Mau Terbang di Masa Covid? Ini Info & Tips-nya!

Hi Guys ! Siapa nih yang sudah sering travel naik pesawat selama masa Covid? Ahh I see your hands !! TOS!! Gue juga lumayan udah beberapa kali musti terbang dalam musim pandemi. Untuk kalian yang punya rencana mau travel naik pesawat dalam waktu dekat tapi masih takut, serem, atau ragu, tapi KUDU, boleh ya gue kasih TIPS terbang di masa Covid, siapa tau berfaefah. Langsung aja ah tanpa basa-basi.

1. Pastiin kalian udah vaksin minimal sekali. Lebih baik lagi kalau sudah dua atau bahkan tiga kali vaksin. Itu yang terpenting kalau mau bisa terbang.

2. Pastikan sudah download aplikasi PEDULI LINDUNGI di HP kalian. Bukti vaksin nanti akan keluar di aplikasi ini. 

3. Satu atau dua hari sebelum terbang, semua calon penumpang yang berusia diatas 5 tahun harus melakukan tes Covid PCR atau Swab Antigen dengan hasil NEGATIF untuk bisa terbang.

PILIH TEMPAT TES YANG BEKERJA SAMA LANGSUNG DENGAN APLIKASI PEDULI LINDUNGI ya, supaya bukti tes akan langsung masuk ke aplikasi.

Tapi untuk jaga-jaga, pastikan hasil tes tetap di PRINT untuk nanti divalidasi petugas dibandara, jika aplikasi mengalami error. Sering banget aplikasi ini error Guys. Gue sendiri aplikasi-nya nggak bekerja dengan baik, jadi kudu selalu bawa hasil tes yang sudah di print.

Sampai tulisan ini di update (Oktober 2021), peraturan yang berlaku ialah calon penumpang pesawat domestik dengan rute penerbangan Jawa Bali harus menujukkan surat vaksin dua kali dan keterangan hasil negatif tes antigen dalam kurun waktu maksimal 1 X 24 jam. Untuk penerbangan diluar Jawa Bali, harus sudah vaksin dua kali dengen hasil tes negatif PCR  maksimal 2 x 24 jam. (Untuk kalian yang baru vaksin 1 kali tetap bisa terbang tapi harus PCR dengan tujuan manapun)

Langganan gue tes sebelum berangkat ialah di Ciputra Medical Center Lotte Kuningan Jakarta. Tempatnya nyaman, harga standar, pelayanan baik dan hasilnya sangat cepat.

Terbang di Masa Covid
Di Ciputra Medical saat gue tes Covid

 

4. Datang ke airport 2 jam minimal sebelum penerbangan ya supaya aman. Kalau sedang ramai, antriannya lumayan bikin stress soalnya. Panjang banget! Bedanya dengan penerbangan sebelum Covid ialah ada antrian ekstra yang harus di lewati yaitu untuk pemeriksaan aplikasi Peduli Lindungi atau validasi surat bukti negatid covid.

Pastiin begitu sampai bandara, kalian menemukan dulu ya tempat pemeriksaannya sebelum cek in atau masukin bagasi.

Suasana antri super panjang sebelum masuk terminal di Bandara Halim Jakarta karena ada pengecekan suhu tubuh dan surat hasil PCR/Swab Antigen

 

5. Dulu, pemerintah memberlakukan aplikasi EHAC untuk penerbangan. Tapi aplikasi itu di Hacked. Jadi sekarang EHAC-nya ada di Aplikasi Peduli Lindungi semuanya. Pastikan untuk di isi karena ada barcode yang akan keluar diakhir pengisian data. Barcode inilah yang nanti harus diperlihatkan petugas untuk di – scan, di lokasi kedatangan.

Masih banyak banget orang yang nggak tau dan mempersiapkan aplikasi ini, dan jadinya malah ribet sendiri dan menimbulkan antrian panjang di pintu keluar.

6. Kalau bawa koper besar yang harus masuk bagasi, saran gue sih sebaiknya di wrapped pakai plastik (40-70 ribu rupiah tergantung airport, bayar cash dengan uang pas). Di-wrapped tuh supaya lebih higienis ketika masuk bagasi dan di handle petugas. Sampai tujuan tinggal gunting plastiknya lalu buang. Sebaliknya kalau bawa koper kecil, mending tenteng aja ke kabin daripada masuk bagasi.

7. Kalau bisa, ke airport dalam keadaan kenyang, jadi meminimalisir harus makan di airport atau lapar di pesawat. Karena selama Covid, setau gue DILARANG makan minum di dalam pesawat untuk penerbangan dibawah 2 jam. 

8. Pas mau duduk di kursi pesawat, gue sarankan semprot dulu kursinya pake disinfektan, keringkan, baru duduk. Jangan lupa semprot seatbelt, jendela (kalau pas duduk di window seat – karena tangan dan kepala suka nggak sengaja nempel tuh di samping). Semprot juga sandaran tangan dan sandaran kursi depan.

