Si Misterius Gua Kristal di Kupang

gua kristal kupang

Gue lagi di Kupang nih!! Siang ini, Kak Erlin, our dear friend di Kupang nelfon dan bilang kalau driver yg biasa nganter dia kemana mana akan menjemput kita dan seharian bawa kita muter-muter di Kupang. Wah asik, bisa menjelajah kota! Gak pake lama, Anton, sang driver sampai di penginapan kita dan nungguin kita sampai siap berangkat. “Kita ke Gua Kristal ya!”. Gua Kristal ini pertama gue denger dari temen gue, Magda namanya, dan lalu gue cari tau sendiri via internet. Katanya sih orang lokal pasti tau dan memang udah ngetop banget di kupang. Ini tempat emang udah gue rencanain jadi spot pertama yg kita datengin. Driver kita hari ini nggak jawab permintaan gue dan langsung nyetirin mobil kita cukup jauh – kalo versi kupang ya… (kalo versi jakarta sih deket banget)- sekitar 25 menitan dari pusat kota. Wah aman ini.. Pikir gue dalam hati.

Sampai di satu wilayah jalan raya yang tidak terlalu besar, dia belok kanan ke satu jalan kecil dengan pohon-pohon kering dan karang sekitarnya. Mobil kita nyetir sampe pojok yang ada kantor polisi air pelabuhan sekitar situ, lalu mundur, muter balik, nyetir, berenti, mudur, dan puter balik lagi. Nah loh, ini driver kenapa ya….nyasar? Kali deh nyasar. Eh tapi jangan-jangan nyasar beneran.

We’re in Kupang, Indonesia, and it’s time to check out the city. Our friend Erlin is very kind lending us her driver to take us pretty much anywhere we want. I want the first stop of the day to be a place called Crystal Cave, around 25 minutes away from the city center.

gua kristal di kupang

“Wah ini ada disekitar sini tapi saya sonde tau (tidak tahu) dimana persisnya…” akhirnya dia jujur juga. Memang gua ini penuh tanda tanya. Nggak ada satu papan penunjuk jalanpun yg ada tulisan ‘Gua Kristal’ sepanjang kita menuju sini dan sudah sampai lokasi pun, tidak ada tanda apa-apa. Kita turun dan kebetulan ada gerombolan anak kecil lagi nokrong dibawah pohon yang langsung kepo ngedeketin mobil kita.

Begitu mereka denger kita mau ke Gua Kristal, mereka langsung semangat. “Mari kita antar… Itu tempat kita main setiap hari pulang sekolah” kata mereka sambil memimpin jalan melewati jalan tanah kering berbatu. For your info, kita datang jam 11 siang, jadi matahari sudah terik plus ini di Kupang yang terkenal panas. Kita akhirnya sampai di mulut gua, dan mereka meminta kita untuk masuk kedalam. Ini asli ya, dari luar, sama sekali nggak meyakinkan, cenderung ngeri malah.

Arriving at the spot, surprisingly our driver gets lost. He’s sure that it’s THE area but he doesn’t know where exactly is the cave. (ps: this guy lives in Kupang his whole life). I am like “are you serious?”. Thank goodness there are some random kids asking us what are we looking for, and then offering to take us to the cave. “It’s where we  go every day after school!”.

kristal3

ini anak-anak yang mengantar kita // the kids

kristal4

ini mulut gua-nya // the mouth of the cave

Gue mendekat dan memberanikan diri melongo kedalam. Ada sinar matahari mengintip masuk tapi masih nggak keliatan jelas. Duh, males banget ah. Mereka terus memaksa “ayo kaka nona, masuk kedalam, lepas sepatunya kaka nona, ayo masuk….” dan gue pun masuk.

Butuh effort nunduk dan ngintip kebawa untuk bisa akhirnya ngeliat yang dimaksud dengan Gua Kristal ini. Ada sebuah kolam alam biru kehijauan bening dibagian bawah gua ini. Warna nya bagus banget. Suasana gua sangat adem, kontras dengan suasana diluar, lengkap dengan batu batu besar lembab dan tetesan air disana sini dari stalaktit yang ada. Dicampur dengan bias sinar matahari dari luar, memang keliatan kayak butiran kristal. Mungkin dari situ nama tempat ini diambil. Atau mungkin juga diambil dari warna air dibawah sana yang keliatan sebening kristal.

