10 Things I Did in Sydney Australia


Happy New Year 2019 dari Sydney Australia!

Negara dan kota pertama yang gue kunjungin di tahun 2019 ini ialah Sydney Australia. Tadinya gue dan suami nggak ada niatan untuk menghabiskan liburan hanya di Sydney, karena sudah beberapa kali sebelumnya travel kesana. Maunya kita berangkat ke kota lain di Australia. Tapi akibat visa gue yang sempat bermasalah (cerita tentang visa menyusul ya…), kita akhirnya harus merubah rencana total dan menghabiskan hari-hari kita hanya di Sydney. It’s super okay tho, karena Sydney adalah kota besar yang sangat menyenangkan! Ngapain aja di Sydney?

Here is the 10 Things I did in Sydney Australia this time:

#The Beach

Coogie Beach – so crowded during summer

Gue baru tau bahwa ada lebih dari 100 Pantai di kota Sydney! Buset banyak juga ya. Di musim panas, pantai adalah tempat favorit warga untuk jalan-jalan, surfing, nongkrong dan berjemur. Cita-cita bule emang selalu pengen jadi item. Sementara kita, orang Indo, sibuk cari tempat berteduh. Hehehe

Pas gue dateng, musim panas Australia lagi sangat labil. Panas banget siangnya, malem bisa drop sampai ke 17 derajat celcius. Kita ke pantai sibuk neduh karena panas terik, tiba-tiba sejam kemudian angin dingin menyerbu sampai buru-buru pulang karena menggigil kedinginan nggak bawa jaket. Eh, beberapa jam kemudian, hujan deras! Bingung kan?

Tapi yang jelas mantai itu wajib hukumnya.

Tinggal pilih, mau ke pantai paling terkenal seperti Bondi, atau ke pantai ngetop lain seperti Bronte dan Coogie. Ingat, lebih dari 100 pilihannya! Gue dan suami sempetin juga naik ferry sekitar 30 menit dari Circular Quay berangkat ke Manly Beach. Pemandangan sepanjang ferry ride -nya cantik.. sampai disana, Pantai Manly-nya juga oke.

On the Ferry to Manly Beach

Wind was blowing hard!

Masih cerita sekitar pantai, di suatu siang, gue dan temen-temen baik gue yang tinggal di Sydney pergi ke Little Bay Beach. Pantai ini nggak serame pantai besar lain tapi nggak kalah menarik. Salah satu teman yang jago masak ngebawa makanan ke pantai lalu kitapun piknik disana. Asik banget!!

Cuma uniknya, pas kita masuk air, agak kaget – karena di siang yang terik air lautnya dingin banget!!! brrrrr…..

Ps: thanks Ronald and Lanny for the food!

Little Bay Beach

#Hillsong Church

Buat yang ber-agama Kristen, pasti tau apa itu Hillsong Church. Gereja dengan lagu rohani terbanyak dan terpopuler di dunia, ya berlokasi di Sydney.

Kiblat musik rohani deh pokoknya.

Jadi kalau ke Sydney wajib pergi ibadah ke Hillsong, terutama ke kampus utama mereka di daerah Baulkham Hills. Gue dan suami sengaja mengincar gereja sore jam 6 disini karena paginya kita sudah ibadah di Home Church kita, ECC Sydney, yang adalah Gereja Lokal untuk orang Indonesia berlokasi di Town Hall Glebe.

ECC Sydney adalah cabang gereja kita di Jakarta, jadi ibadah disini ya kayak ibadah di rumah sendiri – cuma beda negara aja. Sedangkan kalo ke Hillsong tuh kayak berkunjung aja, jadi tamu – ibarat ibadah di rumah tetangga. Hehehehe

ECC Church FAMILY

Ayat Firman Tuhan pertama di tahun 2019- perjamuan

Building behind me is Glebe Town Hall where our ECC CHURCH is located

Lokasi dari Hillsong Main Campus sendiri tuh cukup jauh, perjalanan sekitar 1,5 jam dari pusat kota naik transportasi umum.

