Kisah Nonton Jember Fashion Carnaval

Selamat sore dari kota Jember Jawa Timur! Gue sore ini lagi berdiri di pinggir jalan yang hingar bingar dengan musik super kenceng. Dari jauh gue bisa melihat iring-iringan orang berpakaian warna warni yang sedari tadi gue tunggu. Yes, gue sedang ada Jember, nonton JEMBER FASHION CARNAVAL 2019!! I am here, baby!

Niat banget nih Liv pergi ke Jember untuk nonton Jember Fashion Carnaval?

Jawabannya enggak sebenernya. Ini adalah “kebetulan” yang menyenangkan. Gue kasih tanda kutip karena gue percaya nggak ada suatu hal pun yang terjadi di dunia ini secara kebetulan. Termasuk sore ini. 

Gue ke Jember bareng temen-temen musisi karena kita diundang untuk mengisi acara Jazz di Jember sore ini. Gue bareng temen-temen di jadwalkan manggung di jam 7 malam bertempat di halaman salah satu Mall di Jember. 

Kita pun terbang ke Banyuwangi, dan lanjut jalan darat ke Jember selama kurang lebih 3 jam. Sebenernya kalau mau terbang langsung ke Jember bisa, via transit di Bandara Surabaya. Tapi setelah di rembuk bersama, kita memilih rute ini dengan harapan bakal kulineran di sepanjang jalan menuju Jember. Ternyata pada kenyataannya, agak susah menemukan tempat makan yang menggugah selera di jalur ini. Hanya ada satu tempat wisata plus resto yang paling oke untuk dimampirin bernama Gumitir. Lokasinya ada di wilayah semacam Puncak di Jawa Barat, lengkap dengan perkebunan kopi dan udara sejuk. Makanannya cukup enak dan murah luar biasa! Salah satu menu yg wajib coba disini ialah tahu waliknya. Enak! Untung banget ada si Gumitir. Kalo nggak kita bakal gigit jari di jalan.

Anyway, pertama kali waktu kita lihat jadwal manggung kita di Jember, gue dan temen-temen band tersadar kalau waktunya bertepatan dengan perhelatan Jember Fashion Carnaval ini. Seneng banget rasanya. Apalagi gue – secara udah lama pengen nonton dan ngeliat secara langsung kayak apa karnaval ini. Bisa pas banget gini yaaa. Karnaval Sabtu dimulai jam 3 – 5 sore, persis sebelum kita manggung di malam harinya. Perfect timing! 

Jember Fashion Carnaval sendiri sudah ada sejak tahun 2003. Tahun 2019 ini terhitung sangat spesial karena sekaligus dipakai untuk memberi tribut dan penghormatan kepada perancang busana pendiri dari Jember Fashion Carnaval bernama Dynand Fariz, yang baru saja meninggal.

Tema tahun ini ialah ‘Tribal Grandeur’, dengan inspirasi 8 suku di dunia.

Tapi mau curhat jujur nih ya, buat turis dadakan macam gue yang sibuk cari info karnaval via internet, gue merasa informasi tentang event ini sama sekali kurang bahkan nyaris NGGAK ADA!! Website nya nggak ngasih kejelasan berguna apapun tentang event ini. Kita musti kemana, bayar apa gratis, jam berapa mulainya dll, NGGAK NEMU SAMA SEKALI. Very lack of useful and simple informations! Sayang banget acara sebesar ini kok kurang banget infonya untuk penonton first timer macam gue. Instagram, google, semua udah gue ubek sampe kesel. Akhirnya jawaban pastinya baru bisa gue temukan pada seorang penjual pecel yang gue datengin di Jalan …..

Gue: “Mas ini bayar apa gratis sih acaranya? Kok aku liat di internet ada yang bilang musti bayar?”

Si Mas: “Gratis Mba. Yang bayar itu yang dapat kursi di alun-alun sana. Dari 25-75 ribu harganya. Shownya jelas dan lebih lama kalau bayar. Kalau kita yang gratisan ya nunggu aja di pinggir jalan rame-rame nanti juga mereka lewat.”

Gue melihat di depan gue para petugas acara plus polisi mulai mensterilkan jalanan di wilayah Jalan Gajah Mada ini dengan memasang besi-besi di pinggiran jalan. Jalanan kosong di tengah nantinya akan jadi RUNWAY JALAN RAYA yang akan dilewati para model. Oh baiklah. Selain info si Mas, gue melihat ada beberapa spanduk di jalan raya yang terpasang memberi info tambahan.

Dan sekarang, inilah gue, sedang stand by berdiri menunggu karnaval dengan sangat excited. Lewatlah satu persatu ‘kloter’ model Jember Fashion Carnaval ini. Ternyata tiap kloter yang lewat di hari Sabtu sore ini ada yang berasal dari daerah yang berbeda-beda di Jawa Timur. Tema dan warna yang di usung per kloter berbeda pula. Ada yang warna cerah, ada yang warna silver, gold, dll. Ada laki-laki, perempuan, bahkan anak kecil yang menjadi modelnya.

Diiringi musik super meriah, gue dan beberapa teman terhanyut di keriahan warga. Sibuk mengabadikan gambar yang seadanya karena cuma bawa hp dan ngezoom. Gak bawa kamera bagus. Hiks. Gapapa deh, yang penting kan pengalamannya bukan hasil fotonya.

