Cerita Bulan September di Korea

“……Mengingat ini tahun 2018 dimana banyak orang gila berkeliaran – dan dari serial tv maupun film yang kita tonton, fix kita curiga ini orang mau nyuri ginjal kita!! Bahkan ada kemungkinan dia pshyco, rampok, atau lebih parahnya mungkin sejenis serial killer yang korbannya khusus turis nyasar nih kayaknya…”

Perjalanan Bulan September di Korea Selatan ini sangat berkesan buat gue dan suami. Sebisa mungkin kami jadi turis yang juga traveler, nyobain berbagai kegiatan orang lokal dari mandi massal di Sauna Korea sampai minum soju tengah malam di resto setempat. Setiap hari kita berdua pergi pagi pulang malam karena nggak mau rugi. Itupun setelah semingu lebih disana, masih kurang aja rasanya. Kurang banget!

Hubby and his soju

Hubby and his soju

We are trying the Korean Sauna

(Watch the video NOW, click here)

VISA KOREA

Cerita dimulai dengan pembuatan visa Korea gue yang sangat penuh ketegangan, karena gue baru pulang dari luar negri persis satu minggu sebelum berangkat ke Korea. Jadi baru bisa menyerahkan passpor dan mengurus visa diwaktu yang sangat mepet, plus kepotong satu hari libur nasional. Hampir pesimis apakah masih bisa, karena menurut peraturan, pembuatan visa Korea minimal 6 hari kerja.

Persyaratan pun cukup beda dengan negara lain yaitu kewajiban menyertakan bukti pembayaran pajak Pph 21. Baru kali ini ada negara minta bukti bayar pajak. Selain masalah pajak, gue juga nggak bisa menyertakan surat rekomendasi kantor tempat bekerja karena profesi gue sebagai seorang musisi. Walhasil, gue harus bikin surat pernyataan bermaterai berlembar-lembar.

Begitu persyaratan lengkap dan gue sampai di loket kedutaan, mereka masih meminta gue secara dadakan untuk membuat satu lagi surat pertanyaan – dengan isi serupa tapi tak sama dengan surat-surat pernyataan lain yang sudah gue buat. Karena ditunggu sama orang kedutaan, gue musti lari buru-buru di siang bolong untuk nyari warnet di seputaran Kementarian Perindustrian berjarak beberapa gedung dari Kedutaan Korea untuk membuat surat itu. Argghh.

Warnet nya berhasil gue temukan di gang kecil, full berisi bapak-bapak lagi liat bokep. Ya ampun gini amat yakkkk derita gue….

Mungkin karena mau ke negara drama – jadi pembuatan visanya pun harus drama. Belum cukup sampai disitu, visa (kalau disetujui) baru bisa diambil Senin jam 2 sore, sedangkan pesawat gue ke Korea berangkat persis besoknya – Selasa jam 6 pagi!! Gilak deh. SANGAT MENDEBARKAN.

But Praise God, visa bisa di approved tepat waktu, diambil, dan gue pun mendarat dengan selamat di Airport Incheon Seoul.

# KESAN PERTAMA

Kesan pertama? Ok banget!

Pertama, baru aja keluar airport kita langsung dibantuin orang lokal beli tiket bis. Seneng banget nih ada di negara yang warganya ramah-ramah sama turis. Nolong walau tanpa diminta.

Berikutnya, gue terkesan dengan makanannnya. Gue emang pecinta makanan Korea – jadi sangat hepi dengan hampir semua jenis makanan yang gue coba di negara ini. Much better than the ones we have in Jakarta of course!


Ketiga,, barang-barang jualannya lucu-lucu banget. Kata yang sering gue pakai selama di Korea ialah “GEMES”.  Aduh gemes banget itu.. aduh ini gemes banget.. gemes deh.. semua gemes!!!!

Suami sampe muak denger kata “gemes” keulang terus hehehehe.

