Let’s Eat in MEDAN

Yuk makan enak di Medan!

Gue terbang ke Medan beberapa waktu lalu dan tinggal disana untuk beberapa hari. Udah cukup lama nggak ke Medan nih, bertahun-tahun yang lalu kayaknya terakhir ke Medan. Begitu sampe, insting gue langsung pengen nyari makan enak di Medan. Untungnya ada teman baru dan istrinya yang baik banget untuk ngajakin kita ber wisata kuliner

// I flew to Medan a few days ago (22/01/13) and stayed for a couple of days. It’s been years since the last time I visited Medan. We searched for some good food to eat! Luckily, a new friend with his wife nicely took us for a culinary trip around Medan. We want food! We want FOOD! //

Pertama gue mampir untuk nyobain kuliner yang sering dibicarain yaitu ‘Sop Sumsum Langsa’ di daerah Glugur. Rasanya sih mirip banget ama sop buntut tapi memang bentuk tulangnya jelas beda. Waktu makanannya dateng ke meja, gue cukup kaget karena tulang lutut yang disajikan gede banget, lengkap ama sedotan untuk nyedot sumsum didalam tulangnya. Buat makan siang, ah enak deh! Apalagi dimakan pake nasi panas, jeruk nipis dan perkedel kentang yang banyak. Kenyang

// First stop –> ‘Sop Sumsum Langsa’ (Bone Marrow Soup) for lunch, in Glugur area. The soup tastes very similar to oxtail soup, but the meat or I should say the bone is different. It’s a ginormous knee bone served with a straw, so we can slurp the marrow inside that big bone. Imagine that! Very delicious in my opinion, especially eaten with hot rice, lime and potato patties, lots of them. Super good. //

makan enak di medan

 

Selanjutnya, berlokasi di Jalan Semarang, gue makan ‘Saksang Goreng’ alias daging babi goreng. Oh, dimakan pake nasi panas…..lembut tapi garing. Bener-bener asik. Kan jadi pengen makan deh…. 😀 Di Jalan Semarang ini juga cowok gue cerita dia nyobain makanan-makanan ajaib yang susah ditemuin di temapat lain, kayak masakan ular, biawak, dan kura-kura. Sadis. Gue yang normal-normal aja deh.

// Next stop –> ‘Saksang Goreng’ (Fried Pork) at Semarang Street. Served with rice, this one is crispy but moist and very yummy. By the way Jalan Semarang (Semarang Street) is the place where people find the best hawker food stalls in town. So I heard. But the food here mostly is non-halal and pretty hard-core. My boyfriend told me that when he was in Medan, they took him to Semarang Street to eat some snake dish, turtle dish and monitor lizard dish. Def not for me.//

makan enak di medan

Selanjutnya, gue pergi ke sebuah restoran di Jalan Jemadi yang ngetop dengan restoran Gulai Kepala Ikan-nya. Hadirlah gue disitu, memesan kepala ikan dan seporsi udang galah goreng-nya yang juga terkenal. Begitu dicoba, jujur udangnya lumayan enak. Tapi kepala ikannya mengecewakan. Menurut gue sih masakan kepala ikan buatan nyokap jauh lebih enak ketimbang yang dijual disini. Harganya mahal pula! Plus lalernya buanyak banget pas lagi makan…jadi ilang selera deh.. 🙁

// Next stop –> ‘Fish Head Curry’ for lunch. I went to this talked about restaurant called “Jemadi” at Jemadi Street, and ordered the famous Fish Head Curry and some fried shrimps. The shrimps were quite okay, but the fish head was a disappointment for me. Sorry but my Mom can make a thousand times better dish, in my opinion. It’s quite pricey too and there were so many flies on the table, I lost my appetite a bit. //

makan enak di medan

 

Lanjut ke Restoran Tip Top. Ini adalah resto yang terkenal karena masih berbau jaman dulu banget. Jaman Belanda gitu. Letaknya di Jalan Ahmad Yani dan selalu rame pengunjung. Begitu gue sampe, gue ditawarkan berbagai jenis Chinese Food yang cukup menggoda.

Tapi setelah dipesen dan dimakan, gue nggak gitu terpesona. Masakan udang-nya lumayan dan Cah Tauge-nya biasa banget. Yang paling bikin kecewa sih waktu gue mesen nasi goreng dan telor goreng dan datengnya DINGIN, kayak udah dimasak dari kemaren. Hiks. Tapi secara tempat, kayaknya bersejarah banget sih ya…

// Next stop –> Tip Top Restaurant. A unique restaurant with a historical Dutch colonization background, located at Ahmad Yani Street. This place is crowded but the Chinese Food I had was only rated 2,5 out of 5 starts for me. The fried rice was served cold (maybe already cooked and stored before ordered), the spicy shrimp was okay but not spectacular, and the stir-fried bean sprout was ordinary. The fried egg i ordered was also served cold. Not nice.//

Masih lanjut lagi, kita dibawa ke sebuah restoran bernama Bintang Restaurant di Jalan Taruma untuk makan ikan bawal kukus-nya yang melegenda. Kata temen baru gue, kalau ke Medan wajib kesini. Oke mari kita coba. Begitu datang ikannya, satu kata langsung terlintas: SEGER.

