Liburan di Koh Lipe Thailand. Cantik!

“Sudah lama tidak bertemu turis asal Indonesia disini” – kurang lebih begitu terjemahan dari komentar seorang penjaga kios Tur dan Travel di Pulau Koh Lipe – Thailand ini, waktu kami ditanya berasal dari negara mana. Emang kayaknya kurang populer tempat ini untuk turis Indonesia. Ya iyalah.. banyak pulau di negara sendiri yang musti di kunjungin. Ngapain terbang jauh ke pulau di negara orang lain ya kan?

Gue sendiri SAMA SEKALI NGGAK TAU kalau mau jalan-jalan kesini sampai satu jam sebelum keberangkatan naik kapal – menyebrang dari Pulau Langkawi, Malaysia. 

Lah, kenapa bisa begitu Liv?

Ini kedua kalinya suami ngajakin ke “perjalanan rahasia”. Nggak dikasih tau mau kemana. Dia yang beli tiket, dia yang booking hotel, dia yang atur semua – dan dia cuma minta gue untuk packing, baju bebas – “bisa ke laut bisa ke gunung” katanya, dan “jangan lupa bawa passport”.  Lalu kita janjian di airport Soekarno Hatta jam 12 siang. Gue berangkat dari rumah, dia berangkat dari kantor.

Dulu pertama dia bikin perjalanan kayak gini, gue cukup senewen karena panik nggak tau musti bawa apa dan di tempat rahasia nanti musti ngapain. Gue kan suka ngatur jadwal perjalanan soalnya. Tapi karena ini sudah dua kali dikasih surprise model beginian, jadi udah agak tenang dikit. Cuma tiap kali ada temen nanya “mau kemana Liv?”, agak bingung dan panjang aja jawabnya. Ha! 

Kita musti terbang dulu ke Langkawi Malaysia, lalu dari situ naik kapal Ferry menuju Koh Lipe, sebuah pulau kecil terletak di bagian paling selatan Thailand, di Laut Andaman – bagian dari Taman Nasional Tarutao.

Waktu kita sampai, kesan pertama ialah suka ngeliat warna airnya! Bagus banget. Mungkin ini alasan Koh Lipe sering disebut sebagai Maldives-nya Thailand. Alamat bakal sering nih ngabisin waktu di air nih…. YES!

Liburan di Koh Lipe Thailand pun dimulai.

Untuk skip the story dan nonton short video di Koh Lipe langsung klik disini

ini ferry kita dari Langkawi ke Koh Lipe

Turun dari kapal ferry, kita di transfer ke kapal kecil menuju pantai, lalu langsung kumpul dan antri di sebuah loket imigrasi kecil untuk cek passport.

Begitu proses ini selesai, kita sudah ditunggu becak motor yang siap mengantar kita ke hotel. Let’s GO!

Karena semua perjalanan liburan di Koh Lipe ini diatur suami, jadi gue nggak tau menau sama sekali tentang hotel tempat kita akan menginap. Awas aja jangan sampe hotelnya zonk ! Soalnya, suami agak jarang sukses milih hotel. Hahaha Gue biasanya lebih jago dalam bidang itu.

Tapi begitu sampai, ah lega..

Hotelnya asik! Adep-adepan sama kolam renang (ada bar di dalam kolam renangnya!!) dan adep-adepan juga sama pantai. 

Suasana malam di hotel

me and my watermelon juice with husband and his beer

bar at the swimming pool

Ada 3 pilihan pantai utama di Koh Lipe. Sunrise Beach, Sunset Beach, dan Pattaya Beach ((Guys ini bukan Pattaya Beach yang terkenal itu ya.. Nama sama beda lokasi)).

Hotel kita terletak di wilayah Sunrise BeachMy husband knows I prefer sunrise any day over sunset! Walau gue termasuk pasukan bangun siang, biasanya selalu akan bela-belain bangun pagi demi ngeliat sunrise.

Dan ternyata memang pemandangan dan suasana di Sunrise Beach adalah yang paling oke ketimbang suasana di pantai yang lain di Koh Lipe.

sunrise di depan hotel… very calming

muka bantal baru bangün tidur

Koh Lipe di bulan Mei cukup sepi karena sudah memasuki low season. Langit lebih sering berwarna abu-abu ketimbang biru – bahkan sesekali turun hujan dan badai. Turis nggak gitu banyak, jadi kesannya sepi. Padahal denger-denger kalo lagi high season (September-Februari) pulau ini penuh sesak sama turis.

Terlepas dari kondisi low season, kita having so much FUN di Koh Lipe.

Selama 4 hari, kemana-mana kita memilih untuk jalan kaki di pulau ini. Suami bahkan lari jogging keliling pulau. Kecil banget pulaunya, jadi deket dari ujung ke ujung. Oke, jujur sesekali kalo lagi mager gue naik becak motor sih, tapi lebih seringan jalan kaki!