Keempat, gue agak kaget gue dengan harga-harga yang cukup mahal. Minimal untuk orang Indonesia dengan Rupiah-nya ya. Hari pertama sampe Korea, kita langsung beli air minum 2 botol di Seven Eleven (kebiasaan kita selalu nyetok banyak air di hotel – walau dapet gratisan di kamar). Belum terlalu ngeh sama kurs tuh! Gue nanya suami: “Harga airnya berapa Babe?”

Suami jawab: “Murah banget tuh satu setengah liter cuma 4500”

Gue ngangguk-ngangguk lalu tersadar. “Rupiah atau Korean Won???”

Suamipun lalu terdiam. Yak, itu ternyata dalam Won, yang begitu di rupiahin, kita baru aja beli 2 botol air seharga Rp.120 ribu!! NGOK. Diminumnya pelan-pelan.. biar gak cepet abis😆

Mahal dong yah? Ya gitu deh.

Musti jeli aja selalu tau berapa harga makanan atau barang didalam rupiah. Kalau liat dalam Korean Won kadang kesannya murah, padahal enggak.

Kesan terakhir, menurut gue Mbak dan Mas orang Koreanya banyak yang enak di liat mata, walau gue tau banyak yang nggak original alias hasil operasi plastik.

# PLASTIC SURGERY

Okay let’s talk about it a little bit. Ada yang nanya ke gue: Bener nggak sih Liv mereka mirip semua mukanya? Jawabannya IYA. Bener. Yang operasian pasti langsung ketahuan karena mukanya rata-rata serupa. Hehehehe

Di jalanan dan stasiun kereta bertaburan iklan-iklan operasi plastik, karena memang kayaknya di negara ini oplas adalah hal yang sangat wajar dan sudah menjadi bagian dari kultur masyarakat.

Iklan para dokter operasi plastik

Menurut data, lebih dari 50% perempuan Korea diatas 17 tahun pernah menjalani operasi plastik. Entah operasi kelopak mata, benerin hidung, ngecilin dagu, kikir rahang, atau rekonstruksi muka total. Mereka juga kecanduan suntik untuk MUTIHIN KULIT!! Yak, kalau kalian pikir mereka udah putih dari sononya sehingga nggak butuh pemutih, anda salah besar. Mereka banyak yang suntik putih karena pengen lebih putih lagi. Gokil ya. Kalau dikasih akses untuk merubah diri, emang manusia tuh rata-rata nggak akan pernah puas sih ya dengan diri sendiri.

Kita ngeliat sendiri perempuan-perempuan yg warna kulitnya nyaru sama tembok saking putihnya. Gue dan suami sampe kaget. Buset, itu orang tuh barusan?????

Eh tapi diluar asli atau enggaknya fitur mereka, kulit mereka rata-rata bagus-bagus banget loh. Mulus kayak pualam dan mengkilat gitu. Skin care Korea tuh emang jagoan!

Bukan cuma perempuan, laki-laki Korea ternyata sangat kecanduan skin care. Seorang teman baiknya suami pernah menjadi pelatih klub sepak bola divisi utama di Korea, dan dia cerita bahwa para pemain bola-pun yang nota bene laki banget, semua punya ritual skin care yang panjang dan ribet setiap harinya – nggak kalah sama cewek. Widih!

# KOREA IN SEPTEMBER

Menghabiskan waktu di Bulan September di Kota Seoul – Korea, banyak sekali lika-likunya. Ini memang bulan ‘nanggung’. Udah masuk Musim Gugur tapi perubahan warna belum maksimal seperti si bulan Oktober. Cuacanya juga variatif. Bisa panas dengan langit biru, berubah menjadi hujan seharian nggak berenti dengan langit abu-abu. Suhu udara yang normal bisa mendadak drop ke 10 derajat celcius sehingga bisa kedinginan parah karena nggak siap bawa jaket tebel. Walhasil orang-orang lokal banyak yang kena flu – dan tertular pula ke turis, salah satunya gue😭.

