First CAT Cafe di Penang

georgetownbike

Lagi seru sepedaan bareng suami di Georgetown Penang, kita ngelewatin satu papan nama di Muntri Street yang cukup catchy: “First Cat Cafe in Penang” – Cafe Kucing Pertama di Penang.

Pertama, gue nggak pernah suka kucing dari kecil, karena mama dan kakak-kakak nggak ada yang suka. I was raised as a dog lover. Punya anjing banyak banget dan terlatih untuk nggak tertarik sama kucing. Tapi poin kedua, suami gue adalah seorang pecinta kucing. Kalau ketemu kucing, matanya berbinar, terus mulai bikin suara-suara manja dan pasti berenti bentar untuk belai-belai. Almost always. Jadi sampailah ke poin tiga, yang namanya toleransi. Tiap kali dia sayang-sayang kucing, gue ikut nongkrong, menyapa pendek : hi kitty cat… dan lama-lama mulai terjadi perubahan. Gue mulai membuka hati sedikit sama kucing. Bahkan akhirnya pernah nangis ketika kucing kampung yang numpang ngelahirin di kantor gue mati keracunan meninggalkan 3 anak kucing kecil yang helpless.

catcafe

REAL photo: ini adalah foto 3 ekor anak kucing yg gue ceritain- yg ditinggal mati sama induknya, MIA – kucing kampung adopsian kantor. Photo by Hithoshi, taken from his path page

ANYWAY… dengan semua latar belakang tadi gue punya 2 pilihan. Mau terus sepedaan tanpa mampir -karena yang liat papan nama nya cuma gue, suami nggak -, atau mau berbaik hati making my husband happy dengan ngasih tau dia dan mampir.

Babe! let’s eat here!” adalah pilihan akhirnya yang gue buat sambil menunjuk papan nama itu. AHHH! He smiled from ear to ear. “Beneran nih ada kucing didalam?” kata dia sambil sibuk parkirin sepeda kita berdua. Am I a good wife or what?

PURRFECT Cat Cafe ini adalah salah satu dari puluhan CAT CAFE yang ada diseluruh dunia. Model yang kayak begini gue udah tau lama ada di Jepang, Korea, Singapore dan negara-negara lainnya. Tapi gue nggak pernah mampir sama sekali, jadi ini pengalaman pertama buat gue. Kalo disuru milih sih pengennya bukan cat tapi dog cafe. That would make me a happy girl. Ya tapi kan sekarang yang ada yang ini. Anggaplah ini pemanasan. Penasaran juga kan kayak apa didalamnya cafe-cafe dengan konsep seperti ini. Di Indonesia gua yakin bakal ada tahun-tahun depan ini, tinggal tunggu waktunya aja.

catcafe

cat cafe

Lantai pertama cafe ini adalah sebuah toko, menjual segala jenis barang berbentuk kucing dan bergambar kucing. Disini juga ada kasir dimana kita memesan makanan yang bakal dianter untuk dimakan di lantai 2, bersama kucing-kucing yang mereka punya. Okay,kita mesen 2 jenis makanan (pizza dan eggrollharga: kategori agak mahal sih menurut gue ; rasa: standard aja ; porsi : mini!!) dan 2 jenis minuman. Sayangnya, mereka hanya menjual sejenis camilan disini, nggak ada makanan yang mengenyangkan (jadi kalo laper jangan nyari makan disini). Kita membuka sepatu, taro di deket tangga, dan naik ke atas. Show me the cats!

Begitu sampai lantai 2, ada 2 ruangan terpisah. Ruangan sebelah kanan adalah cafe untuk duduk dan makan, dan ruangan sebelah kiri untuk kucing-kucingnya. Dan DILARANG bawa makanan apapun di tempat kucing. Oohh, jadi bayangan gue tentang duduk makan bareng kucing salah besar. Kita berdua langsung masuk ke ruangan kucing karena sambil nunggu makanan kita yang belum selesai dibikin. Hm, kucing-kucingnya mana ya? Pusss pusssss…. Nah, loh apa-apaan ini? Kita udah ditipu! Nggak ada kucing sama sekali! Gue celingukan protes.

georgetownbike

catcafe

Oh ternyata, semua kucing lagi tidur sodara-sodara. Dan mereka tidurnya ada yang didalam kardus di pojokan, ada yang diatas lemari (di pojokan juga), dan ada yang nyaru sama keranjang tempat tidurnya. Dan peraturan disini ialah dilarang bangunin kucing tidur. Yaaa …. 🙁 Gue dan suami keluar, berbaur di ruang makan dengan pelanggan kecewa lain yang sama-sama sebel udah bayar tapi nggak bisa main ama kucing. Nunggu-nunggu… eh untung ada yang bangun tuh. Gak mau rugi, gue masuk, dan langsung ajak suami gendong kucing yang bangun dan gangguin beberapa kucing yang akhirnya ikut bangun. HA! maap ya…

catcafe

catcafe

Ternyata kucing disini hanya beberapa ekor, semua kucing ras bagus, super gendut, semua dalam kondisi ngantuk total – mungkin kecapekan karena kebanyakan tidur – dan pemalas. Asli, kayaknya gerak satu inci aja malessssss banget. Bahkan ada yang bangun tapi nggak bisa diangkat karena cakarnya disangkutin di alas tempat dia duduk. Eh apa semua kucing di dunia emang nature-nya kayak garfield gini ya? Suami gue sih excited banget teuteup ya, peluk-peluk, sayang-sayang, dan foto-foto. Sedangkan gue, yaaaa trying to feel and do the same. Gue cuma agak bingung, kalo kucingnya sedikit gini, kok PD bikin Cat Cafe ya? Bukannya sebagian besar pelanggan nantinya bakal kecewa, contohnya gue?

Setelah kurang lebih satu setengah jam, we left the scene dan lanjut sepedaan keliling Georgetown. Mungkin kalo pecinta kucing sejati tetap akan sangat bahagia dengan pengalaman tadi. Kalau gue sih, hm, itung-itung yang penting udah pernah nyobain ke cafe dengan konsep seperti ini ya. That one surely didn’t impress me. Sisi positif yang gue ambil ialah jadi punya cita-cita mampir ke cat cafe/dog cafe di negara lain, yang mustinya sih lebih niat dari ini.

for comments, please leave them below guys! thank u:)

catcafe

 

 

Cats are intended to teach us that not everything in nature has a purpose.- Garrison Keillor olivelatuputty.com @shiningliv

 

 

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Post Your Comment