Lucunya ya, sekitar 4 kali naik becak motor, dapet supirnya yang sama terus! Dia lagi dia lagi hahahaha. Disini walau pulau kecil, si supir tetep pake jaket identitas dan helm lengkap. Gue pikir kan bakal gak mungkin ada kecelakaan disini ya… eh tapi taunya suatu kali, gue dan suami ngeliat di depan mata kita ada motor ngebut terus nyemplung ke dalam jurang. Untung gak dalem, sehingga si orang dan motornya gapapa. Penting memang untuk selalu berjaga-jaga.

Anyway kembali ke info tentang becak motor, untuk sekali jalan, di rupiah-in biayanya sekitar 45 ribu dengan jarak tempuh super dekat, kurang lebih 1 Km aja!! Mahal kalo menurut gue.

Di Koh Lipe ini emang mahal loh semua muanya. Makanan apalagi. Kita wisata kuliner dengan kalapnya, karena tau sendiri makanan Thailand enak-enaknya minta ampun. Tapi kok berasa juga ya di kantong lama-lama… tiap makan pengeluarannya cukup gede.

Ada satu jalanan utama di Koh Lipe tempat kita bisa nyobain makan bermacam jenis menu di berbagai resto. Seafood all you can eat, nyobain makan daging ikan SAILFISH segar yang baru tangkap, makanan lokal Thailand, Thai pancake yang super duper yummy, sampai pizza lokal yang enaknya minta ampun. 

This is a fresh caught sailfish. Bisa liat “layar” nya si ikan ini…

kita juga nemu satu tempat kopi yang ngasih kertas ini nih… pelajaran Bahasa Thailand singkat, untuk turis supaya bisa belajar dikit-dikit

liburan di Koh Lipe Thailand

favorit selalu, mango sticky rice… YUM

Gak cuma sampai situ, kita belanja ke pasar, beli buah-buahan yang lagi musim.

DURIAN BANGKOK, rambutan, mangga yang lezatnya kebangetan dan besar-besar pula (ada yang hampir segede kepala suami gue! Beneran, tuh ada fotonya!) manggis, salak tunggal (jadi salaknya cuma satu doang isinya dan tanpa biji), dan borong PETE!! yak, pete. We love pete. Hahahhaa life is great lah pokoknya di Koh Lipe ini.

liburan di Koh Lipe Thailand

mangga ukuran hampir sebesar kepala suami…

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

duren Bangkok ala Koh Lipe

Oya, ini pulau terkenal sebagai pulau untuk bulan madu. Jadi jangan heran kalau lebih banyak pasangan yang kesini ketimbang rombongan jalan rame-rame. Dan waktu gue disini, ketemun banyak pasangan sejenis juga. Baik laki maupun perempuan. Untuk gue, yang belum biasa ngeliat pasangan sejenis making out seenaknya, cukup mengejutkan sih. Shock therapy.

Suatu sore gue dan suami jalan kaki menuju Sunset Beach dan menikmati matahari terbenam sampe kelar lalu jalan gandengan balik ke hotel melalui bibir pantai, melewati hotel dan cafe yang menawarkan candle light dinner di sebelah kanan, dan deru ombak di sebelah kiri. Very romantic. Mungkin suasana ini yang disukai para pasangan. 

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

Btw karena kita tinggal di Sunrise Beach, jadi untuk menikmati sunset musti jalan ke bagian lain dari pulau. Nggak jauh kok, mungkin sekitar 25 menit jalan kaki.

Selain momen sunrise dan sunset, disepanjang hari kita juga bisa duduk dan berjemur manis di pinggir pantai atau berenang, kayaking, paddle boarding, dan snorkeling. Ikan di pantai depan hotel kita gede-gede. Gue pikir kecil-kecil gitu biasanya kan… kaget sendiri pas ketemu ikan-ikan besar di air dangkal. 

Di pantai Koh Lipe mereka juga sangat memperhatikan lingkungan. Nggak boleh ada yang snorkeling atau kayaking pada saat laut lagi agak surut, supaya terumbu karang nggak rusak. Bener-bener sampe ada denda dan polisi nya segala untuk yang melanggar.

ini pemandangan sunrise beach dari pojok pantai… btw ada gue duduk di atas batu pake baju kuning. can u spot me?

ini salah satu papan peringatan denda yang dipasang saat laut surut oleh polisi pantai setempat

suamiku dan masker snorkelingnya yang segede muka. btw ini benda cuma kepake waktu di Koh Lipe doang nih, abis itu rusak pas dibawa pulang hehehe

Oh ada satu kejadian yang sangat mendebarkan di pantai ini! Suami suatu sore pergi berenang ke sebuah pulau kecil di seberang pantai sendirian. Gue memilih untuk leyeh-leyeh di pantai aja. Tiba-tiba dalam sekejap cuaca berubah. Langit biru mendadak gelap dan hujan turun deras, angin kencang sekali bertiup sampai payung-payung pantai berterbangan. Kita semua ‘dievakuasi’ oleh petugas hotel untuk masuk ke ruangan resto beratap.

