Hello Switzerland!!

Hello Switzerland!!

I almost screamed as my train approaching Lugano’s train station. O gosh, this is beyond exciting. We purchased “Trenitalia” (Italy Train Company) train tickets from Milan, Italiy to Lugano, Switzerland for 12 Euro each. The length of journey is less than 1,5 hours and the train passes some awesome views; one of them is the city of Como and its lake. Believe me, even only glancing from a moving train, Lake Como is stunning. No wonder George Clooney purchased a huge mansion facing the Como Lake and parades it often to the girls.

Gue nyaris ngejerit begitu kereta gue sampai di Lugano, Swiss. Aduh seneng banget nih bisa ke Swiss…Dari dulu pengen banget ke Swiss baru sekarang kejadian. Gue berangkat ke Swiss dari Milan Italia ke Lugano naik kereta seharga Rp.160 ribuan -(beli langsung di stasiun kereta Milan sebelum berangkat jauh lebih murah ketimbang beli tiket Raileurope via online). Duduk manis di kereta selama 1,5 jam, gue ngeliatin pemandangan keren sepanjang kereta lewat. Salah satunya ialah daerah Como, dengan danaunya yang keren abis. Como ini adalah tempat aktor George Clooney tinggal. Dia ngebeli sbuah rumah di pinggir danai yang cantik banget! Aw aw aw!

My reason behind visiting Switzerland is verrry veryyy personal and family related, so when I finally touched the ground, it felt so good. Arriving in Lugano which also has a great lake -Lugano is situated in the alpine region of southeast Switzerland near the Italian border- we made some arrangements to pick up our car, a catchy dark blue vehicle to take us everywhere in Swiss. People always say that the best way to travel in Switzerland is by train, but for us, driving is much better. For your information, Switzerland is a small country; the size is only slightly bigger than West Java;

Gue berangkat ke Swiss dengan sebuah alasan yang sangat sangat sangat pribadi dan berhubungan dengan keluarga. Mangkanya sentimental banget waktu akhirnya bisa sampai. Di Lugano kita udah ngatur untuk ambil sebuah mobil sewaan yang bakal dipakai untuk nyetir keliling Swiss. Kata orang enakan naik kereta di Swiss, tapi kalau menurut gue sih ya enakan nyetir sendiri. Karena kecil dan akses jalannya oke, bisa banget tuh nyetir dari ujung Timur ke ujung Barat negara ini dengan hanya 3 jam nyetir aja… gokil ya. Let’s go! Dari Lugano, kita langsung nyetir ke Zurich. Di Zurich cari parkiran yang aman di pinggir kota (kalau ditengah kota parkirnya mahal abis!) dan dari pinggir kota, naik kereta ke tengah kota. Agak ribet sih memang.. hehehe..

From Lugano, we drove to Zurich, left the car in a safe place, took a train and strolled around in the city.

And you know what… Zurich is a charmer.

Begitu sampai di tengah kota Zurich, gue langsung terpesona.

The small alleys in city center where we encountered some awesome boutiques and churches are simply special. I found the yummy Swiss chocolates sold everywhere here in Zurich! It reminded me that I was in Switzerland, the land of Cheese and Chocolate~

Pusat kota Zurich tuh cantik dengan banyak jalan-jalan batu kecil yang dipenuhi butik, restoran dan Gereja tua, lengkap dengan bel Gereja yang berbunyi kencang setiap beberapa jam. Dan yang paling seru, disini dijual begitu banyak Coklat Swiss dengan berbagai varian, bentuk, dan rasa. Ah, surga dunia!

Zurich train station

one corner in Zurich

another corner in Zurich

Zurich lake at night with the swans

We were very tempted to ride a “Fondue Tram”, enjoying an all you can eat fondue treat on a 2-hours ride through the city. But when I checked out the price….o gosh, 93 euro per person for a Fondue Tram ride? I cancelled the idea. Huhuhuway over our budget.

