Nonton Lelang Tuna di Tokyo – the experience

Jam setengah 3 pagi gue dan suami loncat dari kasur karena bunyi weker yang super kenceng. Kita berdua buru-buru sikat gigi (nggak mandi karena dingginnn), terus siap-siap dan lalu ngeluarin sepeda untuk ngayuh kurang lebih dua puluh menit. Lokasi yang kita tuju hari ini : Tsukiji Market Tokyo.

Tujuan: nontonin the super famous LELANG TUNA atau Tuna Auction.

Sebuah aktifitas yang diincar turis dari seluruh dunia setiap kali berkunjung ke Jepang.

(sekilas info: Tsukiji Market adalah nama pasar ikan terbesar berlokasi di Tokyo. Dan mereka membuka pintu untuk turis menyaksikan proses lelang ikan tuna raksasa yang berasal dari seluruh dunia. Proses lelang istimewa ini merupakan bagian dari tradisi kuliner bahkan bagian dari budaya penting sekaligus bisnis besar di Jepang.)

Jujur gue penasaran, kayak apa sih rasanya nonton lelang tuna di Tokyo itu, dan kenapa bisa ngetop banget sampe-sampe orang-orang rela subuh-subuh pergi ke pasar ikan. Bela-belain banget. Gue dan suami sekarang adalah salah satu “korban” penasaran nya. Tapi kalau gue sih sejujurnya, sebagai perempuan pemakan ikan sejati, dan penonton setia acara “Wicked Tuna” di National Geographic Channel, – berpendapat ini wajib dilakukan mumpung lagi di Tokyo.

to skip the story n watch the video straight away click here

Kita ngayuh sepeda cukup ngebut karena jalanan masih sangat sepi jam segini. Yaeyalah.😬

Kenapa naik sepeda? karena hotel tempat kita nginep nggak jauh-jauh amat, jadi nggak perlu naik taksi. Kereta dan bus jelas belum beroperasi jam segini. Kalau jalan kaki juga bisa sih, tapi lumayan berasa sekitar satu jam lebih.

Dan kenapa jam 3 pagi? Karena sedikit lebih siang dari jam 3 pagi, maka kita nggak akan kebagian jatah untuk menonton lelang tuna ini. Orang bilang jam 4-an pasti sudah full booked! Mending dateng duluan kan daripada terlambat dan nggak kebagian. Sistemnya ya dulu-duluan dateng, nggak bisa booking tempat. Siapa cepat dia dapat. Di musim turis (April dan Oktober) bahkan,  turis sudah mulai antri dari jam 2 pagi katanya. AIH!

nonton lelang tuna di tokyo

suasana pagi Tsukiji

Setiap hari (kecuali Rabu dan Minggu), Tsukiji memang membuka pintu untuk turis melihat aktifitas yang sudah berlangsung puluhan tahun ini. Turis akan dibagi kedalam 2 kloter. Kloter pertama (60 orang) akan dipakaikan rompi hijau dan boleh melihat lelang jam 05.25 pagi. Sedangkan kloter kedua (60 orang) dengan rompi biru akan melihat lelang bagian kedua jam 05.50 pagi.

Begitu kita sampai, lega rasanya melihat tulisan “available” di jendala. HOREY! Kita berhasil dapat tempat pagi ini.

tsukiji

tsukiji

Setelah memakai rompi, maka dimulailah sesi menunggu di ruangan yang tidak terlalu besar itu. Duduknya dempet-dempetan dan sempet nyaris ketiduran karena lama banget nunggunya yaaa… dingin lagi! Untung nggak sendirian. Ada suami dan banyak turis lain. Turis yang hadir subuh ini bener-bener variatif, datang dari 10 negara yang berbeda kayaknya – ketahuan dari bahasa yang mereka pakai pas ngobrol lain-lain semua.

