MY Birthday in Raja Ampat, Papua

Waking up in Raja Ampat. Tell me what time is it? it’s Birthdaytime 😀

me and Raja Ampat!

Today, February 15th 2013, is my birthday and I am in Raja Ampat, Papua! The last paradise on earth. Wooohhooooo. It’s a wonderful birthday present for me. Last night, exactly at 00:00, I had a wonderful time with friends here on our little island in front of the bonfire, watching millions of stars in the sky while listening to the wave and shared some laugh. Then of course continued with my private time, praying, thanking God for another year added to my life. Thank u Jesus for your mercy and kindness. I am grateful.

Hari ini gue ulang tahun, dan hadiahnya ialah berada di Raja Ampat, Papua. (thank u for the present, love) Semalem menyambut umur yang baru di bawah jutaan bintang yang bertaburan di angkasa, diatas pasir putih, didepan api unggun, sambil mendengar simphoni ombak. Indahnyaaaa. Terimakasih Tuhan Yesus buat kasih dan kebaikanMu yang tidak pernah berkesudahan.

trying to capture the sky.

Early today, 6 others and me booked a trip to “Teluk Kabui” or Kabui Bay, a spectacular bay in Raja Ampat with awesome rock formations. It took around 1,5 hours to get to Teluk Kabui from our place. When I got there, it really reminded me of “Halong Bay” in Vietnam (read my story of Halong Bay HERE). Even the color of the water is exactly the same, greenish. We saw lots of flying fish on the way, some abandoned bat caves, sea snakes, and dolphins!!!  Awesome!

Tadi pagi bangun di hari yang cerah, waktunya untuk jalan-jalan. Ber-7 bareng teman-teman menyewa perahu untuk pergi ke Teluk Kabui, sebuah teluk yang terkenal dengan gugusan pulau kecil dan batu-batu raksasa. Dari pulau kita, jaraknya kurang lebih 1,5 jam. Begitu sampai disana, jadi inget “Halong Bay” di Vietnam (baca cerita gue di Ha Long Bay dengan klik disini). Mirip banget bentuknya. Warna air disana pun bukan biru lagi, tapi hijau. Muter-muter diseputar Teluk Kabui, kita ketemu kumpulan kalelawar di dalam gua-gua yang ada, ikan terbang super banyak yang lalu lalang sepanjang perjalanan (mirip di film “Life of Pi”), ular laut, lumba-lumba yang berloncatan disana sini. Cihuy banget nih. Gosipnya sih ada buaya laut juga, tapi kita nggak ketemu.

Birthday girl- Teluk Kabui

on the boat

From there we stopped by a deserted beach to have some lunch we brought with us, while resting from the heat of the sun.  Enjoying our coffee while playing with the water or just simply lay there on the pure white sand. There we continued to a near by village, the Yenwaupnor Villange, to meet the very friendly locals, playing football with the kids and took tons and tons of photos. One thing I realized that the kids here love being taken photographs of. At first they would act really shy but then ask for more. So cute!

Puas muter-muter dan mampir ke beberapa area yang ada, kita mampir ke sebuah pantai tak berpenghuni, lengkap dengan pasir putih bersih, untuk makan siang. Matahari cukup terik, jadi di pantai ini semuanya ngaso di bawah pohon, guling-gulingan di pasir, main air, ngopi, dan ketiduran! Haha! Dari situ, kita memutuskan mampir ke sebuah desa bernama “Yenwaupnor” yang kita lewatin untuk ‘say hello’ sama penduduk lokal. Penduduk, terutama anak-anaknya sangat ramah. Mereka ngejer-ngejer gue minta difoto walaupun sambil malu-malu. Ngobrol ama mereka, main bola bareng atau sekedar lambaikan tangan, disambut dengan senyum sumringah. Ah, nggak ternilai nih pengalamannya.

the kids I met!

penduduk lokal mengantar sampai ke jembatan

Back to our homestay, I continued snorkeling just right in front of the island. The water is crystal clear and super shallow, so I can enjoy the underwater beauty so easily. I took hours just to swim and snorkel around, and ended the beautiful day by watching the sunset from my private ‘pool’, the amazing water of Raja Ampat.

Sore sudah tiba waktu kita balik ke pulau. Air di depan pulau warnanya mengundang banget nih tadi sore. Biru jernih dan dangkal. Jadi yang paling bener ialah snorkel sambil berenang sampai matahari tenggelam. Berenang di perairan Raja Ampat yang dangkal dan transparan memang nggak ada tandingannya. Masukin kepala dikit, sudah bisa ketemu dengan segala jenis ikan, bintang laut, dan terumbu karang. Berjam-jam pun betah. Begitu matahari mulai terbenam, gue menikmatinya di tengah lautan yang rasanya seperti kolam renang pribadi.

snorkel in the clear transparent water of Raja Ampat

my own private ‘pool’.. HA! <15/02/13>

At night, I ordered special meal for everyone. Grilled giant tuna, grilled chicken, salad, delicious sambal; plus a couple of beer and a cake brought by a friend. Yum.

Malamnya, gue sengaja pesen makanan spesial buat semua temen-temen. Nambah uang sedikit, makanannya langsung berubah lebih mewah. Beberapa buah ikan tongkol besar dipanggang plus sambal, ayam panggang yang super enak, sayur mayur, bir dingin (beli di resort tetangga yang memang jual bir, khusus buat temen-temen yang suka), dan kue! Ini kue coklat dibawain temen yang baru sampai tadi sore dari Sorong, dan itung-itung jadi kue ulang taun gue. 😀 Sedap!

HAPPY birthday me

What a unique birthday spent here in Raja Ampat. No phonecalls (no reception of course since I was in the middle of nowhere), no twitter, no family around, no candles (I got imaginary ones to blow), no wrapped cadeau, and no surprises. But surely it was one of the most special moments in my life. The love, the view, the smile of the kids, the special feeling, the blessings, and the experience. I will remember it forever.

Kalau dipikir-pikir, ini adalah ulang tahun yang paling unik. Biasanya kalau ulang tahun pasti ada ucapan selamat bertubi-tubi lewat telefon, bbm, twitter atau sms. Kali ini, sinyal aja nggak ada. Hari ini gue bener-bener bersyukur untuk hari yang indah penuh cinta yang gue lewatin. Tak terlupakan.

you can leave your comments and kindly subscribe to my blog below guys! thank u:)

 

glad to know that I have been to what they call paradise -olivelatuputty.com -@shiningliv

 

 

 

 

 

 

Post Your Comment