Oh my gosh, ajaib Tuhan. Ini toh yang disebut Gua Kristal di Kupang. Ini tempat keren deh.

Suami gue langsung nggak mikir lagi, turun ke bawah bareng anak-anak tadi dan langsung nyebur berenang sepuas hati. Mereka bilang airnya dalem banget banget banget, seperti nggak ada dasarnya. Bisa menyelam kalau mau. Jadi bentuknya kayak kolam mata air gitu, dan airnya ialah air payau, campuran air asin dan tawar.

We walk for several hundred meters and there it is: the cave opening. It is looking pretty scary and not convincing at all. I am not sure about this. It’s a cave in the middle of no where, and there’s no sign at all leading up to here and it’s looking like an abandoned cave from the front.  Remind me again why is this famous? The kids start to force me to get in. “Come on sister, be brave. Come step inside”.

kristal5

ini kondisi didalam gua // inside the cave

kristal6

kristal

Gue sempet berdiri lama di atas dan akhirnya memberanikan diri turun pelan-pelan ke bawah. Ini turunnya musti eksta hati-hati karena licin dan curam dan cukup jauh. Sampai dibawah, gue pegang airnya kerasa dingin segar, dan dari jarak deket warna nya memang tetap bagus.

Gila nih anak-anak bisa punya tempat main se-asik ini tiap hari. Mereka berlomba loncat masuk air dari ketinggian beda-beda dengan berbagai jenis salto dan gaya. Mau pamer ceritanya 🙂 Semua pada sibuk ketawa-ketawa sambil selalu nyipratin air ke arah gue dan suami. We had fun! Seru siang-siang bermain sama anak anak Kupang yang super ramah ini. Mereka bilang selama ini cukup banyak kok turis yang kesini. Tapi dari antara turis yang datang, jarang ada yang tau bahwa di pojok sebelah kiri gua ada lobang jalan turun ke bawah lagi, yang bakal menuntun kita ke bagian lebih dalam dari gua dimana ada kolam lain yang jauh lebih jernih . Tapi untuk kesana gelap gulita, musti bawa senter dan jalannya terjal dan bisa nyasar kalau salah. (Dengan kata lain, harusnya ya sama orang lokal yang sudah dewasa, bertanggung jawab, yang hafal jalan). Hmf, terdengar sangat menantang tapi bahaya ya. Well maybe next time.

What I see inside the cave is quite mind blowing. Nothing like I have ever seen before. A beautifully situated underground pond. The water is crystal clear – bluish – probably that’s how it’s gotten its name -, and you won’t imagine it to be like this, considering the area surrounding it.

I climb down, very carefully, because it’s so slippery – and start to enjoy the water, with my husband and the kids. They are such show offs, jumping from higher rocks, back flipping as they enter the water and so on. Ah, they and us, we are having a great time here. Even when I suggested to go here at the first place, I was not expecting this.

kristal5

kristal9

close up look

kristal8
Dan selanjutnya, Gue dan suami betah. Ada kali 2 jam kita main air karena selain kita nggak ada tamu lain yang datang selama kita disini. Dalam hati gue berharap papan penunjuk kesini jangan pernah ada biar tetap misterius dan terjaga kelestariannya. Kebayang aja kalau seluruh umat sudah tau jalan kesini dan tempat ini jadi penuh manusia berdesakan plus pada buang air dan buang sampah sembarangan. Ah, nggak seru lagi. 🙁

Hari ini gue juga ngerasa beruntung ada anak-anak kecil yang nemenin kita. Kebayang aja kalau mereka nggak ada. Masalahnya tempat ini jujur akan cukup serem kalau misalnya cuma didatengin berdua atau sendiri. Soalnya kalau sampai kenapa kenapa misalnya dan nggak ada orang lain yang tau dan bisa tolong… bisa fatal. Oiya, ada satu lagi. Cahaya matahari yang masuk ke gua ini makin siang makin kenceng dan bentuknya kayak cahaya dari surga gitu, keren banget buat di foto!! 😀  Gue, suami dan anak-anak yang anter kita foto-foto di situ sebelum kita keluar dari gua. Maklum jarang-jarang ketemu yang beginian.