Ketika kalian praktekkan ini, kalian pasti kaget deh betapa kotornya si kursi yang kita mau dudukin itu. Bayangin kalau nggak kita lap dulu, berarti ya baju yang kita pakai-lah yang otomatis “ngelap” kotorannya. Hiyy!

9. Kalau nggak harus-harus amat, JANGAN MASUKIN APAPUN KE KANTONG KURSI didepan kalian. Bagian itu paling jarang dibersihin petugas, jadi kalau kalian ngintip isinya, kadang keliatan ada tissue-tissue bekas orang entah sudah berapa lama dan entah isinya apa. Joroksss maksimal deh pokoknyaaa.

10. Always put your double mask, and jacket on. (Walau pengappp banget kadang rasanya ya ampun, apalagi kalo pas gue tambah dengan face shield! Sampe pernah berembun bahkan.. ckckck)

WHY ? Karena banyak orang yang sering refleks buka masker didalam pesawat. Pas pramugari lewat pasti di tegur sih, tapi kalau petugas nggak liat, dia bisa aja buka cukup lama dan mungkin batuk atau bersin. Kebayang ya kalau duduknya didepan, samping, atau belakang kita.

Gue perhatiin, bule lebih sering melakukan ini dibanding orang Indo. Entah kenapa bule keknya anti banget ama pake masker didalam pesawat. HERAANN deh!!

Selain itu, kadang ada anak kecil yang duduk disekitar kita dan tanpa sengaja buka masker lalu mendadak teriak, nangis kenceng, atau batuk dan bersin. Ada juga yang iseng toel-toel atau megang-megang baju kita. Ini gue alami sendiri di salah satu penerbangan. Mangkanya kita yang sadar kesehatan dan dewasa, yang harus selalu pake semua “senjata” perlindungan lengkap tanpa jeda. If other people lengah, lupa, males, jengah, atau bahkan don’t care, at least you do your best untuk waspada dan protect yourself.

Fashion terbang di masa Covid ala gue dan suami:

  • Pakai masker standar medis dan masker kain (double mask seperti anjuran pemerintah)
  • Kalao mau lebih niat, pake kaca mata atau face shiled (jarang banget gue liat orang naik pesawat pake face shield. Di awal pandemi pas gue terbang wajib banget pake face shield). Kalau misalnya males/ribet pake face shield ya pake kacamata aja buat penggantinya.
  • Pakai baju lengan panjang supaya lengan kita nggak langsung menyentuh permukaan apapun itu dsiekitar kita.
  • Kalau bisa, pakai jaket ber-hoodie, atau bisa juga pakai topi untuk melindungi rambut.
  • Pakai celana panjang sampai mata kaki
  • Sepatu sneakers dan kaos kaki (tertutup semua bagian kaki)
  • Pake tas dengan resleting yang ketutup semua atau sebisa mungkin ransel (bukan tas cewek yang terbuka tanpa resleting).

Gue liat banyak orang nggak perduli tentang ini. Ada yang gue liat travel pake rok mini, celana pendek, atau tank top. WHATTTTT ?? Well your fashion choice is your own business, tapi gue nggak saranin sih dalam masa Covid begini. Geli tauukk kulit kita bersentuhan langsung dengan kursi pesawat atau kursi ruang tunggu yang entah bekas siapa.

Ini gue terbang di awal pandemi,, kesannya LEBAY tapi hati tenang, daripada cuek dan gaya tapi beresiko tinggi.. kalo diliat mirip topeng Star Wars ya hehehe

 

Terbang di Masa Covid
Ini salah satu kostum suami waktu awal pandemi di pesawat.. hehehe..ini foto waktu kita di penerbangan yang lebih dari 3 jam, jadi extra hati-hati banget

 

Ini kita berdua terbang pake kacamata 

 

11. Don’t talk or interact, apalagi bersentuhan with strangers kalo nggak necessary.

12. Sesering mungkin cuci tangan pakai air mengalir atau pakai hand sanitizer ketika habis menyentuh apapun di area bandara atau pesawat. Dan jangan lupa juga untuk sering-sering disinfektan HP (karena HP paling sering dipegang tangan tanpa sadar).

13. Yang gue perhatiin, orang-orang NYARIS TIDAK PERNAH JAGA JARAK saat naik pesawat. Dari pas antri didepan sebelum masuk bandara, pas antri duduk di ruang tunggu (apalagi kalau lagi rame… semua orang pengen rebutan duduk jadi nggak peduli lagi tentang jaga jarak), waktu antri mau masuk atau keluar pesawat, maupun saat ambil bagasi. 

Akrab benerrr semuanya, ampun dah.

Mangkanya kita musti sadar diri untuk ikutin peraturan dan jaga jarak diri sendiri sama orang lain. Contohnya pas keluar pesawat nih, gue selalu memilih untuk keluar paling terakhir kalau nggak lagi buru-buru.