Selain itu, kita baru tau juga bahwa di Bulan September ada 3 hari Libur Nasional Korea bernama Chuseok atau Korean Thanksgiving. Saat Chuseok, rakyat Korea pada mudik sehingga toko/resto banyak yang tutup. Bener-bener cukup membuat itinerary awal kita berubah drastis.

# BAHASA KOREA

Selama di Korea gue selalu menggunakan kalimat “kamsahamnida” untuk bilang ‘terimakasih’ dan “annyeonghaseyo” utk say hello.

Nah, setiap kali saying goodbye, gue denger orang Korea juga menggunakan kata yang sama yaitu si annyeonghaseyo itu. Jadi ya gue tiruin aja setiap hari. Sampai di HARI TERAKHIR, gue janjian ama temen orang Indonesia yang lagi belajar bahasa Korea di Seoul. Evita namanya. Dia ngajarin bahwa untuk bilang goodbye ternyata katanya beda!!  Kalo kita mau pergi, maka orang yang tinggal akan bilang “annyeonghi gyeseyo“ dan kita yang pergi akan balas dengan “annyeonghi gaseyo”.  Mirip memang kedengerannya sama “annyeonghaseyo” tapi bener-bener beda kata dan pengucapan!!

Kebayang gak, selama ini, setiap kali kita mau pergi dan orang Korea bilang “goodbye”, selalu kita balas dengan “hallo” 😅😅😅 wkwkwkwkwkw

Untung turis ya kan, jadi pasti dimaklumin.

mea nd Evita

#SALAH HOTEL

Sebelum berangkat ke Korea, gue tuh udah booked hotel langsung demi kepentingan apply visa. Gue nggak banyak cek tentang keberadaan si hotel ini. Asal harga aman, rating nya bagus, review nya bagus, dan bisa FREE CANCELLATION. Rencananya, setelah apply visa, gue bisa cancel dan kemudian cari hotel lain yang lebih oke. Tapi waktu berlalu dan kita kelupaan untuk cancel. Pas teringat, free cancel sudah tidak berlaku. Mau nggak mau kita musti tinggal sini.

Masalahnya lokasi hotelnya JAUH! Letaknya di bagian timur deket airport sehingga untuk ke tengah kota atau ke bagian barat kota ya PR jadinya. Sementara semua hiburan ada di bagian tengah/barat.

Hadeuh. Untungnya hotel ini cukup oke dan banyak resto lokal dengan makanan enak yang buka 24 jam disekitar hotel, jadi kita cukup terhibur.

# KEJADIAN TERANEH DI KOREA

Gue akan tutup cerita singkat gue kali ini tentang satu momen paling nggak terlupakan di perjalanan ke Korea kali ini.

Suatu malam, gue dan suami pulang super kemaleman sehingga sudah pasti ketinggalan kereta terakhir (jam 12 malam kereta terakhir). Posisi kita lagi mendekati daerah barat sehingga jauh banget dari hotel. Di pinggir jalan, suami buka peta manual sementara gue sibuk googling nyari BUS nomor berapa yang bisa kita naikin untuk bisa sampai hotel.

Kita udah cek harga taksi untuk kedaerah hotel, dan mahal banget – mencapai lebih dari 1 juta rupiah! ITU BAYAR TAKSI APA BELI TIKET PESAWAT??? Gak sudi dong yah. Maka kita pun keukeuh mau naik bus.  Di Korea untuk jarak dekat aman naik taksi – tapi jarak jauh bisa sangat mahal harganya.

Suasana kota saat itu lagi sepi banget, jalanan pun sepi. Kita fokus liat peta dan hp…

Lalu tiba-tiba disamping kita, lewat seorang cowo Korea usia 30-an dan menyapa kita: “Do you speak English?”. Kita menjawab “Yes”.

Dia bertanya lagi “How can I help you? You look like you need help” katanya.

Kita lalu menjelaskan bahwa kita mau balik ke daerah timur dan lagi mau cari bus yang nomornya tepat.