The water is quite deep, possible for a dive and it’s a mix between salt and fresh water and very very cool refreshing. What a unique place it is! And one more to remember, I think we come at the right time (between 11 a.m and 1 p.m) exactly when the sunlight penetrates the cave. It creates such a pretty ray of light. You can check it out in these photos:

kristal10

kristal12

my husband! photos by me 😀

kristal14

me, climbing up and out of the cave.

kristal14

Diluar, driver kita Anton yang sabar menunggu langsung nanya. “Gimana bagus tidak didalam? Saya belum pernah lihat. Kaka Erlin juga belum pernah” katanya. Wah, orang lokal saja ternyata masih ada yang belum pernah pergi kesini. Even more glad then – karena bisa berkunjung. Begitu mobil kita bergerak menjauh dari Gua Kristal, suami langsung ngidam pengen segera balik lagi, sementara gue mungkin harus mahir berenang dulu baru mau balik lagi supaya lain kali bisa nikmatin Gua Kristal secara maksimal. See u on our next visit to Kupang, Chrystal Cave!

I surely do not regret by making this cave our first stop in Kupang. We are loving it here and of course there’s a huge possibility of coming back next time. See u soon, Cave!

 

tinggalin comment di bawah ya guys//for comments, leave them below.. thank u everyone!:)

Oya, kalau suka sama blog ini, FOLLOW SEKARANG yuk!

write your email and you will get ALOT of traveling info! It's super easy and it's FREE

 

We can never have enough of nature -olivelatuputty.com/blog – @shiningliv

 

Tags:  , , ,

14 comments to Si Misterius Gua Kristal di Kupang

  • Erlyn Radja Udju  says:

    Mantaaapp Liv… paparannya keren, foto2nya TOP.. ditunggu kunjungan berikutnya.. explore lagi alam Kupang atau daerah lain di Nusa Tenggara Tinur.. there’s many more 🙂

    • Olive  says:

      Kak Erlynn thank u so much for stopping by on my blog! thanks utk positive feedback-nya juga. jangan lupa subscribe ya kak.. hehehe iya dong pasti bakal balik lagi ke Kupang and explore NTT yang lain, plus do some more cium idung hahahahahha

  • Trias  says:

    Ya ampun ini keren abisssss kak. Blessed banget bs liat keindahan alamNya. Gila ini harus kudu didatengin, tristan gede hrs liat kesini wajib jib jib

    • Olive  says:

      Triasss iya ini bagus bangett… so blessed!:) dan yes, Tristan gede dan mama papanya jugaa harus kesiniii :* :*

  • Meidi  says:

    aihh cantik bangeetttt, warna airnya jadi biru bening nyala-nyala gitu, ih jadi pengeeen

    • Olive  says:

      ayo kesana Meidy… thanks for stopping by ya!:)

  • Matias  says:

    very cool place, menutup mata langsung kebayang dingin dan segarnya air di cave itu..

    • Olive  says:

      @matias yes, the water was amazzzing!

  • Irene  says:

    wow….very cool place !

    • Olive  says:

      @ine yesss bagus banget

  • Magda  says:

    Yeaaaayyy kupang we love you ❤️❤️❤️

    Baca cerita ini kaya dibawa bener2 gw ada disana..
    Yuhuuuuuu ❤️❤️❤️❤️❤️

    • Olive  says:

      @magda yes❤️

  • ricavocaliz@gmail.com  says:

    Waaahhh kerennn abisss,sedih ngeliatnya karena mikir kapan bisa jalan jalan kaya gini,,,,,amazing ciptaan Tuhan,..gimana caranya bs jalan jalan kayak gini siiii???penasaran dangdut roma)

    • Olive  says:

      @rica ayo kaaa… tinggal packing, cari tiket, jalaaannn 😀

Post Your Comment