Menjelang malam, frekuensi bis umum yang lewat sedikit sekali didaerah ini. Jadi pas selesai ibadah jam 8 malam, kita berdua sempet jalan kaki beberapa kilo plus nunggu bis super lama – sambil keujanan pula.

Gapapa deh! Yang penting seharian kenyang makan makanan rohani baik di rumah sendiri maupun di rumah tetangga. Keren dan luar biasa dua ibadah minggu pertama di tahun 2019 ini yang kita datengin. We are super blessed! Thank You Jesus!

#Art Exhibiton

Gue anaknya bukan tipe pengunjung pameran atau galeri atau museum atau sejenisnya. Tapi kalo ada pameran seni yang menarik, boleh juga deh kita datengin.

Adalah satu tempat bernama Carriageworks, yang merupakan pusat seni kontemporer di Sydney. Kebetulan lokasinya deket banget dari hotel kita, jadi sore-sore melipir kesini menikmati karya seni merupakan ide yang bagus. Pamerannya lagi nggak banyak waktu kita hadir, tapi lucu-lucu banget. Sayangnya, kita nggak bawa kamera lain di trip kali ini selain kamera hp – jadi nggak bisa menangkap tampak asli si karya seni di depan mata. Kalau liat fotonya kayaknya biasa aja, padahal aslinya baguuusss deh. Worth the visit. Gratis pula!


#Berburu Cherry

Yes, karena musim panas berarti musim Cherry, gue dengan niatnya jalan kesana-kemari mencari buah ini. Suami kebetulan sama-sama suka banget ama Cherry. Tapi anehnya di pusat kota kok susah nemu ya. Musti ke toko buah agak di pinggir kota baru nemu deh. Bayar sekitar 100 ribu rupiah, udah dapet se gambreng! Kebayang di Indo, harga segitu baru dapat 10 biji.

Temen gue juga niat beliin cherry buat kita karena tau kita suka banget. Jadi puas deh nyemil cherry sampe bego. Ada yang gue masukin koper juga bawa pulang ke Indo. Buah cherry segar emang the best!

ps: thanks Nita for the 🍒 cherries!

#The Parks

Kalo pantai ada 100 lebih, maka taman di Sydney ada lebih dari 400 buah !! Whatt ?? Sirik banget yaaahhh. Kita disini nyari satu yang oke aja susah. Huhuhu. Dan tamannya luas-luas, bagus-bagus, serta lengkap dengan rumput yang hijau tertata, bersih, dan burung-burung yang bebas berterbangan. Ahhhh seneng banget gue menghabiskan waktu di taman. My fave park ialah Royal Botanic Garden Sydney, persis di samping Opera House. Tempat ini adalah taman botani tertua di Australia, berusia hampir 200 tahun. Mangkanya kita bisa nemu pohon yang cukup ajaib yang belum pernah kita temuin sebelumnya.

Pemandangan disini juga cakep deh, dijamin nggak akan pernah bosen. Saking okenya, cukup banyak orang lokal yang menjadikan taman ini sebagai tempat pemberkatan atau resepsi pernikahan mereka.

birds

this is me and my husband, gazing the view

Sorenya, kita bisa jalan ke Mrs Macquaries point, untuk ngeliatin Sydney Harbour menjelang sunset. Ceritanya, Macquaries itu adalah nama Gubernur di Sydney tahun 1810. Sang istri, Mrs Macquaries, Elizabeth namanya, suka banget nongkrong di spot ini karena keren pemandangannya. Dia bahkan minta dibuatin tempat duduk, terbuat dari batu – khusus buat dia. Emang asik sih duduk-duduk disini….. If I were Elizabeth, I would do the same exact thing.

#The Grounds of Alexandria

Tempat ini semenjak dibuka tahun 2012 langsung jadi primadona di Sydney. Satu tempat besar, bekas pabrik tua gitu – yang disulap jadi cafe keren dengan dekor yang unik, penuh spot foto menarik. Ada tempat bunga, stall jualan kue, macam-macem cemilan, minuman dll. Tempat ini saking ngetopnya disebut dengan “the mother of all cafes in Sydney”. Orang-orang, sebagian besar turis, akan rela antri untuk meng-klaim tempat duduk. Gue kesini saat weekend, jadi manusia lagi tumpah ruah parah. RAME! Tapi emang keren sih.. jadi lain kali ke Sydney, gue pasti akan kesini lagi.