tsukiji

me, ditengah kerumunan turis-turis penasaran yang belom cukup tidur

tsukiji

kertas tata cara nonton lelang

tsukiji

begitu kuota penuh, tanda ini dipasang di pintu

Dan akhirnya waktu itu tiba juga. Kita pemakai rompi hijau digiring keluar ruangan, melewati kesibukan pasar. Hujan rintik-rintik turun menemani kita berjalan. Iring-iringan harus terus gerak nggak boleh berenti untuk motret. Jalan terooosss! Beberapa bapak-bapak Jepang yang jagain kita cukup galak teriak dalam bahasa Jepang kalau kita ketinggalan langkah sedikit aja dari barisan. Padahal suasana pasar jam segini lagi hektik-hektiknya. Sesekali kita terpaksa berhenti mau gak mau karena truk, sepeda, motor atau kendaraan pengangkut ikan lainnya lewat didepan kita.

tsukiji

can u see my face there?

tsukiji

Kita lalu sampai dan masuk ke ruangan besar tempat lelang. Disini suasananya 10 kali lebih dingin karena semua ikan tuna yang akan dilelang dalam keadaan beku. Kita lalu bebas dipersilahkan cari spot yang oke, dan kemudian menyaksikan proses lelang. Something I have never seen before.

Ikan-ikan tuna berukuran raksasa ini datang dari seluruh dunia, bukan cuma dari Jepang. Ada sekitar 60 negara yang menjual produk laut mereka di Tsukiji.

tsukiji

tsukiji

check out the fish!

tsukiji

tsukiji

Pertama, setiap peserta akan mengecek kondisi ratusan ikan tuna yang ada. Bagian ikan yang di periksa ialah bagian ekor dan perut. Dagingnya diambil dan setiap orang boleh menginspeksi dengan sangat teliti. Asli mereka serius banget menghadapi ikan-ikan ini. Proses penilaian mutu ikan agak aneh menurut gue. Ada bapak-bapak yang menjilat jari kelilingnya setelah memegang ikan. Sebagian ada yang mencium ikannya. Di pojok lain ada yang menerangi ikan dari dekat dengan senter, mengulas daging ikan berulang-ulang di ujung jari, plus beberapa teknik lainnya. Ini menarik banget loh. Katanya mereka menilai ikan berdasar warna dan lemaknya. Semakin tinggi jam terbang, semakin jago mereka menilai kualitas ikan – untuk kemudian menentukan harga yang pantas.

tsukiji

tsukiji

tuna di senter, di pegang di ujung jari dan bahkan di cium dan di jilat sedikit oleh para ahli tuna

tsukiji

tsukiji

tsukiji

Setelah data terkumpul, maka di sudut lain proses lelangpun dimulai. Lelangnya beda dari yang biasa kita tau. Entah karena kecepatan ngomongnya, atau memang ada kode tertentu, atau karena ada bunyi seperti gemerincing bel terus menerus, di kuping gue proses lelang ini terdengar seperti nyanyian!!!! Bener-bener kayak bunyi nyanyian sembahyang di kuil. Unik banget. Prosesnya pun cepet banget, nggak sampe 5 menit tiba-tiba sudah selesai. Tiap perusahaan yang berhasil mendapat ikan terbaik langsung mengangkut ikan masing-masing yang sudah ditandai menurut catatan dari petugas lelang.

tsukiji

lelang dimulai

tsukiji

Dan nasib kita para penonton? LANGSUNG diusir. “Out!” “Now”, “No photos anymore!” “Out!”

Wajar kalau kita sebagai turis tidak diperlakukan dengan lemah lembut. Karena sebenarnya kehadiran kita punya resiko mengganggu jalannya proses lelang. Kebijakan mengizinkan turis nonton sudah berkali-kali dicabut karena kelakuan turis yang tidak sopan seperti ngerokok dan abunya terkena di salah satu ikan tuna sehingga harganya turun dll.