Terbang di Masa Covid
Suasana ambil bagasi di Bandara Soetta Terminal 2 Jakarta

 

14. Kalau kalian orangnya beser, usahain buang air di bandara, jangan di pesawat (kecuali penerbangan kalian jauh dan lama). Bayangkan toilet pesawat yang kecil sekali itu. Sebaiknya hindari kalau nggak kebelet amat.

15. Pas sampai tujuan (rumah/hotel), kebisaan gue ialah langsung buka semua baju untuk segera di cuci, MANDI dan keramas, sebelum melanjutkan aktifitas.

16. Ini yang WAJIB BAWA menurut gue. Gue biasanya taro barang-barang ini di RANSEL resleting bagian depan (supaya gampang diambil dan terpisah alias nggak nyampur sama benda lain yang aman didalam ransel) :

  • Tissue basah
  • Tissue kering
  • Hand sanitizer
  • Semprotan antiseptic untuk sanitize barang
  • Botol kecil air
  • Ekstra masker baru
  • Sarung tangan plastik siapa tau dibutuhkan
  • Obat-obatan emergency pribadi (kalau ada)

17. Walau di nomor terakhir, ini yang TERPENTING DARI SEMUA yaitu selalu berdoa agar kita selamat dan sehat sampai tujuan, dan tidak ditulari atau menulari orang lain selama perjalanan.

 

Guys, tulisan gue tentang info dan tips terbang di masa Covid ini tuh murni berdasar pengalaman pribadi ya. Pengaplikasiannya tetap pilihan kalian sendiri. Jadi sama sekali bukan bermaksud bikin males atau parno terbang. Kalau kalian tipe yang santai aja pas travel di masa ini juga terserah.

Well, pada dasarnya, seperti sudah gue tulis di point 1 diatas, secara keseluruhan orang yang naik pesawat sekarang semua sudah harus vaksin dan melalui tes Covid dengan hasil negatif. Setiap pesawat di hampir semua maskapai-pun sekarang sudah dilengkapi dengan teknologi pembersihan udara dari kuman atau virus setiap 30-60 menit.

Jadi, nggak perlu ketakutan untuk terbang di masa Covid, asal protokol kesehatan dilakukan dengan benar, bahkan lebih. Sudah jadi tugas dan tanggung jawab kitalah untuk melindungi diri kita sendiri, orang yang terbang sama kita, dan keluarga atau kerabat yang kita jumpai setelah terbang, dengan MAKSIMAL. 

Remember, our family is waiting for us to arrive healthily, so as other people’s family. By giving your best in caring for all the DETAILS, you at least done your part in being responsible for your self and others while traveling.

Terbang di Masa Covid

Ngerasa kalau terbang di masa Covid itu repot? Ribet? BANGET! But in my opinion, gapapa ribet, yang penting tenang dan aman!

I genuinely still want us to gain the positive and enjoy our travels despite all the hassles involved tho. So, daripada mikir repotnya, anggap aja keribetan ini sebagai bagian dari pengalaman travel yang menarik. To have experienced traveling di tengah Covid itself is “SESUATU” banget loh, yang bisa dikenang dan diceritain ke anak cucu dimasa depan nanti ketika dunia sudah pulih. Mangkanya gue tulis juga di blog biar nggak lupa momen-momen ini, sekaligus berbagi. Hehehe

Alright Guys, tinggalin komentar kalian dibawah ya. Kalau ada yang mau nanya atau nambahin tips gue juga boleh banget. STAY HEALTHY and enjoy your flight! GOD Bless us all.

Untuk kalian yang mau dapetin cerita, info dan tips travel lainnya, silahkan follow blog gue ya:

Follow me with your email!

write your email here.

The point is to fly safe, go safe, move safe, stay safe, leave safe and then back safe

– olivelatuputty.com/blog @shiningliv

(8) Comments

  1. Zorro and Jojon says:

    Artikel sungguh berkualitas… !!!

    1. hahahah I know exactly who this is with these nicknames!!! thanks for leaving the comment:)

  2. jasmine kristina says:

    Mba Ehac diperiksa di bandara awal juga kan ya? Dan apakah ada di smua (android/ipgone)? Kalau jadi mau terbang mg depan ke Bali

    1. halo Jasmine makasih udah baca ya.. EHAC hanya akan diperiksa barcode-nya di bandara kedatangan, and yes ada smua di android atau iOS.. have fun di Bali!

  3. anita says:

    Thanks K Olive infonya!

    1. hi Anita thanks for reading! Yes sama sama:)

  4. Meike says:

    Thank you. Ini sangat informatif sekali. Persiapan sebelum terbang dan setelah terbang. Paling sering dilanggar adalah jaga jarak.

    1. Halo Meike thanks for reading ya… You’re so welcome:) YES, kesadaran jaga jarak memang sangat kurang sekali.. hopefully will be better seiring waktu ya…

Post Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!

FOLLOW OLIVE'S TRAVEL BLOG  

free travel stories & ideas, directly to your email

 

Success! Please open your EMAIL and click "CONFIRM FOLLOW"

There was an error while trying to send your request. Please try again.

You have subscribed. An email will be sent for you to CONFIRM. Thank You