#Sydney Fish Market

Musti ke sini untuk mencoba seafood segar khas Australia. Tapi jujur ya, gambaran gue tentang Sydney Fish Market sama aslinya yang gue liat depan mata, beda banget. Marketnya ternyata super bersih, dan beda dengan konsep ‘pasar ikan’ yang gue temuin di Jepang atau Korea misalnya.

Gue pastinya mencoba oyster – satu-satunya seafood yang gue incar disini. Seger, diperes jeruk lemon, dan nggak anyir sama sekali. Belinya cukup dua buah, nggak usah banyak-banyak, secara satu biji nya udah di bandrol 50 ribu rupiah. Mahal bu!

Tips makan disini ialah jangan datang di weekend, dan jangan datang siang! Sepagi mungkin aja nongol di weekdays- and you will have the place to yourself. Makan di kursi samping dermaga sambil di temenin burung-burung yang ngarep dilempar makanan sama kita.

 

 

#Makan Enak

Sebelum ngomongin makan enak – ingatlah satu hal yang sudah sempet gue mention di atas, yaitu makanan di Sydney tuh mahal! Mahallll!!!

Di awal tahun 2019 ini, makanan paling “terjangkau” yang kita temukan rata-rata bernilai 100-200 ribu rupiah seporsi. Belum sama minum tuh! Kalau kalian pikir beli makanan dingin yang bisa diangetin di 711  bisa lebih murah, anda salah! Sama aja!! 90 ribuan juga rata-rata seporsi harganya – terus udah gitu nggak enak. Hehehheeh

Anyway, beberapa resto enak yang Must Eat di Sydney sebagai turis :

-Hurricane

Hurricane tuh resto wajib di Sydney, karena ini merupakan tempat dengan grilled pork ribs ter enak yang pernah ada! (Katanya sih gitu ya hehehe). Mereka sudah buka selama lebih dari 20 tahun dan nggak pernah sepi pengunjung. Di Jakarta resto ini sudah ada cabangnya di daerah Gunawarman, tapi mumpung di Sydney ya harus banget makan di tempat aslinya.

Ps: makasih Kak Ernest and family for the lovely dinner here

dinner at Hurricane Brighton Beach – with the Sipayungs

-Pancakes on the Rocks

Kalau nanya orang Indonesia yang ada di Sydney kita harus makan dimana, mereka semua rata-rata akan menjawab : “Pancakes on the Rocks!”

Katanya sih pancakes nya super duper enak. Dan emang enak!! Variasi nya banyak banget jadi datang berkali-kali pun pasti tetap bisa coba rasa baru. Lokasinya juga strategis yaitu di The Rocks, sebelahan sama Circular Quay Sydney. Tempat ini selalu rame padahal udah buka dari tahun 1975.

Ps: thanks the Sianturis for the treat here and thanks to the Panggabeans for being there as well:)

dinner at Pancakes on the Rocks with our friends

-Burger Project

Katanya sih, ini adalah versi Australia dari resto burger Amerika ‘Shake Shack’ yang terkenal itu. Dibikin oleh seorang celebrity chef di Australia bernama Neil Perry, daging burger disini dibuat dari sapi yang dibiarkan berkeliaran di padang dan memakan rumput hijau.

Rasanya? Kalau menurut gue dan suami, ENAK!! (Walau masih tetep enakan Shake Shack). Daging patty-nya beneran maknyus! Boleh di adu. Waktu pulang ke Jakarta gue happy banget tau ada Burger Project juga di daerah Kuningan. Tapi eh ternyata cuma sama nama doang, bukan cabang dari Australia. Zonk.

