Visiting the Lovely Taiwan.

Gue pengen cerita sekaligus berbagi info jalan-jalan ke Taiwan karena gue suka banget ama Taiwan. Bener-bener suka. Jujur sih, popularitasnya memang nggak se heboh Jepang, Korea atau Hongkong. Gue juga tadinya nggak terlalu tertarik untuk datang, sampai akhirnya gue dengan nekatnya memutuskan untuk menghabiskan waktu yang cukup lama disana.

Eh, begitu sampai, langsung mendadak naksir!

I have been saving lately to visit this awesome country in East Asia. While doing some research, I find lots of similarities between that country and a country I visited about 1,5 years ago, Taiwan. Ah let’s talk a bit about Taiwan. I like it a lot. It’s probably one of those places that steal your heart from the first day. It is not as popular as Japan or South Korea or Hongkong, but it’s such a lovely lovely place to be.

Gue mendarat di Taiwan bulan Januari, jadi udara masih dingin banget. Taiwan adalah negara sub tropis tapi mengalami cuaca yang cukup dingin dari Januari-Maret setiap tahunnya, dengan suhu terendah sampai 10 derajat celcius). Dari airport yang letaknya di distrik Taoyuan, gue naik bus ke Taipei (Taipei ialah ibukota Taiwan) dan turun di hotel tempat gue bakal tinggal. Kamar hotelnya mungil banget, tapi oke, anget, dan cukup buat jadi markas selama tinggal sendirian di sini.

Sore itu juga, tanpa sengaja gue menemukan bahwa gue tinggal jalan kaki aja untuk bisa sampai ke salah satu tempat paling bersejarah di Taipei, yaitu Chiang Kai-shek Memorial Hall. Ini adalah monumen keren yang didirikan untuk mengenang mantan Presiden Taiwan. Arsitekturnya bagus, plus tamannya asri banget, cocok buat bengong sambil jalan sore. Jalan terusan dikit, sampai deh di National Concert Hall, tempat konser-konser orkestra dari seluruh biasa dunia tampil Taipei. Keren bener tempatnya.

I landed in Taiwan on January. The weather was pretty chill at this time of the year, so my scarf and jacket really came in handy. I took a public bus from Taoyuan airport to the city of Taipei and headed straight to my Hotel called Hotel 73 in Zhongzheng District. Apparently the hotel was only a walking distance to the most historical site in Taipei, an iconic monument with its white walls and blue octagonal roof, the Chiang Kai-shek Memorial Hall. A few steps from the the monument, I found the National Concert Hall where all the orchestras from all around the world usually perform. Awesome.

taiwan
National Concert Hall

 

Setelah beberapa hari pertama di Taipei, gue ketemu sama beberapa orang Indonesia yang kerja di sana. Mereka baik-baik banget! Mereka bawa gue keliling untuk makan maupun jalan-jalan ke tempat-tempat yang seru, termasuk salah satunya ialah Taipei 101, gedung tertinggi nomor dua di dunia. Dan tau nggak, bukan cuma orang Indonesia di Taiwan aja yang baik. Tapi orang-orang Taiwan sendiri rata-rata sangat ramah. Sopir taksi, sopir bus, orang asing di jalan, penjaga toko, semuanya meninggalkan kesan yang baik buat gue.

After spending a few days in Taiwan by myself, I met these Indonesian ladies who work in Taiwan and made friends with them. Such kind-hearted people, with well knowledge of the city. They took me to delicious restaurants and food stalls all around Taipei, cool places to visit like the second tallest building in the world, the Taipei 101, and also to Taipei International Floral Expo.

Di Taipei gue nyempetin untuk mampir ke Taipei International Floral Expo alias pameran bunga internasional. Muter-muter sendirian ngeliat bunga-bunga dari seluruh dunia, termasuk didalamnya ada pameran hasil bumi Taiwan berupa buah-buahan raksasa. Seharian disini nggak ngebosenin. Gue juga dibawa jalan ke pusat kota di Taipei tempat anak-anak mudanya kumpul, bernama Ximending. Ximending ialah “Harajuku-nya Taipei” atau “Shibuya-nya Taipei”. Lengkap nyari apa juga ada, dari tempat hiburan, resto, mall, sampai semua tempat jualan atribut Jepang.

Gue makan, belanja, jalan, makan lagi, belanja lagi, makan lagi, jalan lagi, sambil sekali-sekali ngeliatin cowok-cowok Taiwan yang (cukup banyak yang) ganteng-ganteng. Masih inget Meteor Garden dong? Nah itu tuh serial Taiwan. Cowok-cowok F4 itu pun cowok-cowok Taiwan. Jadi kebayang kan ya maksud gue. Cewek-cewek di Taiwan juga modis- modis.

