my date with: Gajah Thailand

gajah

Gue sengaja mengambil paket tur wisata jam 8 pagi-5 sore hari ini di Chiang Mai dengan satu tujuan, nge-date sama GAJAH! Ada banyak jenis tur yang ditawarin dari operator yang beda-beda. Harganya beda, kegiatannya beda, tempatnya beda, tapi semua menjanjikan gue untuk bisa ketemu gajah dari jarak lebih dekat ketimbang di kebun binatang pada umumnya. Lagian ini Chiang Mai kan, tempat legenda gajah putih, nggak afdol kalau nggak main sama gajah disini.

Harga tur yang gue ambil ialah 1150 Baht atau sekitar Rp.425 ribu per orang. Nggak bisa dibilang murah juga ya. Gue dijemput pagi oleh satu mini van berisi seorang tur guide lokal bernama Blue, dan 9 orang turis lainnya berasal yang berasal dari Cina, Jepang, USA, Prancis dan Tanzania. Acara pertama ialah saling memberitahu cara mengatakan hallo dan terimakasih dalam bahasa masing-masing plus dalam Bahasa Thai. Berkali-kali ke Thailand, baru dalam tur ini gue tau bahwa cara bilang “terimakasih” ternyata beda untuk cewek dan cowok.

“Kob-Khun Ka” untuk cewek dan “Kob Khun Krap” untuk cowok. Terimakasih infonya Blue!

gajah

Kurang lebih 45 menit didalam mobil, kita sampai disebuah tempat bernama “Mae Taeng Elephant Park”. Dari jauh sudah keliatan banyak gajah berkeliaran, baik ada ‘penumpang’ diatasnya maupun kosong. Waaahhh, Gajaahhh!!! Ini adalah ‘balas dendam’ gue karena terakhir gagal mampir ke Way Kambas waktu lagi jalan-jalan ke Lampung 2 tahun lalu. Nggak mau tau, pokoknya harus maksimal hari ini mumpung lagi di kampung nya gajah. Nggak menunggu lama gue langsung siap-siap beli sekeranjang penuh makanan gajah seharga 100 Baht berisi 2 sisir pisang dan beberapa batang tebu. Katanya gajah suka banget dikasih makan tanpa henti. Seekor gajah dewasa bisa makan sampai 200 kg makanan dalam sehari! Widih!

gajah

gajah

Kegiatan pertama gue ialah langsung NAIK GAJAH. Banyak orang bule yang sangat menentang kegiatan ini karena katanya bisa bikin gajah sakit punggung dan sama sekali tidak manusiawi. Gue sangat setuju untuk memperlakukan gajah dengan baik karena setau gue gajah adalah hewan yang sangat sensitif perasaannya. Tapi gue agak nggak setuju kalo kita nggak boleh naikin gajah, secara gajah adalah salah satu hewan terkuat di dunia yang bisa mengangkut sampai 6 ton beban, sementara berat gue hanya 57 kilo. Karena pertimbangan itu, maka naik gajahlah gue. OMG, ternyata naik diatas badan gajah itu bener-bener nggak stabil ya. Goyangnya sangat banyak, ke kanan dan ke kiri, apalagi pas mulai turun masuk ke dalam sungai. Serem banget, gue sampe teriak-teriak! Gajah gue sesekali ngulurin belalainya ke gue untuk minta makan dan kayaknya hepi banget tiap gue kasih makanan. Ah, pengalaman yang menyenangkan. Semoga aja dengan hadirnya turis dan pemasukan yang banyak, gajah disini aman, terawat, senang dan sehat.

gajah

gajah

me, him, and mr. elephant…look sooo hhaappyy!

Sehabis naik gajah, gue pindah ‘kendaraan’ dan naik cikar alias dokar yang ditarik sama sapi. Untuk bule ini seru kali ya, kalo buat gue sih sama sekali nggak penting, Jauh-jauh ke luar negri dan bayar mahal untuk naik cikar, berasa di Wonogiri mau nanem padi. Untungnya sehabis itu kita langsung dianter untuk ngeliat show gajah. Ada gajah nari, gajah ngelukis, dan gajah main bola. Hihiy! Lukisan gajahnya bagus banget loh, dijual pula seharga Rp.400 ribu per lukisan. Rata-rata yang dilukis ialah pohon. Tapi yang paling lucu waktu gue liat hasil lukisan berbentuk gajah. Gajah ngelukis gajah!! HA!! Habis ngelukis, dia tandatanganin lukisannya sendiri dengan inisial, NT (nama gajahnya Nun Tang). Asli kocak banget. Adegan favorit gue lainnya ialah waktu gajahnya main bola, soooo funny! Sangat menghibur.