#Blue Mountain

Hanya 2 jam dari Sydney, sampailah kita di Blue Mountain – pegunungan yang beneran cantik alami. Nanti gue ceritain di post lain ya. Gue nggak ambil tur apapun dan memilih untuk kesana sendiri naik kendaraan umum – supaya waktunya bisa bebas dan santai. Plus ngirit banget jatohnya ketimbang ambil travel. Hiking sambil menikmati pemandangan disini WAJIB hukumnya kalo lagi ke Sydney!

#Luna Park

Tadinya kita kesini karena janjian ama temen. Eh tapi temen gue itu batal nongol, jadinya gue dan suami menikmati aja waktu bersama di Luna Park.

Pemandangan kota juga keren kalo dilihat dari Luna Park, so take your time here and enjoy! Luna Park sudah berdiri sejak tahun 1950-an btw, dan menjadi taman hiburan yang dilindungi oleh pemerintah.

Nah, untuk yang bertanya bisa ngapain aja di Sydney, 10 hal diatas cuma sebagian yang bisa dikerjain. Many many more can be done here as a traveler/tourist. Gimana pendapat kalian tentang Sydney? langsung aja share di kolom komen (scroll ke paling bawah ya..)

Ps: untuk bisa dapetin cerita dan info travel ke Sydney atau negara lainnya langsung ke inbox email kalian, SILAHKAH FOLLOW MY BLOG sekarang. Thanks Guys 

It's easy!

write your email here.

Video of our trip is n Sydney WATCH HERE :

 

Let’s be thankful for another great year given to explore, hunt, target and gain new experience! – olivelatuputty.com/blog – @shiningliv

18 comments to 10 Things I Did in Sydney Australia

  • puji  says:

    ini tempat impian banget australia tapi bukan sydneymelainkan perth dan melabourne

  • V  says:

    cantik

  • Vella  says:

    Nemu blog ini pas lagi mau ke sydney bulan april nanti thanks infonya yang olive! Kalo ada tanya tanya boleh saya email? Thanks

    • Olive  says:

      halo Vella thanks for reading ya… boleh banget dong email aja:)

  • Dyah  says:

    Itu oyster-nya menggoda banget. Jadi ngiler-ngiler deh. Btw, beneran bawa cherry segar ke Indonesia? Nggak ditangkap orang bea cukai?

    • Olive  says:

      hi mba Dyah! aku juga suka baca blog mu:) iya mba oysternya emang enak!!!! dan beneran kok aku bawa sekilo cherry balik ke Jakarta.. aman aja sampe sini nggak dibongkar bea cukai hehehe

  • Maria tikoalu  says:

    Hei Live! Sydney is my go to city! Love the writing! Keep it up!

    • Olive  says:

      hi Maria… thanks for reading! yep, Sydney is such a nice place! will keep on writing:)

  • Ditta A  says:

    Tante aku dita anaknya mama hapsari temennya tante. Mau minta itinerary boleh nggak krn mau ke sidney pas liburan sekolah nanti. M’kasi Tante

    • Olive  says:

      hi Ditaaa… kamu udah gede ya hehehehe udah kelas berapa ya? salam mama ya.. iya nanti aku kirim ya:) thanks for stopping by:)

  • Nita  says:

    Keren dan informative bgt!! Kita udah tinggal di Sydney 7 bulan masih banyak jg yg belom di kunjungin btw temen2nya di Sydney knapa batak smua ya haha

    • Olive  says:

      hahahaha i dont know why kenapa temen disana Batak semua hehehehe thanks for reading Ta!

  • Nia  says:

    Thanks infonya ya kak liv. Kami sekeluarga akan berangkat ke sana tahunn ini transit sebelum
    Ke New Zealand

    • Olive  says:

      wahhh halo Nia.. NZ is a bucket list place! have fun!

  • Traveler Rika  says:

    Pagi2 masuk email blognya kk langsung ingin buru2 traveling

    • Olive  says:

      halo Rika… wahhh semoga lebih sering travel lagi ya.. thanks for reading!

  • Manda  says:

    Oliv foto fotony bagus bagus! Ini wishlist tahun 2019t nih berangkat ke HILLSONG conf amin ya

    • Olive  says:

      halo Manda… wah amin! sama aku juga mauuu!! thanks for reading and for the compliments:)

Post Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.