Dia langsung sigap buka hp dan bantu googling dalam bahasa Korea dan setelah beberapa lama, dia menjawab: (gue terjemahin aja langsung ya) “Sorry guys, bus yang kalian cari nggak lewat sini. Ini jauh banget soalnya. Dan karena ini lagi hari raya Chuseok / Thanksgiving, bus bakal jarang banget lewat. Pilihan kalian ya cuma taksi” katanya.

Kita berdua tersenyum pasrah. Yaweslah mau gimana lagi.

Dia terdiam sebentar lalu melanjutkan. “Gue punya ide” katanya. “Gimana kalo kalian naik taksi ama gue, kita kerumah gue yang deket banget dari sini. Trus di rumah gue nanti, gue ambil mobil dan gue antar kalian ke hotel?”

HAH?

Gue dan suami liat-liatan. Ini udah lewat jam 1 pagi. Ada orang asing lagi lewat trus mendadak nawarin kita pulang ke rumahnya? Habis itu mau anterin kita ke daerah timur yang juauhhh banget gitu aja???”.  Apa-apaan nih?? Mengingat ini tahun 2018 dimana banyak orang gila berkeliaran – dan dari serial tv maupun film yang kita tonton, fix kita curiga ini orang mau nyuri ginjal kita!! Bahkan ada kemungkinan dia pshyco, rampok, atau lebih parahnya mungkin sejenis serial killer yang korbannya khusus turis nyasar nih kayaknya…

Kita berdua mikir, ragu, antara yakin gak yakin, liat-liatan, kode-kodean, tapi eh gue nyeletuk duluan “Boleh deh, hayuk!!”

Suami melotot.

Dipikiran gue waktu itu: kan kita berdua, sedangkan dia sendiri. Orangnya pun gak gede-gede amat. Bisa lah dihajar suami pake tripot atau payung kalo dia ada niat jahat. Bener nggak?

Singkat cerita, Taksi yang lewat pun kita naiki menuju rumah orang ini. Disepanjang jalan, suami sibuk sikut-sikut gue, dan gue sibuk tendang kakinya. Pikiran kita udah kemana-mana. What if.. what if…. kalo beneran dia pshyco gimana? Apa kabar kita berdua?

Nggak lama, taksi berhenti di sebuah jalan berukuran sedang yang gelap dan sepi. Kita turun bertiga.

Now what?

Dia kluarin kunci mobil, dan bilang “Ini rumah gue, dan itu mobil gue. Dia menunjuk ke arah sebuah mobil BMW seri terbaru yang terparkir di pinggir jalan.

“Yuk naik, maap ya agak berantakan” tambahnya sambil membukakan pintu mobil. Masih agak sedikit ragu tapi udah keburu nanggung, kita pun masuk. Suami duduk depan, gue di belakang.

Perjalanan yang jauh banget di tengah malam itu dimulai dengan agak sedikit awkward sebenernya. Tapi karena dia cukup cerewet sibuk cerita tentang dirinya.. lama-lama kita juga kebawa santai dan ikut cerita ini itu. Kita ngobrol dan ngobrol… dan eh akhirnya sampai di hotel! Dia memberi data pribadi dan meminta kita untuk menghubungi dia kalau butuh bantuan apapun di Seoul. Kita bilang “thank you” lalu turun dari mobil – lalu tersadar “Hey we are still alive! No guns involved, gak dirampok, ginjal masih utuh… and apparently he was just a nice guy yang dikirim Tuhan untuk menolong kita berdua.

Wow, we are amazed. Thank You Jesus.

Pengantar misterius kita itu bernama Charles, dan dia adalah orang Korea asli tapi berwarga negara Kanada. Sejak kecil dia tinggal di Kanada dan beberapa tahun ini pulang ke Korea. Dia seorang pengusaha sukses, pemilik banyak restoran, dan ujung-ujungnya jadi teman baru kita di Korea. Kita bahkan sempetin ngopi sama dia dan temannya besokannya, dan janjian bakal ketemuan lagi. Bahkan sekarang ada kemungkinan mau kerjasama bisnis sama suami.