gajah

lukisan gajah

short video waktu gajahnya nendang bola:

Sehabis semua itu, satu hal penting terjadi pada diriku. Gue maju kedepan pas show selesai, dan gue di CIUM sama gajah. Berasa ngedate banget nih, pake dicium segala! Aaaa~ Gue kasih tau ya, rasanya kayak dicium penghisap debu. Kenceng bener. Mana belalainya gede, jadi bukan cuma pipi tapi muka kanan gue kena cium semua. Agak menjijikkan memang, tapi berkesan banget. Lebih berkesan dari ciuman pipi pertama jaman SMA dulu. LOL.

gajah

gajah

gajah

Dari situ, kita dipersilahkan untuk menikmati makan siang di ruang makan yang cukup besar untuk menampung ratusan turis. Not bad. Berbagai macam makanan Thailand disiapkan dengan porsi sepuasnya. Disitu gue sempet bingung ngeliat puluhan turis Korea yang bukannya makan dari prasmanan yang ada tapi malah ngeluarin bekal sendiri berupa mie instan, gochujang (sambal Korea) dan setoples kimchi. Wah, segitunya ya.

Hari belum selesai, sehabis makan gue dapet waktu bebas untuk ngasih makan dan hang out lebih dekat sama gajah-gajah yang ada. Dari gajah bayi sampai gajah dewasa ada semua. Dari yang kakinya dirantai sampai yang bebas jalan-jalan juga ada. Disini gue ngeliat keanehan seorang turis berkebangsaan Cina yang bareng-bareng ada disitu. Pertama, si turis ini, sebutlah namanya Cie Cie, ngebeli satu sisir pisang mentah berwarna hijau.  Dalam hati gue, kenapa nggak beli yang kuning dan mateng aja ya? Kedua, si pisang bukannya dikasih satu-satu ke gajah, tapi diLEMPAR sama dia satu sisir-satu sisirnya ke muka gajah. Gue kaget dong. Si gajah lebih kaget lagi. Dan gue rasa gajahnya bete, karena abis itu semua pisang itu nggak ada yang dimakan tapi langsung diinjek sama si gajah ke tanah sampe penyet dan ditinggal pergi. Tuh kan bener, gajah adalah hewan yang sangat sensitif. Cerita belum selesai, setelah itu si Cie Cie beli lagi pisang, kali ini yang warna kuning. Baguslah gue pikir. Tapi ternyata begitu dikupas, pisangnya malah dimakan sendiri sama dia, dan gajahnya di kasih KULITnya! Lagi-lagi ama gajah langsung ditinggal pergi. Ya iya lah! Ni orang nggak suka ama gajah kali ya. Trus dia ngapain disini? Ada-ada aja ya.

gajah

gajah

gajah

gajah

Dari kejadian ajaib itu, kita semua diarahkan untuk naik rakit di sungai sebagai bagian dari tur. Gue bayangin sungainya berarus deras jadi kayak naik arung jeram gitu. Tapi ternyata sungainya sangat tenang, sehingga gue nyaris ketiduran diatas sampan. Untung sesekali gue boleh pegang bambu untuk ngendaliin rakitnya, jadi lumayan terhibur.

gajah

gajah

gajah

Dari situ, kita balik ke mini van untuk pergi ke suku leher panjang berjarak hanya 10 menit dari “Mae Taeng Elephant Park”. Goodbye gajah, Kob-Khun Ka!!

 (bersambung – to be continued)

you can leave your comments and kindly subscribe to my blog below guys! thank u:)

 

 

the elephant’s eyes are where all the secrets hidden – olivelatuputty.com -@shiningliv

 

 

2 comments to my date with: Gajah Thailand

  • andhika pangesti  says:

    mau tanya ikut tour mae taeng elephant park pake tour apa ya?? itu kalo kita langsung kesana dan bayar on the spot bisa??

    • Olive  says:

      halo Andhika.. bisa langsung kok begitu sampai Chiang Mai baru booking… banyak banget pilihannya kalau sudah sampai sini, jadi bisa menyesuaikan dengan jadwal nya:) thank u for stopping by my blog!

Post Your Comment