Masalahnya cuma satu, WHERE IS MY HUSBAND? Dia kan lagi di laut, berenang tanpa live vest. Dan di tengah badai dadakan begini, bukannya bahaya ada ditengah laut?

Gue celingukan nyariin dia – nggak keliatan dimana-mana. Gue lari ke kamar mandi dan dalam hati gue berdoa, Oh Jesus, please take care of my husband. Waktu berlalu cukup lama, dan akhirnya dari jauh gue pun liat dia nongol di tengah hujan dari dalam air…. thank God he is okay. 

Belakangan dia cerita bahwa dia lagi berenang di tengah laut waktu badai datang dan sempat diserbu kepanikan sebelum akhirnya menenangkan diri berusaha untuk tidak terbawa arus dan THINK of what to do best supaya nggak tenggelam. 

He was in danger – but Praise God dia berhasil sampai ke daratan. Beberapa waktu dia sempet bengong sambil bilang… “tadi bahaya sekali situasinya loh….” Gak berenti kita berdua bersyukur kalo inget momen berbahaya saat liburan di Koh Lipe ini.

ini foto suami di Pulau kecil seberang pantai kita, persis beberapa menit sebelum tiba-tiba langit gelap dan badai datang…..

Anyway, low season juga membuat banyak pulau dan pantai sekitar yang ditutup. Ditutup secara resmi untuk keselamatan para turis juga, karena katanya arus menjadi lebih kencang dari biasanya saat low season. Jadi untuk keamanan, ya ditutup. Hanya ada satu pilihan wisata hopping islands yang boleh di buka untuk umum.

Kita pun nyewa kapal dari hotel untuk plesir ke sana. Waktu berangkat langit terlihat agak mendung. Eh tapi pas sampe sana matahari bersinar cerah di langit biru. Puji Tuhan.

Sama hotel, kita dibekalin makan siang untuk dinikmati sama kita di pulau sebelah. Lumayan dapat nasi, oseng daging ala Thai, dan telor ceplok plus lalapan. Kita sendiri bawa banyak buah rambutan untuk di cemilin di pulau.

Pulau tetangga di Koh Lipe ini ternyata punya pasir putih dan air jernih yang sangat cantik. Berenang, snorkeling, baca buku, foto-foto dan ngaso di pulau-pulau kecil tak berpenduduk seharian

Idih sangat menyenangkan sekaliii….

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

bekal makan siang dari hotel, soalnya di Pulau kecil nggak ada yang jualan makan

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

Beneran dalam hati kita penasaran sama wisata sekitar lain yang tutup saat low season, karena kata orang-orang, pemandangannya lebih keren dari pulau yang kita datengin. Next time deh pas lagi high season semoga bisa kesini lagi. Amin.

Overall, gue sangat suka liburan di Koh Lipe Thailand ini.

Semuanya menyenangkan disini. Hawanya, ambiencenya, hotelnya, pantainya, keramahan orang-orangnya, pijat Thai Massage-nya, makanannya, … ngangenin deh pokoknya. Banyak anjing anjing gemezzzz juga yang ramah dan mau di – elus elus sama kita. Suka deh! Pulang Indo, senyum terus karena pikiran seger abis liburan.

A big big THANK YOU to my amazing Husband for bringing me here💛 LOVE IT!

Tonton video singkat liburannya disini:

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

liburan di Koh Lipe Thailand

Jangan lupa tinggalin komentar kalian dibawah ya guys, dan buat yang belom follow, silahkan di follow blog gue ini ya….

follow me with your email!

ketik alamat email disini

Some getaways are worth to be called “REST” instead of “Vacation” 

olivelatuputty.com/blog – @shiningliv

Tags:  , ,

8 comments to Liburan di Koh Lipe Thailand. Cantik!

  • Saraswati  says:

    Happy Birthday mba Olive

  • NN  says:

    Menurutku pantai di Indonesia cukup banyak yang serupa bagusnya tapi pengelolaan memang di luar negeri hampir selalu lebih baik dari negara kita sendiri seoleh tak menghargai alam

  • Guntur  says:

    hi liv itu masker snorkle suami beli dimana ya?

  • Lasma  says:

    Cantik bgt pantainya.

  • Vero  says:

    Cakep kak!

  • Tama  says:

    mending ke sini apa ke phuket
    Liv?

  • Anonymous  says:

    Indonesia punya lokasi banyak yg seperti ini, tapi itulah letak perbedaannya mindset kita belum sampe pada pengelolaan jdnya ga keurus. Klo mereka sampe ada polisi segala untuk jaga terumbu karang. Mereka mengerti tentang menjaga sumber pencaharian mereka. Tapi kita menguras tanpa mengurus

  • Ken Adams  says:

    What a beautiful place and nice story . Love it ..!

Post Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.