Ikan bawal kuah ini disajikan panas dengan rasa jahe dan cabe yang sangat kuat. Enak deh. Tapi mahal loh ternyata. Untuk seporsi ikan bawal kecil, harganya seratus ribu!! (ini kalau gue nggak salah ngelirik bon ya..soalnya bukan gue yang bayar hehehe). Disini ayam gorengnya juga bisa dibilang enak dan patut dicoba. Habis makan, gue minum jus markisa campur terong belanda. Uih, pas bener!

// Next Stop –> ‘Bawal Fish Steamed’ in Bintang Restaurant, at Taruma Street. People said if you go to Medan, this is one of the must visits. I only thought of one word when I tried it. FRESH. It’s a hot soup dish powered by ginger and chili but it tasted fresh, which is good. The fish is pretty small and over charged; but it’s fine. By the way the fried chicken and the ‘mixed Passion Fruit Juice’ are also yum here.//

makan enak di medan
makan enak di Medan

 

Masih makan-makan, kita mampir ke sebuah tempat makan kerang rebus ala Medan. Segala jenis pilihan kerang ada disini dan lebih variatif dari sea food kaki lima kebanyakan, tinggal pilih dan langsung dimasakin buat kita. Bumbunya rasanya enak.

Cuma karena tahun lalu waktu gue ke Saigon Vietnam gue nemu olahan kerang terenak di dunia (menurut gue yaaa hehehe), jadi kerang macam apapun walau enak, belom bisa nandingin. (Baca pengalaman gue di SAIGON , klik disini)

// Next stop –> Boiled Clams ala Medan. Since I tried THE best clam dish ever in Saigon last year, It’s really hard for any clam dish to compete with that one. Seriously..that’s it, no further comments 😀 //

Perberhentian selanjutnya ialah sebuah tempat mie pangsit terkenal di Medan bernama ‘Pangsit Mie Tiong Sim’. Disajikan dengan banyak cabe merah potong, cukup enak dan menggugah selera. Boleh dicoba kalo ke Medan. Ini enak!

// Next stop –>  ‘Pangsit Mie Tiong Sim’ for dinner. This noodle house is highly recognized in Medan. Served with lots of sliced red chili, it is quite good, tho I must admit that I think I have had better.//

medan

Oiya, waktu habis makan di Tiong Sim, gue juga sempet nyobain cemilan yaitu martabak mini, yang dijual persis didepan tempat mie-nya. Ini mengingatkan gue ke masa kecil, pas SMP dulu. Ini salah satu cemilan favorit. Walau memang bukan makanan khas Medan, tapi sangat amat menyenangkan bisa makan martabak mini isi keju, coklat dan biji wijen. Enak! Gue memilih untuk ngejadiin ini sebagai makanan penutup, ketimbang pancake durian yang juga banyak di jual di tempat yang sama.

// Next stop –> Small sweet pancakes located right in front of Tiong Sim’s. It reminded me of my childhood. With chocolate, cheese and sprinkle of sesame seed. YUM! This one is of course not Medan’s original snack, but I like it, a lot. I chose this as my dessert compare to durian pancakes sold at the same spot.//

makan enak di medan

Setelah itu, mampirlah kita untuk beli sebuah oleh-oleh yang dasyat dari Medan bernama Bolu Meranti. Ini menurut gue adalah surga dunia rasanya. Enak banget hehehe. Apalagi yang rasa keju coklat. Tempat ini reputasinya bagus banget karena rasa bolunya yang nggak pernah mengecewakan. WAJIB BELI.

// Next Stop –> ‘Bolu Meranti’ for souvenir. Sponge cake rolled with cream cheese, with a chunk of cheese right in the middle. Nothing can go wrong with that. HA! It’s very popular for a reason. It’s good. Must buy to bring home. If you want to avoid the long queue at the original store, buy it at the airport.//

Perberhentian terakhir ialah harta berharga di Medan yang harus di datengin. Nggak boleh nggak nyoba. Apalagi kalau bukan Durian Ucok. Sebenernya sih bisa makan durian dimana aja di Medan. Tapi di tempat Ucok, suasananya sangat mendukung. Gundukan durian yang buanyak, ramainya orang-orang yang lagi makan bareng, dan kita tinggal duduk manis sementara Ucok dan pegawainya akan memilihkan durian terenak untuk ditaro di meja kita. Manis atau pahit maunya, tinggal bilang. Kalau nggak enak tinggal ganti. Ok kan? Yang terjadi, gue tambah terusss sampe mabok duren. Lupa diri!! HA!

// Last Stop –> Durian Ucok. Anyone should really save the best for last. The stinky (fragrant to me) yummy fruit: DURIAN! Best delicacy from Medan. January is Durian season and the durians are super gooodd and super cheeappp. You can find it all over town but Ucok’s place is the most crowded one. Tons of durians provided. All you have to do is sit nicely, and Mr Ucok and friends will pick the best ones, cut them and put them on your table. More! We want more! I would fly to Medan for more of those durians.//

me and my durian!

Masih banyak banget tempat lagi yang katanya harus coba di Medan. Tapi waktu gue terbatas. Mungkin lain kali ya kita makan enak di Medan lagi! See u Medan !

// There are still many other places to try, but not enough time. Well maybe next time, Medan.//

 

believe me, all stresses are less with food

olivelatuputty.com/blog – @shiningliv

Post Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!

FOLLOW OLIVE'S TRAVEL BLOG  

free travel stories & ideas, directly to your email

 

Success! Please click "CONFIRM FOLLOW" in your email

There was an error while trying to send your request. Please try again.

You have subscribed. An email will be sent for you to CONFIRM. Thank You