“Mbak liat sini mbakk.. liat siniiiii” gue teriak-teriak mencoba mencari perhatian salah satu model supaya dapet foto yang oke.

Ah meriah sekaliiii sore ini. Rasa penasaran terbayarkan, menjadi salah satu penonton memenuhi jalanan nonton Jember Fashion Carnaval 2019. Woohhooo!! Seneng deh.

 

me and my friend Sheila, happy Norton Jember Fashion Carnaval

Gue menjadi saksi juga melihat beberapa model jatuh pingsan dan diangkut medis karena kelelahan. Ya iyalah, mereka pasti nunggu giliran dandan dari pagi, subuh mungkin bahkan. Lalu aksesoris yang dikenakan kan nggak main-main. Besar-besar dan berat pastinya. Belum lagi jalan berkilo-kilo di cuaca yang nggak adem juga. Mungkin sudah cukup makan san minum, mungkin juga belum. Ditambah, mereka harus berhenti beberapa kali untuk melakukan tarian koreografi plus berpose untuk foto. Wah, dedikasi tinggi nih demi menjadi peserta acara, sekaligus mengibur warga.

Beberapa model lain gue perhatikan terlihat sangat kelelahan memegangi head piece besar di kepala mereka. Tapi walau capek, mereka tetap menebar senyum. Semangat Mbak!!

Oiya, ada satu kloter karnaval yang random banget – membawa kostum Iron Man! Padahal tema nya… apa coba hubungannya ama Iron Man? Jalannya sebelahan ama Lutung Putih lagi. Bener-bener random. Mungkin keabisan kostum daerah, jadi pake yang ada aja. Hehehehe

Cukup puas menonton, gue dan teman-teman lanjut manggung di malam harinya.

Kita disambut penonton Jember yang rame, dan seru! Thank u ya pecinta musik jazz Jember buat  keramahannya.

Ini kali ketiga gue nyanyi di Jember dan selalu menyenangkan setiap kemari

Mas Devian (saxophone player) and all musicians, termasuk gue – pas beres manggung

 

Gue inget trakhir manggung di Jember, panitia yang mengundang gue nyanyi tuh baik banget. Mereka nganterin gue makan lobster fresh from the ocean di pinggir pantai (beberapa jam dari Jember). Gue juga dibawa makan ke beberapa tempat lain yang enak-enak dan dibawain pulang oleh-oleh buah mangga yang sedap bangetttt!!! Ahh unforgettable

Karena memori kuliner itu, gue sempetin untuk kulineran juga kali ini di kota Jember, sekalian untuk ditulis buat kalian yang lagi baca.

Ada 3 tempat kuliner yang gue rekomendasikan untuk dicoba di Jember – versi kunjungan singkat gue kali ini:

Warung Bu Darum 

Berlokasi di Jl. Gajah Mada 23, warung Bu Darum katanya masih setia menggunakan resep kuno  yang legendaris. Pantesan. Nah, menu paling favorit yang gue makan disini ialah nasi pecel kuah rawon plus daging empal. Memuaskan rasanya dan hanya 20 ribu saja (sudah sama teh tawar panas loh). Buset murahnya.

Soto Ayam Dahlok

Sejak tahun 1958, warung soto di jalan kecil ini katanya nggak pernah sepi. Soalnya enak banget! Gue sebagai penggemar soto, ngasih bintang 4,5 dari 5 untuk tempat ini. Perpaduan nasi, kuah, suiran ayam, ati ampela, telor dll yang ada di mangkok gue habis tak bersisa. Sama minum teh tawar panas, gue cuma bayar Rp.17 ribu aja totalnya. Kalo semua makanan semurah ini, rasanya jadi pengen pindah domisili ke Jember nggak sih? Hahaha

selfie

Seafood Cak Sis

Harus makan seafood di Jember karena seger makanan lautnya. Itu kata orang-orang. Maka mampirlah kita di Cak Sis. Kita memilih ini ketimbang resto seafood lain karena namanya yang paling tradisional. Makanan di Cak Sis sendiri cukup oke terutama Ikan bakar rica-rica, kepiting asap Cak Sis dan cumi telor asinnya. Yum! Untuk masalah harga, Cak Sis tetap lebih murah dari harga seafood di Jakarta tapi terhitung cukup mahal untuk Jember. Boleh di coba.

Okay, that’s my story about kisah nonton Jember Fashion Carnaval this time. See you next time Jember! Thank you for the food and fun!

Kalian mau kesini juga nggak? Tinggalin komen nya di bawah ya gengs! Thank u!

Kalau kalian mau dapat info lebih banyak tentang travel, langsung subscribe / follow blog gue via email sekarang ya:

It's easy!

write your email here.

Fashion is like eating. You cannot always have the same menu -olivelatuputty.com/blog –  @shiningliv

 

Tags:  ,

One comment to Kisah Nonton Jember Fashion Carnaval

  • ALFI  says:

    Wah Jember rumahkuuu… bosen liat ini mba malah mau jalan jalan ke tempay lain tapi makanan nya emang enak main jember lagi mba nanti aku bawa kuliner

Post Your Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.