Sehabis muter-muter nglewatin Danau Zurich yang terkenal, kita tergoda untuk naik “Kereta Fondue”. (Jadi ceritanya bisa naik tram keliling kota sambil sepuasnya makan fondue) -fondue adalah makanan khas Swiss yang dinikmatin dengan cara mencelupkan potongan makanan (bisa roti, daging atau buah) kedalam cairan (bisa coklat atau keju cair) yang dipanaskan di satu panci-. Tapi pas ngeliat harganya.. oh gosh, Rp.1,5 juta per orang sekali naik. Gila ya… Kali deh ngabisin jutaan cuma untuk naik tram sambil makan fondue doang…walaupun pengen banget, gak jadi ajah..lain kali mungkin ya kalo duit udah bisa dibuang buang..hehehe

I should have expected that high price knowing that Zurich is well known for its reputation for being one of the most expensive cities in the world! Yap! FYI, in any other restaurant in Zurich city center, the cost for one meal usually around 35 euro! Expensive!

Gue dari awal sadar sih kalau Zurich masuk dalam daftar 5 besar negara termahal di dunia. Jadi mulai biasain diri liat harga-harga makanan maupun barang yang menjulang tinggi. Contohnya aja di restoran biasa, rata-rata harga sepiring makanan ialah sekitar Rp.450.000 ! sadis deh mahalnya Zurich…

From Zurich, the next driving destination was Murten or Morat, 149 km from Zurich. A small medieval town, which was the main purpose of me going to Switzerland. (re-read the personal reason I mentioned above 😀 ) Murten is situated on the language border between German and French and it has a lovely lakeside promenade plus a well-preserved City Walls and their Towers. I gained an access to the City Walls from the Little Tower, and there I saw a wonderful view of Murten from the top.

Dari Zurich, tujuan berikutnya ialah sebuah kota kecil keren bernama Murten atau Morat, 149 km dari Zurich. Kota kecil ini sebenernya ialah tujuan utama gue ada di Swiss 😀 Gue disini untuk ketemu ama keluarga. Murten sendiri terletak antara perbatasan Prancis dan Jerman, jadi penduduk disini tinggal milih mau pake bahasa apa. Ada sbuah danau yang bagus banget disini, plus sebuah menara tua mirip kastil yang menjadi tembok pembatas dan ikon kota. Gue naik ke atas tembok, dan dari situ seluruh kota Murten terlihat jelas. Ah, indah banget.

Oh, I love this town.

Gue bener-bener jatuh cinta ama kota ini.

Indonesians are absolutely rare to be found here in Murten…but we met a gentleman, a local, who suddenly recognized our language saying “Hey, are you guys speaking Indonesian Language?” Yes Sir! We are. 😀

Btw waktu ada sini, gue kan sibuk ngomong pake Bahasa Indonesia. Tiba-tiba ada seorang penduduk lokal yang ngenalin bahasa gue dan nanya pake Bahasa Inggris.. “kalian dari tadi ngobrol pake Bahasa Indonesia ya?”… wah kaget juga ada bule lokal yang ngerti Bahasa Indo. HA!

When night fall came, I walked around the town and saw lots of locals going to a small theatre to watch a live musical drama….I wanted to go but it’s been a long day. To rest was a better choice. See u tomorrow again, Swiss! ^*^

Matahari mulai terbenam di Murten, dan malam pun datang. Gue jalan keliling kota, dan berbaur dengan penduduk lokal. Rasanya belom pengen istirahat dan pengen jalan muter-muter terus saking asiknya disini. Tapi untuk sekarang kayaknya harus istirahat dulu…  disambung besok ya, Swiss…

please leave your comments and kindly subscribe to my blog, guys! thank you:)


The really magical things are the ones that happen right in front of you -olivelatuputty.com @shiningliv

 

Tags:  , ,

2 comments to Hello Switzerland!!

  • Inelva riani  says:

    So inspiring blog nya
    Kak olive boleh minta itinerary pas ke eropa ga? Terutama swiss, dilema nih mau nyewa mobil atau rail pass
    Kak olive ke jungraujoch-top of europe ga? Can you give me some advices pleaseee

    • Olive  says:

      hi Inelva… thanks for reading the blog ya!:) itinerary sih standar aja kalao orang Indo ke Eropa hehehe… kalau di Swiss aku nyewa mobil karena skalian mau ngunjungin keluarga, jadi lebih handy bisa kluar masuk ke kota2 kecil.. tapi kalo mau keliling aja termasuk ke top of Europe saranku pake kereta aja, karena kan sengaja keretanya dibangun dijalur pemandangan terbaik di Swiss! I bet you’ll love it! (plus kalo nyewa mobil banyak banget aturannya, apalagi kalo nggak biasa nyetir di eropa plus dengan resiko yang lebih tinggi..sedangkan kereta bisa santaiiii hehe) happy traveling!

Post Your Comment