabaya yang terbang seminggu sekali – kebetulan jadwal terbangnya pas di hari kita menjadwalkan untuk pulang. So it’s all good for us!

 

Baru balik dari sana, udah langsung penasaran pengen segera balik lagi ke Karimunjawa. Tapi lain kali kesini maunya di musim panas ajah, biar nggak usah pake drama petualangan segala. Hehehe. See you later, Karimun !!

WATCH OUR 40 SECONDS VIDEO IN KARIMUNJAWA HERE

Catatan:
-Untuk penyewaan kapal sendiri (tidak ikut tur) kurang lebih seharga Rp.400 ribu seharian (berangkat jam9 pagi pulang jam5 sore).

-Antisipasi ada pulau yang mewajibkan bayar sandar kapal atau biaya masuk.

Temen temen yang udah baca silahkan tinggalin komentarnya dibawah ya… .

dan yang mau baca tulisan jalan-jalan gue yang lain, di follow aja blog nya sekarang by email

write your email here. It's super easy and it's FREE

Thanks GUYS! Have a great day!

 

an interesting adventure is simply waiting out there for you to graspolivelatuputty.com/blog @shiningliv

Tags:  ,

13 comments to Drama Petualangan di Karimunjawa

  • Anonymous  says:

    Awesome! Although you are my sister but i sincerely love love love your travel stories.. bisa kebayang banget seperti apa haru serunya.. biasanya baca tulisan orang aku ngiri.. tapi kalau ini bikin aku bahagia kerasa udah kesana dan mengalami sendiri.. hahahaha… lebhaay dikit..

    • Anonymous  says:

      Tebak ini siapa.. haha.. sori lupa kasih nama tadi.. inisialku RW

      • Olive  says:

        hahaha i only have ONE beautiful sister with that initial : MEI MEI WONGSONO hehehehe thanks for the sweet comment Mei cupmuahhhh

  • Joe  says:

    Olive kapan album baru?

    • Olive  says:

      halo Joe… thanks for reading… album baru SEGERA banget keluar… please buy the original one ya:) thank u

  • Frederick  says:

    my new favorite travel blogger. hahaha. keep writing ya kak!

    • Olive  says:

      awww thanks Fred!!! hahahaha bisa aja lo! yess pasti akan nulis trus kok:)

  • Yanny  says:

    Live, pesawatnya ada tiap hari? Thanks sebelumnya

    • Olive  says:

      halo Yanny thanks for reading.. waktu aku disana pesawat seminggu sekali… tapi denger2 sekarang udah 3 kali seminggu jadi bisa lebih flexible pilihan waktunya:)

  • LANLAN bandung  says:

    Bagus liv cerita n pemandangan karimunjawa

    • Olive  says:

      thanks for reading Lan! yes it’s so pretty disana…

  • Anonymous  says:

    Thanks u infonya karimun jawa .jadi pengen kesana deh

    • Olive  says:

      you are welcome

Post Your Comment