Ampun ya Tuhan karena kita ada pikiran jahat kirain dia bakal ngapa-ngapain….padahal dia murni punya intensi baik. Tapi jarang banget ya kan ketemu orang yang seniat itu mau anterin orang asing tengah malam dengan jarak super jauh.

Yang jelas, we wornt forget this one particular experience in Korea.

Okeh, segini dulu ya cerita Bulan September di Korea -nya. Tinggalin komentar dibawah ya guys buat kalian yang udah baca.

WATCH MY SHORT VIDEO IN SEOUL KOREA CLICK HERE:

 

Info plus cerita lain tentang Korea akan gue tulis terpisah di blog gue. Untuk bisa dapetin cerita dan info travel Korea langsung ke inbox email kalian, SILAHKAH FOLLOW MY BLOG sekarang. Thanks Guys 

It's easy!

write your email here.

 

Always say YES to a new place. Always. – olivelatuputty.com/blog – @shiningliv

Tags:  ,

22 comments to Cerita Bulan September di Korea

  • TARA  says:

    salah satu negara bucketlist keluarga kami nih mbak semoga bisa kesana

    • Olive  says:

      amin mb Tara… semoga bisa kesana ya:)

  • Akarui Cha  says:

    Aku udah deg degan di bagian ending ehhhh aman. Fiuh. Semoga panjang pertemanan kalian ya

    • Olive  says:

      halo Akarui Cha,,, hahahaha iya aslinya memang mendebarkan juga.. hehehehe yes amin semoga pertemanan kami bisa long lasting…

  • gunawan  says:

    keren

    • Olive  says:

      thank uuuu

  • Adi R  says:

    Hi saya Adi salam kenal, boleh di email itenerary selama di Korea kmrin? Thanks sebelumnya ya

    • Olive  says:

      hi Adi.. boleh, i will do ya

  • Nur Sinta  says:

    Mba saya sudah nabung lama insha Allah tahun depan ke Korea terimakasih ceritanya harus siap siap untuk buat visa

    • Olive  says:

      halo Nur Sinta… amin amin!! have fun nanti disana ama keluarga ya

  • ambar  says:

    Halo Olive salam kenal minta rekomendasi resto di Seul dong saya dan keluarga taun depan akan kesana bulan Mei trims before y

    • Olive  says:

      halo Ambar.. akan saya tulis di blog ya beberapa resto di Korea… have fun nanti di Korea ya…

  • Meilana  says:

    ka olive….ceritaa lagii donggggg ttg makanannyaa sama kakak shoppingnnyaa…ditunggu yakk cerita selanjutnya

    • Olive  says:

      Mei… makasiihhhh udah baca… iya ya secepatnya aku tulis lagiii ya hehehe

  • anna - gtc bandung  says:

    Kak, Charless masih single available? Jodoin aku dong kak sapa tau cocok

    • Olive  says:

      hahahaha Anna sayangnya dia udah married!! heheheheh

  • Olin  says:

    Serius jadi penasaran kalo traveling bareng ka olive .. ceritanta lucu2 bangett… hahaha ^○^

    • Olive  says:

      Olin kan kemaren udah travel bareng kita …. ceritanya lucu nggak waktu kemaren travel bareng gue?? hehehehehhe

  • Olin  says:

    perjalanan yg tengah malam bisa dikembangin jadi cerita buat drama korea terbaru kayaknya ya, kak Olive…
    Charles punya temen penulis dan sutradara gak ?
    beda tipis emang ya kak antara antisipatif dan kebawaan drama ..

    • Olive  says:

      emang bisa banget nnih jadi cerita Lin….kapan gue ada waktu bisa gue tulis yakk Lin heheheh

  • Rani201  says:

    Suka sama ceritanya oliv! Seoul selalu jadi mimpi belum tercapai. Minta cerita lainnya di post ya oliv!

    • Olive  says:

      thanks so much Rani… yes cerita lain akan segera di post ya:)

Post Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.