On another occasion, they brought me to Ximending, which is the “Harajuku of Taipei” or “Shibuya of Taipei”. I found pretty much everything I wanted to find here. From great food to great shopping areas and everything else in between. The cute Taiwanese guys are lots to find here as well. Stare as much as you like. HA!

info jalan-jalan ke Taiwan

Dan satu lagi, mumpung lagi bahas info jalan-jalan ke Taiwan, gue HARUS banget mention tentang Pasar Malam alias Night Market-nya. Ada banyak night market, tapi Shilin Night Market adalah yang paling gede dan terkenal di Taipei. Ah, sangat amat menyenangkan banget pasar malamnya!! Harga-harganya sangat murah, jauh lebih murah dari yang gue kira. Akibatnya, gue lumayan kalap. Hahaha! Koper bengkak!! Baju, sepatu, tas, aksesoris, dll, bertaburan dengan harga diskon gila-gilaan. Belom lagi cemilan-cemilan kecil yang dijual, yang dikenal dengan Taiwanese Street Food. Dijamin, rasanya pasti bakal disukain banget ama lidah Indonesia, termasuk lidah gue.

Ada satu yang ngetop banget disana yaitu ‘stinky tofu’ atau ‘chou doufu’ atau ‘tahu bau’ dalam bahasa Indo. Baunya memenuhi jalanan di sepanjang pasar malam. Pas dicoba, rasa dan teksturnya mirip banget tahu gejrot, makanan asal Cirebon.

Temen-temen cewek baru gue disana, takut gue nggak suka gitu. Dari gigitan pertama udah pada nanya “gimana, sanggup makannya nggak?”…Wah, gue sih suka…..yummyyy. Pasar malam di Taipei memang wajib dikunjungin dan pasti nagih.

And one more thing. I went to the night markets. Omg. Never thought that the night markets in Taipei would be that superb. The night markets sprawl across several city blocks, and they are totally the “must-see” attractions. Shilin Night Market is the famous one in Taipei. Follow my advice; go there with an empty stomach and healthy apetite, cause the food heaven is there. I guaratee you will not stop eating while shopping. (Don’t forget to try the famous ‘stinky tofu’). The quality goods at reasonable prices (with discounts) are everywhere. It is a true cultural experience that surprised me and made me embrace Taiwan even more. Loads of food, loads of cheap clothes and shoes to buy, loads of people, and loads of fun!

taiwan
Me with Awie & Meien, my new wonderful friends from Taiwan at the night market

 

info jalan-jalan ke Taiwan
a dog I found in night market needs to dress warm as well

 

taiwan
night market with shops and little cafes along the way

 

Mungkin yang masih ragu tentang betapa menyenangkan-nya Taiwan harus dateng kesini terus buktiin sendiri. Asli, yang pada pernah jalan-jalan ke Taiwan pasti nggak pernah tau bahwa Taiwan se-asyik ini. Dari makanannya yang enak-enak, tempat belanja yang lengkap dan MURAH, orangnya yang baik-baik, suasana yang nyaman, teratur, bersih, nggak terlalu padet kotanya, sampai transportasinya yang gampang. Aih, enak bener nih tinggal di Taipei. Temen-temen baru gue yang orang Indo sangat betah tinggal disini. GUE JUGA!

Sejak pulang ke Indo, jujur gue sering banget kangen ama Taipei. Mungkin satu hari nanti bisa balik untuk ngabisin lebih banyak waktu menjelajah Taiwan. Semoga.

If you still hesitate on visiting Taiwan, well don’t be. It’s an awesome country with great people with inexpensive living cost, very nice clean environment, and many more. My short story I just wrote is nothing compares to the real thing you’ll find there, which is 10 times better. I like Taiwan, big time. I even promised myself to come back. Soon.

If you like what you read, FOLLOW me NOW!

write down your email and I will give you free updates about this place and many more. Thank u guys!

Oya, ini ada beberapa EXTRA info jalan-jalan ke Taiwan:

Cara mendapat visa ke Taiwan

Pertanyaan pertama, apakah kalian punya visa Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada, Jepang atau Eropa (Schengen) yang masih berlaku? Kalau jawabannya iya, beruntung banget. Karena artinya bisa masuk Taiwan tanpa visa dengan waktu tinggal maks 30 hari, cukup dengan mendaftarkan diri dulu di https://nas.immigration.gov.tw/nase/ (syarat dan ketentuan berlaku). Kalau memenuhi syarat, prosesnya super cepat, dan gratis. Enak banget ya.

Kalau pertayaan pertama diatas jawabannya tidak, artinya ya harus mengurus visa dengan cara standar seperti ke negara-negara lain yang mewajibkan visa untuk warga negara Indonesia. Untuk kepentingan turisme dan hanya single entry, siapkan saja Passport yang masih berlaku lebih dari 6 bulan, foto berwarna 4×6 (2 buah) dengan latar belakang putih, bukti keuangan dari bank, surat keterangan kerja, kartu keluarga, akte, dan sertakan juga bukti tiket pesawat pulang pergi jika sudah ada. Isi formulir dulu secara online di https://visawebapp.boca.gov.tw yang kemudian di print dan di tandatangani. Pengurusan dilakukan di Taipei Economic and Trade Office (TETO): Gedung Artha Graha, Lantai 17, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan, setiap hari kerja jam 09.00-11.30 dengan biaya Rp 460.000.