Setelah dikaji berulang kali, akhirnya turis diperbolehkan nonton dengan serangkaian peraturan ketat yang harus dipatuhi*. Ini bisnis serius loh. Gue denger, satu ekor ikan termahal yang pernah dijual di lelang tuna ini mencapai Rp. 24 milliar di tahun 2013. Satu ekor itu! Beratnya 222 kg dan bisa semahal itu karena kualitasnya yang luar biasa bagus. Gokil ya! Ikan tuna kualitas biasa saja pun disini harganya tidak kurang dari Rp.100 juta seekor.

Setelah mengembalikan rompi, gue dan suami masih agak limbung. Gila, bangun subuh, nunggu lama, dan acaranya cepet bener kelarnya. Hahahaa. Berkesan sih pasti karena menyaksikan sesuatu yang unik, bagian dari budaya dan bisnis di negara orang.

Tapi abis ini ngapain ya?

Ohh iya kita kan di Tsukiji. Ini adalah pasar ikan terbesar di dunia!! Tempat menikmati makanan laut terenak di Jepang ya lokasinya di sini. Semuanya segar banget!! Tinggal pilih mau yang mana, semua kios dan resto sudah buka rata-rata dari jam 4 pagi dan tutup sekitar jam 9 pagi. Mari berburu! Gue dan suami sarapan giant oyster, scallop raksasa dan sushi lengkap di beberapa kios yang berbeda!! NIKMAT.

tsukiji

tsukiji

tsukiji

dibakar pake api…. yummy!

tsukiji

crazy breakfast! huge oyster lebih gede dari tangan dan muka gue! hehehe

tsukiji

tsukiji

Fyi, di pasar ini juga di hari yang berbeda, gue dan suami makan sushi terenak yang pernah kita coba seumur hidup kita. (Klik disini untuk baca ceritanya.)

Gosipnya, 2017 ini adalah kesempatan terakhir untuk nonton lelang tuna di Tokyo – Tsukiji karena pasar ini akan direkolasi oleh pemerintah sehubungan dengan Tokyo Olympics 2020. Kalo bener, beruntung rasanya pernah melihat langsung prosesnya di tempat ikonik ini.

Gimana, mau rela bangun pagi juga demi nonton lelang tuna di Tokyo?

#Ditunggu KOMENTAR kalian dibawah ya😊😬

Dan oya, kalau mau cerita travel berikutnya langsung ke Inbox kalian, FOLLOW blognya SEKARANG yuk!

write your email NOW. It's super easy and it's FREE

 

NOTES tentang nonton lelang tuna di Tokyo:

  1. Lokasi ruang tunggu lelang ada di bagian belakang pasar, bukan di bagian depan. Awas nyasar karena pasar ini sangat luas.
  2. Cek dulu kalender (klik disini) sebelum kemari, apakah bertepatan dengan hari libur atau tidak. Setiap minggu pasti tutup. Sedangkan rabu kadang buka kadang tutup.
  3. *Peraturan utama disini ialah dilarang foto memakai FLASH karena bisa mengganggu pencahayaan dan penilaian terhadap ikan tuna yang ada. Lalu, dilarang merokok, dilarang pakai sendal jepit dan hak tinggi, dilarang keluar dari area yang ditentukan untuk rombongan, dilarang ribut dan mengganggu konsentrasi petugas dan dilarang memegang ikan tuna yang ada.
  4. Jika hotel tempat menginap jauh, bisa naik taksi. Tapi inget, taksi di Jepang mahal banget!!! -bisa sampai jutaan sekali naik taksi kalau jauh. Kalau nggak mau abis duit di taksi, bisa menunggu jam subuh di Manga Cafe, Tempat Karaoke atau resto Jonathan’s yang buka 24 jam dan bisa jalan kaki dari Tsukiji (dengan resiko begadang yaa). Paling bener sih kalau emang udah niat mau ke tempat lelang, cari hotel yang dekat dari Tsukiji, seperti yang kita lakukan.
  5. Usahakan datang sebelum jam 4 pagi kalau mau dapat rompi.
  6. Jangan pulang dari Tsukiji sebelum makan pagi sushi/seafood. Wajib nyobain breakfast disini.

watch our short video:

 

Tags:  

Post Your Comment