Kalau tidak ada masalah, visa jadi dalam 3 hari kerja dan bisa diambil di hari kerja jam 14.00-16.00 di kantor yang sama. Waktu gue ngurus, orang-orangnya baik banget dan nggak repot sama sekali. Kalau nggak mau ribet, urus lewat travel agent juga bisa kok. Harganya pasti lebih mahal aja. Untuk visa yang jadi dalam satu hari jadi juga ada kalau waktu mengurusnya mepet.

info jalan-jalan ke Taiwan
my Taiwan visa.

 

Biaya untuk berkunjung ke Taiwan

Untuk tiket pesawat, dari Jakarta ada beberapa maskapai dengan penerbangan langsung ke Taiwan. Waktu itu gue terbang dengan China Airlines dengan harga PP sekitar Rp.5,5 juta. Sekarang-sekarang sih lebih enak lagi karena ada penerbangan lebih murah dengan Air Asia atau Tiger Airways, walau harus ke Malaysia atau Singapura terlebih dulu. Silahkan cari infonya.

Mata uang di Taiwan ialah New Taiwan Dollar (TWD). 1 TWD ialah Rp.350 aja (ini kurs di waktu gue berkunjung sini ya). Jadi nggak gitu jomplang banget ama mata uang kita, mangkanya apa-apa jadi terasa terjangkau. Untuk penginapan, gue waktu itu tinggal di Hotel 73, sebuah hotel kecil minimalis yang bagus dan bersih dan berlokasi sangat strategis, deket kemana-mana dengan harga waktu itu sekitar Rp.500 ribu permalamnya sudah termasuk makan pagi. Untuk backpacking, kira-kira hostel-hostel disana seharga Rp.250 ribuan permalam untuk satu orang.

Untuk makan, tenang aja… di Taiwan makanannya berlimpah, murah-murah dan enak-enak banget. Salah satu makanan gampang favorit gue ialah makanan yang dijual di 7 Eleven yang bertebaran di sepanjang jalan di Taipei. Pilihan makanannya banyak dan enak. Jauh lebih lengkap dan enak ketimbang Seven Eleven di Jakarta. Yang paling gue suka ialah koleksi makanan berkuahnya. Sampai bingung milihnya dan hanya ngabisin duit sekitar Rp.25 ribuan aja. Taipei itu surga makanan kok, jadi nggak usah takut kelaperan.

info jalan-jalan ke Taiwan
yummyness of 7 eleven 

 

Dalam hal belanja, Taiwan itungannya juga murah bener. Bisa nemu baju-baju cewek yang keren-keren cuma seharga Rp.50 ribuan di pasar malamnya. Sepatu, aksesoris dan printilan lainnya juga banyak yang murah meriah. Pasti nggak nyangka deh bahwa belanja di Taiwan bakalan semurah itu. Harga transportasi umum untuk belanja kesana sini juga cukup terjangkau. Turis bisa memilih untuk membeli kartu Taipei Pass yang ada di pusat informasi di semua stasiun kereta (MRT) di Taipei. Kartu ini ada yang berlaku 1 hari, 2 hari, 3 hari atau 5 hari dan bisa digunakan untuk kereta maupun bus umum semaunya. Untuk yang satu harian penuh (sampai tengah malam) harga yang dipatok ialah Rp. 65 ribu.

Taiwan's MRT station
Taiwan’s MRT station – info jalan-jalan ke Taiwan

 

info jalan-jalan ke Taiwan

Dan satu lagi yang terakhir, nggak perlu terlalu kuatir dengan kendala bahasa di Taiwan. Soalnya banyak orang Taiwan terutama anak mudanya yang bahasa Inggrisnya lumayan bagus. Mereka dengan senang hati akan mempraktekkan kelancaran Bahasa Inggris mereka dengan turis. Selamat jalan-jalan ke Taiwan!

for comments, please leave them below guys! thank you 🙂

*note: sekali lagi harap diingat, info jalan-jalan ke Taiwan plus harga-harga yang tertera di artikel diatas sesuai dengan pengalaman waktu itu ya

我愛台灣 !!!!

olivelatuputty.com @shiningliv

Post Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!

FOLLOW OLIVE'S TRAVEL BLOG  

free travel stories & ideas, directly to your email

 

Success! Please click "CONFIRM FOLLOW" in your email

There was an error while trying to send your request. Please try again.

You have subscribed. An email will be sent for you to CONFIRM. Thank You